
Gilbert ingin kembali berciuman dengan Naura untuk mengawali sebelum bagian intinya dia terobos sampai dalam, karena ini adalah kali pertama untuk Naura sehingga Gilbert ingin membuatnya senyaman mungkin.
Bagaimana pun bagi seorang perempuan jika melakukan untuk pertama kalinya pasti rasanya akan tetap sakit, tapi jika diawali dengan hasratt wanitanya sangat tinggi maka akan mengurangi kesakitan saat melakukannya.
"Sayang, serius tubuhmu membuat Dady merasakan kembali seperti muda, kau sangat membuat Dady berg a i rah Nola," Gilbert menciumi leher Naura dan semakin atas untuk menjangkau bibir Naura.
Tok.
Tok.
Tok.
"Tunggu sebentar nyonya Leya, saya yakin kok Tuan Gilbert ada di dalam kamarnya!" ujar pelayan yang mengantar Leya untuk menemui Gilbert.
Kembali diketuknya pintu kamar itu, sehingga terpaksa Gilbert pun harus menghentikan aktivitas yang sangat menyenangkan itu.
"Dad, siapa itu?"
"Mungkin pelayan, kau tunggu disini ya!"
"Iya, tapi jangan lama-lama ya Dad,"
"Kenapa?"
"Udah emthhh lembab banget,"
Gilbert malah tersenyum sambil mengedipkan sebelah matanya mendengar perkataan Naura, gadis itu selalu bisa mematahkan pertahanan kokoh Gilbert dan menyeret Gilbert masuk kedalam ga i rah yang menggebu-gebu.
Klek.
Pintu dibuka hanya sedikit oleh Gilbert, terlihat seorang pelayan dan Leya rupanya yang berada dibalik pintu.
"Maaf Bert apa aku mengganggu mu?"
Naura yang masih berada diatas ranjang mendengar suara seorang perempuan, dan dia hafal itu adalah suara Leya!
"Bibi Leya? Mau apa dia kemari?"
Tak ingin Naura melihat Leya dan begitupun sebaliknya, Gilbert buru-buru menutup pintu kamarnya lalu mengajak bicara Leya setelah pintu kamarnya tertutup.
"Maaf Tuan, tadi nyonya Leya ingin bicara penting untuk itu saya antar kesini!"
"Ya, tidak apa-apa kau kembali bekerja saja,"
"Baik Tuan, permisi," pelayan pergi meninggalkan Gilbert dan Leya yang masih betah berdiri.
__ADS_1
"Mau duduk dulu?"
"Ow, iya boleh,"
Keduanya duduk dikursi yang berada di dekat kamar Gilbert.
"Ada apa Leya?"
"Aku melihat postingan foto Sabia jadi aku buru-buru kesini, apa benar dia mendapatkan hadiah mobil semahal itu dari Nick?"
"Ya, seperti yang sudah Nick katakan bahwa dia akan memberikan hadiah untuk Sabia,"
"Tapi Bert, itu terlalu berlebihan dan sangat mahal lebih baik kembalikan saja mobilnya!"
"Bia sangat senang dengan mobil barunya lagipula Nick sudah memberikan itu dengan tulus, tidak apa-apa Leya,"
"Kau ini Bert kenapa tidak berdiskusi dulu denganku?"
"Maksudnya? Untuk apa berdiskusi untuk hal kecil begini, aku pikir itu tidak perlu Leya,"
"Dalam hal sekecil apapun kita harus selalu berdiskusi untuk anak kita Bert, jadi aku harap kedepannya apapun itu bicarakan dulu denganku,"
"Oke,"
Tak ingin berdebat lebih lama lagi, karena ada Naura yang sudah menunggunya terlalu lama. Tapi tidak ada tanda-tanda Leya akan berpamitan.
"Apa Bia masih lama pulang dari cafe?"
"Entahlah, namanya anak muda mungkin bisa jadi sangat malam,"
"Apa kau keberatan jika aku menunggunya terlebih dahulu, siapa tau dia pulang dalam waktu dekat!"
Padahal Gilbert sudah sangat gemas sekali ingin mengusir Leya dari rumahnya karena ini bukan saat yang tepat untuk menunggu Sabia. Ada hal penting yang harus dituntaskan selain menemani Leya menunggu Sabia, tapi bagaimana cara menolaknya, Gilbert pun berpikir keras.
Sementara didalam kamar Gilbert, saat ini Naura sudah mondar-mandir sambil menggigit kuku-kukunya karena gelisah Gilbert malah sangat lama bersama dengan Leya.
"Mereka sedang apa di sana? Kenapa lama sekali, Dad kau benar-benar membuatku kesal!"
