Putri Kecil Pemuas Dady

Putri Kecil Pemuas Dady
Bab 78


__ADS_3

Sudah pukul 09.00 pagi sementara acara pelantikan CEO G.L shirt seharusnya dilaksanakan pukul 08.00 pagi ini, tapi berhubung Gilbert benar-benar tidak datang acara pun tak kunjung dimulai.


Dipojok dekat pintu utama G.L shirt terlihat Dady Domanick sedang menutupi wajah dengan kedua tangannya, tidak ada lagi Gilbert dalam hidupnya sekarang.


Dady Domanick tidak menyangka jika Gilbert sungguh tidak datang untuk acara pelantikan dirinya, itu artinya ucapan Gilbert keluar dari group Limson nyata adanya.


"Kau kemana?"


Seperti seorang kekasih yang sedang patah hati hanya bisa duduk dipojokan seorang diri, dan memikirkan keberadaan kekasihnya yang pergi entah kemana, itulah yang dilakukan oleh seorang Domanick Limson sekarang.


Dilihatnya layar handphone setiap kali ada telepon atau pesan masuk, berharap itu dari Gilbert tapi hasilnya nihil.


Untuk lanjut beraktivitas pun Dady Domanick sudah tidak memiliki semangat lagi, rasanya sayap sebelahnya telah patah akibat ditinggalkan oleh Gilbert.


Dady Domanick memutuskan untuk pulang kembali ke rumah, lagipula tubuhnya masih demam dan butuh banyak istirahat.


Setibanya di rumah! Dady Domanick masuk kedalam rumah, di ruang tamu momy Lindsey langsung menghampiri Dady Domanick.


"Dad, kok telpon momy engga diangkat si?"


"Sudahlah mom, kau jangan banyak tanya dulu! Aku mau istirahat,"


"Tunggu dulu dong Dad," satu tangan momy Lindsey memegangi lengan kanan Dady Domanick.


Baru sadar ternyata yang berada di ruang tamu bukan hanya momy Lindsey saja, melainkan ada Naura dan kedua adiknya juga sudah berpakaian rapih.


"Kalian mau kemana?"


"Ibumu meminta kita untuk datang ke rumahnya, ada masalah penting katanya!"


"Momy Risha?"


"Iya Dad,"


"Memang ada apa mom?"


"Entahlah tapi kelihatannya sangat penting, karena momy Larisha tidak mengabari via telepon melainkan langsung mengutus anggota group Limson yang berjaga di rumahnya untuk datang kesini tadi,"


Karena takut terjadi sesuatu pada Oma Larisha, akhirnya Dady Domanick dan yang lainya buru-buru masuk ke mobil untuk menuju kediaman Oma Larisha.


Setibanya di kediaman masa kecil Dady Domanick! Mereka semua masuk kedalam rumah.


"Siang Tuan Nick, silahkan menuju ruang keluarga Nyonya besar sudah menantikan anda sejak pagi tadi," ujar seorang pelayan.


"Iya terimakasih,"


Mereka pun berjalan menuju ruang keluarga, di sana Oma Larisha sedang duduk bersantai namun menatap kearah datangnya Dady Domanick dan yang lainnya.


"Kau bukan SPG kan? Kenapa berdiri terus?" kata Oma Larisha yang melihat Dady Domanick dan yang lainnya hanya diam berdiri.


Mereka pun akhirnya duduk bersama di sofa ruang keluarga.

__ADS_1


"Momy, momy tidak kambuh kan sakitnya?" tanya Momy Lindsey.


"Tadinya memang tidak kambuh Sey, tapi karena kelakuan suamimu itu sakit ku jadi kambuh lagi,"


"Mom," Dady Domanick protes.


"Apa? Memang benar aku ini sudah tua Nick, kenapa kau selalu saja membuat ibumu ini kesal dengan mu?"


Naura, Stanley dan Steiner hanya menyimak pembicaraan orang-orang dewasa itu.


"Astaga, ya Tuhan mom memang apa yang sudah aku lakukan sampai aku membuat Momy kesal?"


"Tengok itu wajah putrimu," Oma Larisha menunjuk kearah Naura.


Semua orang akhirnya menatap wajah Naura, wajah yang dulunya selalu bersinar dan penuh keceriaan kini kusut dan kering bak daun dimusim gugur.


"Itu wajah kusut kering anakmu itu, kau kan penyebabnya?" tanya Oma Larisha.


"Dari mana momy tau?" tanya Dady Nick.


Prok.


Prok.


Oma Larisha menepuk kedua tangannya, hingga muncullah Gilbert ke ruangan keluarga.


