
Sabia pergi terlebih dahulu bersama dengan teman-temannya untuk nongkrong disalah satu cafe, sementara Naura menunggu kedatangan Gilbert di halaman kampus. Tak berselang lama, mobil Gilbert pun tiba di halaman kampus. Gilbert pun turun dari mobil lalu menghampiri Naura.
"La, maaf Dady terkena macet tadi!"
"Maaf? Aku menunggu Dady 5 menit loh, apa cuma dapat kata maaf saja?"
"Lalu apa yang harus Dady lakukan agar kau memaafkan Dady?"
"Buat aku menjerit seperti kemarin," bisik Naura.
"Memang sudah tidak sakit?"
"Masih sedikit, tapi nanti juga akan terlupakan rasa sakitnya,"
"Cih, dasar gadis nakal,"
"Tapi Dady suka kan kalau Nola nakalin Dady?"
"Jangan hari ini sayang, Dady harus ke dermaga untuk cek pengiriman senjata dan barang lainya,"
"Dady sudah janji,"
"Iya tapi ini diluar rencana, nanti lusa atau weekend kita bisa lebih puas jika waktunya lama!"
"Tidak mau,"
"Nola, please Dady sibuk sekali setelah mengantar mu pulang Dady harus buru-buru ke dermaga!"
"Kalau begitu bawa Nola ke sana, kalau Dady tidak mau ya sudah lebih baik aku ikut Sabia nongkrong saja,"
"Jangan dong La,"
Gilbert memang paling tidak suka jika Naura nongkrong di cafe, cafe-cafe di kota ini sangat ramai oleh anak-anak muda sehingga akan banyak para lelaki yang pastinya akan mendekati Naura seperti saat Naura masih SMA, Naura sangat sering digoda oleh para laki-laki jika sedang nongkrong dengan teman-temannya, maka dari itu Gilbert tidak pernah lagi membiarkan Naura pergi nongkrong.
Dan Naura tau kelemahan Gilbert, dia tidak akan menolak jika sudah diancam seperti itu.
"Oke kau ikut dengan Dady,"
"Asik!"
Keduanya masuk kedalam mobil menuju dermaga, sebenarnya Naura melihat Gilbert kadang sangat kasihan sekali Gilbert tidak pernah beristirahat sama sekali, pagi sampai sore dia sibuk di kantor perusahaan iklan, sementara sore sampai jam 23.00 malam Gilbert pasti mengurus markas atau dermaga seperti yang akan dilakukan malam ini.
Sedangkan lebih larut lagi Gilbert akan mengunjungi casino dan bar milik keluarga Limson, mengecek laporan keuangan, mengatur jadwal judi para tamu VVIP belum lagi permintaan para tamu VVIP yang selalu aneh-aneh dan bervariasi seta banyak lagi yang lainnya yang harus Gilbert urus.
"Dad, apa kau tidak cape?"
"Capek?"
__ADS_1
"Iya pagi ketemu pagi kerja terus, Dady juga kan butuh istirahat di rumah!"
"Dady tidak memiliki alasan untuk pulang ke rumah Nola, apalagi sebelum ada Bia tidak ada yang menunggu Dady pulang!"
"Kalau begitu nikahi aku, maka aku akan terus menunggu Dady pulang!"
"Cih, kelinci nakal kau tidak dengar dimeja makan kemarin sepertinya orangtuamu belum bisa melepaskan mu sekarang ini La, kita harus bersabar menjalani hubungan diam-diam hingga kau lulus kuliah nanti,"
"Tidak mau, itu terlalu lama Dad, apa Dady tidak berani melawan Dady ku?"
"Bukan tidak berani, tapi ayahmu adalah orang yang sangat Dady sayangi, Dady hanya tidak mau mengecewakannya La, walaupun nantinya dia juga pasti akan kecewa berat ketika mengetahui semua tentang kita,"
Benar juga kata Dady Gilbert jika dipikir lagi, bagaimana nanti jika orangtunya mengetahui sudah sejauh ini hubungannya dengan Gilbert, mereka pasti tidak akan merestuinya karena perbedaan usia yang sangat jauh.
Tapi bukan Naura jika menyerah begitu saja, sampai akhir Naura bersumpah terhadap dirinya sendiri bahwa akan memperjuangkan hubungan ini.
Akhirnya Gilbert dan Naura tiba di dermaga, disana hanya ada sedikit orang saja sementara barang-barang milik group Limson yang akan dikirim sangatlah banyak sehingga berjejeran kontainer-kontainer besar di dermaga tersebut.
