Putri Kecil Pemuas Dady

Putri Kecil Pemuas Dady
Bab 68


__ADS_3

Di sore harinya kediaman Mr Zie!


Secara perlahan Mr Zie membuka kedua matanya tetapi merasa tubuhnya justru terasa lebih enteng seperti telah melakukan olahraga. Diliriknya gordeng dijendela kamar yang sudah terlihat terang oleh sinar matahari.


Tapi Mr Zie mengingat-ingat kembali sesuatu yang janggal terjadi pada dirinya semalam, tadi malam Mr Zie ingat betul Sabia datang ke rumah ini dan memakan spaghetti kemudian setelah itu Mr Zie kesulitan mengingat.


Pada saat menengok kesebelah kirinya, betapa terkejutnya Mr Zie melihat sosok wanita satu selimut dengannya.


"Sit apa ini?"


Mr Zie langsung beringsut turun dari ranjang, namun mendapati dirinya sendiri bagaikan sebuah toples yang polos tanpa sesuatu apapun menutupi tubuhnya.


Buru-buru Mr Zie memunguti pakaiannya yang tercecer dibawah, saat memunguti pakaiannya Mr Zie kembali dikejutkan oleh kain segitiga berwarna ungu yang diyakini itu adalah celana da lam milik Sabia.


Belum selesai sampai disitu saja, kepala Mr Zie bergeleng-geleng mendapati kaca mata busa penutup melon import yang berwarna senada dengan kain segitiga.


"Sial, apa lagi ini,"


Mr Zie mengusap kasar wajahnya sendiri dan segera memakai kembali pakaiannya, setelah selesai memakai pakaiannya kembali buru-buru Mr Zie membangunkan Sabia yang masih belum sadarkan diri akibat gempuran yang dia terima semalam.


"Hei bangun!" menggoyangkan tubuh Sabia..


Hmmm...


"Bangun!!! Cepat bangun!"


Sabia akhirnya membuka kedua matanya, dan mendapati wajah Mr Zie berada dihadapannya.


"Pagi Mr," dengan santai kemudian mengambil posisi duduk.


"Pagi kau bilang? Kau lihat, ini sudah sore!" Mr Zie menunjuk kearah jam dinding.


"Oh my God, Dady pasti mencari ku Mr! Maaf aku harus buru-buru pulang!"


Disingkirkannya selimut yang menutupi tubuh polosnya dihadapan Mr Zie, membuat kedua bola mata Mr Zie memutar menyaksikan Sabia polos dalam keadaan sadar dihadapannya.


"Sit, apa yang kau lakukan?"

__ADS_1


"Apa lagi memangnya, tentu saja pakai baju!"


Sabia memunguti pakaiannya sementara Mr Zie masih memalingkan wajahnya,. melihat Mr Zie memalingkan wajahnya karena tidak mau melihat tubuh polos Sabia, langsung membuat Sabia geli.


"Mr, semalam kau bahkan sudah bergerak diatas tubuh polos ku ini, jadi untuk apa sekarang kau tidak mau melihatnya?"


Mendengar pengakuan Sabia membuat Mr Zie berusaha mengingat setelah kejadian memakan spaghetti itu, tak kunjung bisa mengingat kejadian setelah itu Mr Zie mencengkram lengan Sabia.


"Katakan apa yang terjadi semalam?"


"Lepaskan dulu, aku belum selesai memakai pakaian ku!"


Dilepaskannya dulu tangan Sabia oleh Mr Zie agar dia bisa menyelesaikan memakai lengkap pakaiannya. Mr Zie terlihat frustasi karena dia belum pernah melakukannya pada wanita.


"Mr kau kenapa? Tubuhmu gemetar seperti itu?"


"Jelaskan padaku kenapa aku dan kau bisa tidur dengan posisi te lan jang diatas ranjang yang sama?"