Membuat Naura yang tadinya memasang wajah kusut kering akhirnya langsung berbinar-binar, sementara Dady Domanick dan momy Lindsey sangat terkejut ternyata Gilbert berada di kediaman Oma Larisha.


"Dad,"


Naura berlari kearah Gilbert membuat kedua adiknya yang melihat adegan memeluk itu ketakutan, mereka takut Dady Domanick akan marah besar lagi.


Memang benar Dady Domanick bahkan hendak berdiri dan menyeret Naura menjauhkannya dari Gilbert, tapi itu hanya niat saja dan tidak sampai dilakukan oleh Dady Domanick.


Saat ini Dady Domanick justru lebih merasa bahagia karena akhirnya melihat Gilbert kembali.


Gilbert melepaskan pelukan Naura, kemudian meraih satu tangan Naura. Digenggamnya satu tangan Naura dan keduanya berjalan untuk duduk disofa.


"Gilbert sudah menceritakan semuanya pada momy, Nick! Kau melarang mereka berdua berhubungan hanya karena usia mereka yang terpaut jauh? Kau lupa momy dan Dady mu pun sangat terpaut jauh usianya, tapi kau lihat kan kami menghasilkan anak macam dirimu, kaca Britney dan macam Bright,"


"Tapi mom, maksud aku dan Lindsey bukan hanya usia, tapi Nola masih sangat kecil mom,"


"Kecil itu balita, Nola sudah dewasa dan dia berhak mendapatkan kebahagiaannya!"


"Jadi maksud momy apa?" tanya Momy Lindsey pada Oma Larisha.


"Maksud momy mendatangkan kalian kesini, agar kalian memberikan restu pada Gilbert dan Nola, jika tidak,"


Oma Larisha berdiri dari sofa kemudian menghampiri Dady Domanick, satu tangan Oma Larisha mendekati wajah Dady Domanick dan langsung menjewernya tanpa basa-basi.


Aaaaa (memekik)

__ADS_1


"Aduh ampun mom ampun!"


"Kau mau merestui hubungan mereka atau telingamu ini Momy buat berpindah dari posisinya ke bawah dekat lobak mu?"


"Jangan dong mom, masa telinga letaknya didekat lobak nanti menghalangi,"


"Ya sudah makanya cepat katakan!" sambil terus menjewer.


"Oke, asal,"


"Asal apa?"


"Kau jangan pergi lagi Bert,"


"Aku tidak mungkin pergi Nick,"


"Janji padaku Bert,"


"Aku janji,"


"Oh my God, geli aku mendengarnya," momy Lindsey langsung menutup kedua telinganya.


Dady Domanick berdiri dari sofa untuk menghampiri Gilbert begitu juga Gilbert keduanya bertemu ditengah-tengah, kemudian saling memeluk satu sama lain.


"Mom, kenapa bukan aku yang dipeluk? Kenapa malah Dady?" tanya Naura kebingungan.


"Sudahlah biarkan saja Nola, daripada Dady mu demam dan mengigau seperti semalam akibat ditinggalkan Gilbert,"


Oma Larisha dan yang lainnya pun merasa lega akhirnya semua masalah didalam keluarga ini bisa diselesaikan dengan baik, Oma Larisha percaya jika Gilbert bersungguh-sungguh atas hubungannya dengan Naura.


Buktinya saja, Gilbert sampai menemukannya dan sejak kemarin berusaha meyakinkan Oma Larisha bahwa rasa cintanya memang tulus untuk Naura.


Karena sudah terlanjur berkumpul bersama, Oma Larisha meminta mereka untuk makan bersama dulu sebelum pulang, sambil menunggu makanan jadi, momy Lindsey dan Oma Larisha saling mengobrol.


Sementara Stanley dan Steiner sedang bercerita pada Dady Domanick tentang banyak hal yang terjadi di sekolah mereka, hanya Gilbert dan Naura yang sedikit demi sedikit mulai menjauh dari keramaian.


Dengan langkah kaki perlahan-lahan, Gilbert menggandeng Naura menjauh dari mereka yang saat ini masih berada di ruangan keluarga.


"Dad, kita mau kemana?"


"Hmm kemana ya? Yang pasti Dady ingin berduaan saja denganmu, kau tidak keberatan kan?"


"Tentu saja tidak, aku sudah merindukan mu dad," bisik Naura didaun telinga Gilbert sambil menjulurkan ujung lidahnya.


"Sssttthhhh Nola,,"


Duh Nola baru juga ketemu udah maen julur-julur lidah aja, kamu itu sejenis apa si ko lidahnya menjulur gitu udah kaya komodo aja julur-julur lidah.😝😝😝😝😝



__ADS_1


__ADS_2