Digandengnya tangan Naura oleh Gilbert, membuat beberapa anggota group Limson yang sudah mengetahui hubungan keduanya langsung tersenyum melihat keromantisan Gilbert.
"Mirip seperti truk kontainer," sindir anggota group Limson.
"Iya ya, sama-sama gandengan terus!" ledek anggota yang lain.
"Sit, kalian kembali bekerja sana!"
Ckckckck...
"Oke,"
Gilbert menerima list barang-barang yang akan dinaikkan kedalam kapal, dan harus memeriksa sample barang di kontainer terlebih dahulu kondisi fisik barangnya apakah sudah sesuai.
"Nola, Dady akan berkeliling sebentar!"
"Ikut Dad,"
"Ya sudah!"
Naura mengikuti Gilbert masuk diantara kontainer-kontainer barang-barang yang akan dikirim. Terlihat Gilbert sangat serius sekali jika sedang bekerja sampai lupa ada Naura disampingnya.
"Dad, serius sekali!" satu tangan Naura memegangi tangan Gilbert yang sedang melihat list barang.
"Harus selesai cepat karena akan dikirim!"
"Tapi dingin juga ya Dad, Nola butuh kehangatan, boleh peluk engga Dad?"
"Pakai jaket Dady,"
__ADS_1
"Tidak mau, maunya peluk,"
"Sayang, jika kau terus bersuara manja begini Dady tidak bisa fokus,"
"Kenapa tidak bisa fokus?"
"Karena fokusnya jadi ketempat lain,"
"Kemana Dad, katakan?"
Dijatuhkannya list barang itu dari tangan Gilbert kebawah, lalu Gilbert pun mendorong tubuh Naura hingga bersandar pada kontainer yang berada dibelakangnya.
Di lu matnya bibir sensual Naura oleh Gilbert dengan sangat rakus karena sudah merupakan candu bagi Gilbert.
Ciuman yang begitu luar hingga saling me lu mat ditengah-tengah angin malam yang begitu menusuk kedalam tubuh.
Kedua tangan Gilbert sudah meraba dengan kasar paha mulus Naura, hingga tak sabar lagi karena sudah mengetahui rasanya Gilbert menurunkan ce la na da lam Naura tanpa melepaskan rok mini yang dikenakan oleh Naura.
Celana itu jatuh begitu saja kebawah sehingga bagian inti Naura tidak memiliki penghalang apapun lagi, sementara kedua tangan Naura langsung peka dengan menaikkan rok mininya agar tidak menghalangi bagian intinya yang sudah polos.
"Ah Dad,"
"Kau ketagihan,"
"Sangat Dad, lalukan lagi Dad aku sudah sangat ingin sejak tadi siang!"
"Hasratt mu tinggi sekali Nola, membuat ga i rah Dady tidak bisa Dady kendalikan lagi!"
Satu tangan besar Gilbert meraba bagian inti Naura, memainkannya sesuka hati hingga Naura pun me le nguh nikmat. Diusap-usapnya dengan lembut bagian inti itu oleh Gilbert, tapi semakin lama mengusap lembut bagian inti Naura, semakin Gilbert ingin lebih liar memainkannya.
Dimasukannya satu jari tengah Gilbert kedalam bagian inti Naura yang masih super sempit itu, hingga Naura pun menjerit kecil.
"Ah Dad, kau memasukkan apa Dad? Ah, emthh Dady,"
"Baru satu jari sayang, terasa tidak sayang?"
"Iya Dad, terasa ahh Dad enak emthh lagi Dad lagi,"
Naura benar-benar sudah sangat ketagihan oleh semua sentuhan Gilbert terhadap tubuhnya, sampai-sampai apapun yang dilakukan oleh Gilbert pasti Naura menyukainya.
"Kau suka?"
Jari tengah itu mulai keluar masuk dari bagian inti Naura, membuat Naura pun mengeluarkan suara-suara serak nan manja akibat perbuatan Gilbert.
"Ah suka Dad, ini enak ahh Dad terus ahh,"
"Buka lebih lebar lagi pangkal paha mu Nola,"
__ADS_1
"Iya Dad, ahh emmttthh Dad,"
Naura menurut saja ketika Gilbert memintanya membuka pangkal pahanya lebih lebar lagi, posisi berdiri seperti ini tentu saja baru dirasakan oleh Naura sampai-sampai kedua kakinya sangat bergetar lemas menopang tubuhnya Nyang sedang penuh dengan ga i rah.