
Kedua tangan Naura bahkan seperti tangan seekor semut yang kecil sehingga meskipun Naura berusaha memukul-mukul tubuh Jazz dengan tangannya, Jazz yang kekar tentu hanya merasa pukulan itu hanyalah sebuah colekan manja dari Naura.
"Oke anak manis, sentuhan mu benar-benar membangunkan kejantananku sayang!"
Dijambaknya rambut terurai Naura agar Naura mau segera turun dari mobil, ditariknya rambut panjang Naura itu hingga mau tidak mau Naura pun turun dari mobil.
"Tuan Lihat!" salah seorang anggota Salvator berteriak dan menunjuk Gilbert dan para anggota group Limson yang sudah tiba di halaman mansion mewah itu.
"Kita kedatangan tamu rupanya!"
"Dady," wajah Naura langsung sumringah ketika melihat Gilbert datang untuk menyelamatkannya, padahal Naura berpikir Gilbert akan berada disisi Sabia karena Sabia menderita luka tembak serius.
Tak pernah disangka oleh Naura, ternyata Gilbert justru datang menyelamatkannya. Gilbert turun dari motor gedenya begitu juga para anggota group Limson yang turun dari mobil mereka.
Anggota group Salvator langsung berancang-ancang untuk menembak, membuat Gilbert berjalan sambil tertawa.
"Ada tamu tak diundang rupanya!" kata Jazz sambil mengayunkan tangannya untuk memberikan kode agar para anggotanya tak dulu menembak.
Diposisi yang sama anggota group Limson pun sudah siap dengan pistol mereka.
Hahaha...
"Jazz tidak aku sangka kau sangat pengecut sekali, keahlian mu selama ini hanyalah bersembunyi karena takut menghadapi ku dan sekarang, haruskah melibatkan wanita dalam hal ini?"
"Aku tidak melibatkan wanita dalam hal ini, tapi aku yakin kau pun tidak memungkiri bukan? Kejantanan kita butuh untuk diasah, dan Naura adalah tempat aku mengasah kejantanan ku, aku yakin rasanya begitu rapat dan menjepit!"
Mendengar ternyata Jazz mengincar Naura bukan hanya sekedar menawan agar memancing dirinya dan Domanick datang, tapi ternyata Jazz menginginkan Naura menjadi budak ranjangnya! Membuat kesabaran emosi dalam diri Gilbert kian meletup-letup.
"Hadapi aku! Kau tidak berani satu lawan satu?"
"Dengan tangan kosong?" tanya Jazz.
Akhirnya Gilbert dan Jazz sepakat menggunakan tangan kosong begitu juga dengan para anggota group Limson dan para anggota Salvator yang menurunkan senjata mereka dan bertempur menggunakan tangan kosong.
Hiya..
Serang...!!!
Perkelahian anatara Jazz dan Gilbert serta kedua group pun terjadi.
Bum..
Bum..
Naura hanya bisa bersembunyi dibalik mobil melihat peristiwa mengerikan itu didepan kedua matanya. Semua saling serang dan saling memberikan bogem mentah untuk bisa saling mengalahkan.
Gilbert dan Jazz memiliki pertarungan yang begitu sengit dan menarik, keduanya saling memberikan pukulan meskipun bagi Gilbert ilmu berkelahi Jazz jika satu lawan satu begini jelas jauh dibawahnya.
Bum.
__ADS_1
Bum..
Bught..
Tendangan kaki kiri Gilbert mendarat sempurna ditulang pipi Jazz hingga tubuh laki-laki tua itu terpelanting jatuh ke tanah.
"Ayo bangun! teriak Gilbert yang sudah sangat menggebu-gebu ingin menyiksa Jazz hingga dia merasa lebih baik mati daripada hidup di dunia.
Dilihatnya oleh Jazz para anggota Salvator pun berhasil dikalahkan oleh para anggota group Limson, mereka semua berjatuhan ke tanah dengan luka yang beragam.
"Tuan," salah satu anggota group Limson bertanya kelanjutan dengan para anggota Salvator yang sudah tumbang.
Gilbert mengangguk artinya habisi mereka tanpa ampun, dan hal itu langsung dilakukan oleh para anggota group Limson.
Hiya...
Habislah kalian!!
Bam..
Bam..
Tap.
Tap.
Tap.
Hiya..
Bam.
Bam.
