Putri Kecil Pemuas Dady

Putri Kecil Pemuas Dady
Bab 56


__ADS_3

Untuk beberapa saat keduanya bersandar pada kontainer besar dibelakangnya, sambil memakai kembali apa yang keduanya lepaskan tadi!


"Nola, kau tunggu disini Dady harus segera mengecek barang-barang dulu!"


"Iya Dad, memangnya Dady tidak mau menambah lagi?" Naura malah kembali menggoda Gilbert.


Dirabanya dada bidang Gilbert oleh satu tangan Naura, tapi segera Gilbert raih satu tangan Naura yang bisa memancing ronde berikutnya itu terjadi.


"Jika kau terus seperti ini, maka pekerjaan Dady tidak akan selsai sayang!"


"Hmm, iya iya aku tidak akan menggangu Dady lagi,"


Mencoba mengerti karena Gilbert memang harus menyelesaikan pekerjaannya, Naura pun mendampingi Gilbert menemani apa yang sedang Gilbert kerjakan.


Sembari menemani Gilbert mengecek barang, Naura pun menanyakan hal yang ingin dia ketahui pada Gilbert.


"Dad, jika nanti Dady Nick mengetahui tentang hubungan kita dan dia marah besar apa yang akan Dady lakukan?"


Mendengar pertanyaan Naura, Gilbert pun menghembuskan nafas panjangnya sebuah pertanyaan yang cepat atau lambat pasti akan dihadapi oleh Gilbert, karena tidak mungkin selamanya menyembunyikan hubungan ini dari ayah dan Ibunya Naura.


"Tentu saja Dady akan meminta maaf!"


"Kenapa meminta maaf, bukankah jatuh cinta bukan suatu tindak kejahatan melainkan anugerah?"


"Meminta maaf karena ayahmu mempercayakan mu pada Dady bukan untuk Dady jadikan pemuas naf su Dady Nola, melainkan untuk menjaga dirimu sebaik mungkin!"


"Kenapa jawaban Dady, seolah Dady menyesal kita telah melakukan sampai sejauh ini?"

__ADS_1


"Dady tidak menyesal sama sekali, hanya saja Dady terlalu takut mengecewakan ayahmu!"


"Dad, kau harus berjuang untuk hubungan kita! Begini saja, jika Dady Nick tidak merestui kita, apa yang akan Dady lakukan?"


"Tentu Dady akan berusaha meminta restu darinya lebih keras lagi!"


"Jika Dady Nick marah besar dan tetap tidak menyetujui hubungan kita?"


"Kau harus menurut apa kata orangtuamu Nola!"


"Apa? Itu artinya Dady akan menyerah?"


"Bukan, bukan seperti itu Nola hanya,"


"Hanya saja Dady akan selalu mengutamakan kebahagiaan ayahku dibandingkan aku, iya kan?"


"Hei, tenanglah Dady akan bicara pelan-pelan pada ayahmu agar hubungan kita bisa direstuinya! Jangan berpikir macam-macam," Gilbert memeluk tubuh Naura.


"Pokoknya kalau Dady Nick marah, kita pergi saja dari sini!"


"Tidak akan, Dady mu adalah orang yang baik dia pasti akan merestui kita!"


Setelah menemani Gilbert menyelesaikan pekerjaannya, Naura dan Gilbert pun hendak berpamitan pada para anggota group Limson yang berada disekitar dermaga.


"Semua sudah aku cek dan tidak ada masalah, jadi bisa langsung dinaikkan ke kepal!" kata Gilbert.


"Silahkan Tuan, nona minum dulu kami tau kalian pasti haus setelah jerit menjerit tadi!" disodorkannya dua botol minuman.

__ADS_1


Tapi yang membuat Gilbert dan Naura langsung menutup mulut dengan tangan masing-masing adalah, darimana para anggota group Limson itu mengetahui adanya jeritan tadi? Apa sangat kencang sekali? Padahal seingat Naura dan Gilbert, keduanya menjerit biasa saja tidak begitu kencang.


"Da-darimana kalian tau adanya jeritan? Perasaan baku dan Nola pelan tadi, eh maksudku kami untuk apa kami menjerit seperti yang kalian katakan?" Gilbert malah salah tingkah.


"Emhh Tuan memang kalau sedang merasakan indahnya melayang ke puncak nirwana suka tidak menyadari kalau bibir kita sudah terlalu kencang menjerit ya!" ledek salah seorang anggota group Limson..


Ckckckck..


Mereka malah semakin menertawakan Gilbert dan Naura, keduanya jelas terlihat mati gaya saat ini dan tidak dapat lagi membantah soal jeritan yang para anggota group Limson itu dengar, karena memang begitulah kenyataan tidak lengkap rasanya jika tidak ada jeritan.


"Sit, sudahlah kalian seperti tidak pernah saja! Aku akan pulang sekarang, aku takut Nola masuk angin bila terlalu lama diluar malam hari begini,"


"Baik Tuan, hati-hati dijalan! Nona semangat!"


Keisengan para anggota group Limson benar-benar membuat Naura dan Gilbert buru-buru masuk kedalam mobil, apalagi kedua pipi Naura sangat memerah seperti kepiting rebus.


Naura tidak menyangka jika jeritannya kencang sekali.


"Dady, ini semua karena Dady tau kita jadi bahan ledekan anggota group Limson di sana!"


"Kenapa menyalahkan Dady, kau yang terlalu menikmatinya sehingga tanpa sadar sampai menjerit kencang!"


"Itu karena Dady menye sapnya terlalu kuat, wanita mana yang tidak menjerit-jerit jika dibuat seperti itu!"


Gilbert pun tersenyum karena dia sadar memang permainannya terlalu liar untuk pemula seperti Naura, tetap saja keduanya pun tak memungkiri bahwa kini akan ada kerinduan untuk melakukannya kembali.


Mungkin konfliknya belum ada ya sekarang masih yang manis-manisnya dulu, tapi nanti engga akan lama lagi konfliknya akan dimulai jadi ikutin terus ceritanya ya guys,😌😌😌

__ADS_1


__ADS_2