Naura sudah memasang wajah bad mood dan sudah ingin meluapkan kekesalannya pada Gilbert, tapi Gilbert tak kunjung datang juga.
"Masa aku harus keluar, lalu aku bertanya didepan bibi Leya? Dady kau sedang apa kenapa lama sekali? Itu hal bodoh, bisa-bisa bibi Leya berpikir aku dan Dady telah melakukan sesuatu karena aku berada didalam kamar Dady!"
"Tunggu, bukankah memang aku sudah melakukan sesuatu dengan Dady? Oh my God," Naura terus berbicara sendiri dan kembali terbayangkan saat wajah Gilbert dibawah bagian intinya lalu melakukan semua hal itu pada bagian intinya.
Rasanya begitu luar biasa seperti digelitik oleh jutaan kumbang dibagian intinya. Kegelisahan Naura sama juga dirasakan oleh Gilbert, ketika sudah dalam mode mengeras sekeras tongkat besi yang berdiri tegak, sangatlah tersiksa bila harus ditunda seperti ini, duduk Gilbert pun sangat gelisah sehingga posisinya berubah-ubah.
__ADS_1
Tadi kaki ditumpang keatas kaki satunya lagi, dan sekarang kedua kaki rapat, membuat Leya pun penasaran kenapa posisi duduk Gilbert berubah-ubah terus.
"Kau kenapa Bert?"
"Am ini sebenarnya aku sedang buru-buru, lagipula Leya sepertinya Bia kalau nongkrong di cafe itu memakan waktu yang lama dia tidak mungkin pulang dalam waktu dekat!"
Saat ini Gilbert berharap semoga Leya mengerti dan paham dengan bahasa pengusiran yang halus itu.
"Ow, oke jadi apa sebaiknya aku pergi sekarang?"
"Ya, sepertinya kau harus pergi sekarang karena aku sedang ada urusan,"
"Urusan didalam kamar?"
"Am, sebenarnya aku sedang menahan untuk pergi ke toilet,"
"Kenapa tidak katakan sejak tadi, ya ampun maaf ya kau jadi harus menahan selama ini! Ya sudah, aku pergi sekarang dan kalau boleh aku minta tolong, ketika Bia kembali minta dia untuk datang ke rumahku!"
"Oke, akan aku sampaikan,"
"Kalau begitu maaf sudah mengganggu waktu ke toilet mu, dan aku permisi pulang dulu Bert, sampai jumpa!"
"Ya, sampai jumpa Leya,"
Melihat wajah Gilbert gelisah seperti tadi,.Leya jadi terkenang saat-saat muda dulu! Biasanya wajah yang ditampilkan Gilbert saat ini, adalah wajah ketika gagal melakukan adegan ranjang dengannya karena ada gangguan yang tak terduga.
"Tapi tidak mungkin Gilbert sedang gelisah akibat gagal melakukan sesuatu diatas ranjang, dia kan tidak sedang berkencan dengan siapapun dan tidak ada wanita di rumah ini!
"Kalau dipikir-pikir, meskipun dia sudah tua ketampanannya masih sama seperti 15 tahun silam, astaga kenapa aku harus mengingat-ingat masa dulu si," Leya buru-buru menghilangkan pikiran-pikiran tersebut.
Setelah Leya pergi rasanya sangat lega sekali, Gilbert buru-buru memasukinya kamarnya kembali saat masuk kedalam kamar, Naura sudah memakai tasnya.
"Loh La, kau mau kemana?"
"Dady masih bertanya aku mau kemana, setelah Dady berkencan dengan bibi Leya selama itu? Lebih baik Nola pulang Dad,"
Naura buru-buru berjalan hendak meninggalkan kamar Gilbert, tentu saja Gilbert meraih tangan Naura dan menahannya agar tetap didalam kamar ini.
"Nola, maaf tadi Leya mengajak Dady berbicara tapi sekarang dia sudah pulang dan hanya ada kita berdua disini," Gilbert membelai mesra rambut terurai Naura.
"Apa Bibi Leya masih mengharapkan Dady? Kenapa dia selalu menemui Dady? Apa tidak bisa Dady menjaga perasaan ku? Dady saja tidak suka jika ada laki-laki lain yang mengajak aku bicara, apa aku juga tidak berhak marah ketika Dady mau diajak bicara oleh bibi Leya selama itu?"
Maaf ya maak baru up, dan baru sebiji nanti dua lagi di up lumayan malam dan pokoknya jangan sampai terlewatkan 😄 seperti biasa bocil bobo duluan dulu ya, biar para-para pecinta lobak aja yang nanti malam begadang baca part selanjutnya 🤫
__ADS_1