Keduanya kembali saling serang, kali ini Gilbert memberikan pukulan hingga bertubi-tubi dibagian dada Jazz hingga wajahnya, darah dari hidung dan mulut Jazz sudah mulai bercucuran.
Hingga tendangan kaki Gilbert yang terkahir membuat tubuh Jazz kembali ambruk ke tanah dengan posisi wajah yang sudah tertutupi kucuran darah dari hidung dan mulutnya.
Naura berlari kearah Gilbert untuk memeluknya begitu melihat Jazz sudah tidak berdaya.
"Dady," terisak tangis.
"Kau tidak apa-apa?"
Naura mengangguk dan sama sekali tidak merasa takut karena ada Gilbert disini.
Gilbert pun melepaskan pelukan Naura karena pekerjaannya belum selesai, dihampirinya Jazz yang sudah tidak memiliki tenaga lagi untuk bangkit dengan kakinya Gilbert menginjak kencang bagian dada Jazz membuat Jazz pun berteriak kesakitan.
Aaaaa....
__ADS_1
"Itu untuk Emilia (mendiang istri Gilbert) yang kau bu nuh!"
Gilbert pun mengambil pistol dari tanah, kemudian diraihnya pinggul Naura oleh Gilbert hingga kedua tangan Naura pun melingkar dileher Gilbert.
"Jangan melihat kearah laki-laki itu!"
Naura mengangguk dalam pelukan Gilbert, Naura memalingkan wajahnya kebelakang agar tidak melihat Jazz.
Setelah itu Gilbert langsung menembakkan pistol yang sudah dia pegang ke punggung depan Jazz tepat seperti luka tembak yang didapatkan oleh Sabia.
Dor...
"Itu untuk Sabia anakku!"
Aaaaa...
Tak cukup sampai disitu saja, Gilbert memanggil salah satu anggota group Limson untuk membawakan senjata tajam padanya, menunggu senjata tajam sampai ditangannya Gilbert melihat kedua mata Naura terpejam sepertinya gadis itu sangat tidak mau melihat pertumpahan darah dan peristiwa mengerikan ini.
"Ini Tuan!" diserahkannya senjata tajam oleh salah satu anggota group Limson pada Gilbert.
"Kau mau apa?" tanya Jazz dengan suara yang ketakutan dan sudah lemah.
"Kalian, buka celana laki-laki breng sek ini!" Gilbert memerintahkan beberapa anggota group Limson untuk membuka celana Jazz termasuk kain segitiganya.
"Baik Tuan!"
"Tidak, tidak hentikan!" terik Jazz karena Jazz sudah memiliki perasaan tidak enak dengan apa yang akan dilakukan oleh Gilbert sekarang ini terhadap dirinya.
Jazz terus menjerit-jerit menolak celananya dibuka meskipun begitu anggota group Limson tetap berhasil membuka celana Jazz, sebenarnya para anggota group Limson sampai menahan tawa karena saat ini lobak satu-satunya milik Jazz itu terlihat jelas dihadapan mereka.
Ckckckck..
Terkecuali Naura karena posisinya dalam pelukan Gilbert dan tidak melihat kearah Jazz jadi Naura hanya bingung kenapa situasi menegangkan ini, sekarang telah berubah dengan tawa kecil dari para anggota group Limson.
"Dad ada apa?"
"Naikkan wajah mu sedikit lagi!"
Perintah Gilbert, Naura pun menurut mendongakkan wajahnya keatas lagi hingga hanya wajah Gilbert yang Naura lihat.
"Pegangi kedua tangan Jazz!" teriak Gilbert.
"Baik Tuan!"
"Tidak!!!!" teriak Jazz.
Kedua anggota group Limson memegangi kiri dan kanan tangan Jazz kemudian tangan Gilbert yang satunya masih betah merangkul pinggul Naura, sementara satu tangannya lagi yang memegangi senjata tajam sudah mengayun diatas.
Disaat yang sama Gilbert hanya menatap kewajah Naura yang sejak tadi sudah mendongak keatas, hingga bibir Gilbert pun memagut bibir Naura agar Naura tidak lagi fokus dengan apa yang terjadi disekitarnya, karena itu sangat mengerikan.
__ADS_1
Please likenya disetiap bab dong biar semangat crazy up-nya ☺️☺️kan ga asik kalau sehari sebiji doang, tapi yang dilikenya kalau up 3 bab yang sebiji doang😁