"Main catur Mr,"


"Ya menurut Mr, seorang gadis dan seorang laki-laki dewasa tidur dalam keadaan polos seperti ini diatas ranjang yang sama melakukan apa jika bukan melakukan sebuah penyatuan?"


Sabia terlihat bersiap-siap untuk meninggalkan kamar Mr Zie karena dia harus pulang.


"Tidak mungkin, kau mau kemana?" Mr Zie menghalangi langkah kaki Sabia.


"Aku mau pulang! Kenapa Mr mau memompa tubuhku lagi seperti semalam? Cukup Mr aku tidak sanggup kau terlalu buas,"


"Sit, jelaskan padaku semalam tidak terjadi apapun kan? Aku tidak mungkin melakukan hal seperti itu pada wanita,"


"Tidak mungkin bagaimana? Kau bahkan sangat kasar dan liar melakukannya, seperti harimau buas yang menyantap mangsa segar,"


"Stop! Kau keterlaluan Sabia, aku tidak mungkin melakukan itu,"


"Ya Tuhan, jangan bilang itu adalah yang pertama untuk mu Mr?"


"Selama ini aku tidak pernah melakukan hubungan sejauh itu dengan wanita,"

__ADS_1


"Aku tidak percaya umur Mr kan sudah 30 tahun, masa iya Mr tidak pernah dan masih perjaka?"


"Karena itulah kenyataannya, aku selalu menonton video dan bersolo karier jika aku sedang ingin, jadi aku tidak mungkin melakukan itu padamu!"


Ckckckck..


"Mungkin lobak Mr itu sudah gatal dan bosan kalau bersolo karier terus, jadi dia memilih lubang ku malam ini,"


"Diam! Kau harus tanggungjawab dengan semua yang terjadi,"


"Tanggungjawab? Mr mau aku menikahi Mr begitu?" Sabia malah terus meledek.


"Sit, aku tidak mau hilang perja ku karena mu,"


Karena memang Mr Zie mempunyai keinginan untuk melakukannya dengan istrinya nanti ketika dia sudah menikah, dengan tunangannya saja Mr Zie tidak sampai memasukkan miliknya, hanya jari saja yang dia gunakan untuk memuaskan tunangannya.


"Mr aku harus pulang,"


Sabia tak lagi peduli dengan sikap menyesal yang ditunjukkan boleh Mr Zie padanya, menurut Sabia semalam bahkan Mr Zie tampak seperti seseorang yang profesional tanpa henti menghentakkan miliknya hingga membuat Sabia kewalahan dan lemas hingga saat ini.


Setelah Sabia pergi meninggalkan kediamannya, Mr Zie masih duduk termenung dibibir ranjang sembari menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangannya.


Ingatannya tentang kejadian malam hari itu muncul secara perlahan, Mr Zie mengingat bagaimana dia merasa hasrattnya naik berkali-kali lipat setelah makan spaghetti.


"Oh my God, aku sudah berbuat gila dengan mahasiswi ku sendiri? Aku menidurinya,"


Kembali Mr Zie mengingat bagaimana rasanya begitu nikmat saat dirinya memasuki Sabia, bahkan Mr Zie kembali merasakan kenikmatan itu ketika mengingatnya sekarang, ingatan itu menampilkan bagaimana Sabia sudah ketar ketir melayaninya semalam tetapi Mr Zie terus memompa tubuh Sabia hingga menjerit-jerit.


"Semalam itu pasti bukan aku!!! Pasti ada roh jahat yang merasuki tubuhku sampai aku tidak bisa menahan hasratt ku pada Sabia, ini sangat tidak masuk akal!" Gumam Mr Zie.


Sumpah othor kasihan sama Mr Zie kayanya dia engga rela banget perjakanya diambil sama Sabia padahal dia sama tunangannya pengen melakukan itu setelah nikah, malah ambyar gara-gara semalam.


Ini Visual Mr Zie ya, untuk usia 30 tahun apa masuk Visualnya???



__ADS_1


__ADS_2