Putri Kecil Pemuas Dady

Putri Kecil Pemuas Dady
Bab 71


__ADS_3

Karena tidak ingin momy Lindsey curiga jika Gilbert tetap berada di kediamannya terus, akhirnya Gilbert memutuskan untuk pergi ke markas group Limson dan akan mencoba menghubungi Naura lagi ketika nanti sampai di markas.


Di kediaman Gilbert!


Seorang pelayan mengetuk pintu kamar Sabia.


Tok.


Tok.


Tok.


Baru saja selesai mandi Sabia segera membukakan pintu kamarnya.


Klek.


"Ada apa?"


"Ada tamu nona,"


"Tamu, siapa?"


"Dia tidak mau disebutkan namanya,"


"Oke, biar aku temui langsung!"


Sabia akhirnya turun ke lantai satu rumah untuk bertemu tamu yang tidak mau disebutkan namanya itu, punggung seorang laki-laki yang cukup familiar bagi Sabia berada membelakangi arah datangnya Sabia saat ini.


"Hai," sapa Sabia sambil tersenyum manis.


Laki-laki tampang yang memiliki punggung lebar dan tegap langsung berbalik begitu mendengar suara Sabia.

__ADS_1


"Kau masih bisa tersenyum santai seperti ini?" tanya Mr Zie.


Karena semalaman Mr Zie gelisah tidak bisa tidur, makan pun tidak enak bahkan hari ini Mr Zie tidak mengajar ke kampus akibat kejadian malam itu.


"Astaga Mr, kau tadi tidak mengajar ku pikir Mr sakit, tau-tau malah datang ke rumahku! Ngomong-ngomong darimana Mr tau alamat rumahku?"


Sabia duduk disofa ruang tamu sambil menyilangkan kaki dan memainkan rambut panjang terurainya, persis seperti seorang wanita yang sedang menggoda seorang pria.


"Tidak penting aku tau darimana, Sabia kau dengar hidupku jadi kacau karena dirimu!"


"Tenang Mr, duduk dulu kita bicara santai dulu jangan marah-marah lagipula kenapa hidupmu kacau gara-gara aku,"


"Apa kau lupa dengan kejadian itu malam itu?"


"Iya aku lupa!"


"Kau lupa? Bahkan ingatan tentang malam itu terus terngiang-ngiang dalam pikiran ku,"


"Itu urusan Mr, karena aku sudah lupa dan sebaiknya Mr juga lupakan itu,"


"Mr disini yang jadi korban itu aku jadi berhentilah merengek,"


"Kalau begitu ikutlah denganku,"


"Ikut kemana?"


"Bertemu tunangan ku dan katakan bahwa kau menjebak ku maka aku akan memaafkan kejadian ini,"


"Oh my God, aku seperti sudah memper kosa seorang gadis kenapa urusannya jadi runyam seperti ini," kata Sabia.


Huhhh..

__ADS_1


Tapi tak ingin Mr Zie terus menerus menuntut tanggungjawab darinya, akhirnya Sabia pun mau menuruti permintaan Mr Zie untuk bicara jujur pada tunangannya.


"Mr, kalau boleh aku tau kenapa kau mau berkata jujur tentang kejadian itu pada kekasih mu? Padahal kau kan seorang pria, kau tidak katakan juga tunangan mu tidak akan tau jika kau sudah pernah melakukannya denganku?"


"Aku selalu memulai apapun dengan kejujuran dan ketulusan, karena itu aku tidak mau menutupi kejujuran ini dari tuanganku dia wanita terbaik yang dikirim Tuhan untukku, aku tidak mau sampai ada kebohongan diantara kami,"


Mendengar penjelasan dari Mr Zie membuat Sabia mengangumi sosok laki-laki itu, selama ini yang Sabia tau laki-laki itu semua breng sek apalagi Sabia lahir tanpa seorang ayah disisinya, tapi setelah bertemu dengan Mr Zie dan mengenal dia lebih jauh, barulah Sabia sadar jika tidak semua laki-laki itu breng sek.


"Aku akan ikut denganmu Mr aku juga akan jelaskan bahwa itu kesalahan ku, kapan kita menemui tunangan mu?"


"Sabtu mungkin, bagaimana kau bisa?"


"Oke aku bisa,"


Setelah Sabia mau menuruti permintaannya, sekarang kebencian Mr Zie terhadap Sabia sudah jauh lebih berkurang. Mr Zie pun pergi meninggalkan kediaman Sabia dengan perasaan lega.


Malam harinya di markas group Limson!


Semua pekerjaan di markas satu pun tidak ada yang disentuh oleh Gilbert, apalagi Gilbert harusnya malam ini mengecek stok bahan baku barang yang akan dipasarkan Minggu besok di gudang dan seharusnya Gilbert juga pergi ke pabrik pembuatan group Limson untuk mengontrol barang yang sudah diproduksi.


Akan tetapi masalahnya dengan Naura membuat Gilbert malas melakukan aktivitas apapun, pikirannya semakin menggila ingin bertemu dengan Naura.


"Sit, aku tidak bisa hanya diam seperti ini! Lebih baik aku menemuinya sekarang," gumam Gilbert.


Karena bertemu baik-baik dengan Naura pasti tidak akan bisa, Gilbert terpaksa mengambil jalan extream yang jelas dia harus bertemu dengan Naura malam ini juga.


Tiba di halaman rumah kediaman Naura, waktu menunjukkan pukul 23.00 malam.


Gilbert membawakan pizza untuk diberikan kepada security yang berjaga di kediaman Naura, tentu saja pizza tersebut sudah diberikan obat tidur agar security tidur dan tidak menggangu jalannya rencana Gilbert.


Tak sampai lima menit obat tidur itu langsung bereaksi dan kedua security sudah mulai memejamkan kedua matanya, Gilbert keluar dari mobil lalu menuju ke halaman samping kanan lalu mengambil tangga yang tergeletak didekat pos security.

__ADS_1


Dad mau ngapain malam-malam ngambil tangga, duh mau manjat dinding apa mau manjat yang Laen???🥱 mendung guys disini, apakah di kediaman Naura juga mendung ya? Kalau gitu Cakung beksi ya ges ya🤫



__ADS_2