Putri Kecil Pemuas Dady

Putri Kecil Pemuas Dady
Bab 43


__ADS_3

Didepan club' malam beberapa mobil anggota group Limson pun sudah tiba dan langsung masuk kedalam club! Di sana api sudah berkobar dimana-mana dan kepulan asap membuat Gilbert kesulitan melihat sekitarnya, sambil berjalan dengan berhati-hati kearah pintu samping, Gilbert merasa menginjak sesuatu.


Begitu ditelaah lebih lanjut oleh Gilbert apa yang dia injak, rupanya rambut panjang seorang wanita yang tak lain adalah Sabia.


"Bia!" Gilbert segera mengangkat tubuh Sabia.


Dilihatnya tubuh putrinya itu bersimbah darah dan terdapat luka tembak dipunggung depannya, Sabia merintih dan sudah terlalu banyak kehilangan darah.


"Dad, Naura!" Sabia menunjuk pintu samping yang sudah terbuka.


"Tidak, Dady harus membawa mu ke rumah sakit dulu nak,"


Segerombolan anggota group Limson datang menghampiri Gilbert yang sudah menggendong Sabia.


"Tuan!"


"Putriku tertembak, tapi Naura,"


"Kami akan mengejar nona Naura Tuan,"


Hari kecil Gilbert tidak bisa berbohong, dia memang sangat ingin membawa Sabia ke rumah sakit karena sangat khawatir, tapi Gilbert nyatanya jauh lebih khawatir lagi dengan keadaan Naura.


"Bia, Dady janji begitu Dady menyelamatkan Naura, Dady akan langsung menemui mu di markas!"


Sabia sudah tidak bergerak lagi, mungkin saja Sabia sudah tidak mendengar apa yang dikatakan oleh Dady Gilbert, akhirnya dengan berat hati Gilbert meminta dua orang anggota group Limson untuk membawa Sabia ke ruangan medis di markas group Limson, sementara Gilbert dan anggota group Limson yang lain segera menyusul Naura yang dibawa oleh Jazz.


Diwaktu yang bersamaan! Kediaman Nyonya Larisha pun turut mendapat penyerangan dari anggota group Salvator, jumlah anggota group Salvator yang menyerang sama banyaknya dengan jumlah anggota group Limson yang berjaga sehingga pertarungan pun terjadi.


Domanick yang mendapatkan kabar dari anggota group Limson yang berada di club' bahwa Naura berhasil dibawa oleh Jazz dan Sabia tertembak, Domanick meminta Lindsey untuk memegang senjata dan tetap berada didalam kamar.


"Sayang meskipun diluar para anggota group Limson sudah berjaga, tapi aku harap kau bisa menjaga dirimu dengan pistol ini kalau-kalau ada penyerangan dan musuh berhasil masuk kedalam rumah!"


"Iya Dad, tapi kau mau kemana? Lalu Naura kenapa dia belum pulang juga?"


Domanick memang tidak memberitahukan percakapan dirinya ditelpon dengan anggota group Limson yang berada di club' malam soal Naura yang berhasil dibawa oleh Jazz, dan Sabia yang tertembak! Domanick takut istrinya itu akan khawatir jika mengetahui situasi yang genting ini.


"Aku akan jemput Nola sekarang, jadi kau tetaplah didalam kamar dan gunakan pistol ini jika keadaan mendesak!"


Momy Lindsey mengangguk, dan Dady Domanick keluar kamar untuk segera menyusul ke club' malam! Tapi baru saja masuk kedalam mobil, Dady Domanick sudah ditelpon oleh anggota group Limson yang berada di kediaman Oma Larisha, bahwa keadaan disana juga cukup kacau.


Domanick pun menelpon Gilbert, sambil segera memacu kendaraannya meninggalkan rumah.


Gilbert yang saat ini sedang menyusul mobil yang dikendarai oleh Jazz menaiki sepeda motor, menerima telepon dari Domanick dengan memakai airphone yang terpasang ditelinganya.

__ADS_1


"Bert apa aku bisa mempercayakan Naura padamu?"


"Aku tidak akan membiarkan Naura terluka sedikitpun Tuan, anda dimana?"


"Kediaman Ibuku diserang, aku harus memberantas mereka jadi aku tidak bisa ikut menyusul mu!"


"Jazz adalah bagian ku Tuan, biarkan aku yang menuntaskannya!"


"Oke! Terimakasih Bert!"


Domanick menutup teleponnya dan segera memutar arah mobil menuju kediaman Oma Larisha, dengan kecepatan tinggi mobil Domanick tiba di kediaman Ibunya.


Terlihat kediaman Oma Larisha sudah ramai oleh kedua anggota yang berkelahi menggunakan senjata tajam.


Sebelum turun dari mobil tentu saja Domanick merapihkan dulu rambutnya, lalu mengambil samurai yang sangat panjang yang sudah dia siapkan.


Domanick turun lalu membuka jas miliknya dan membuka kancing yang ada dilengannya, belum apa-apa anggota Salvator sudah menyerangnya menggunakan senjata tajam.


"Tunggu! Santai dulu lah, kalian tidak lihat aku sedang membuka kancing lenganku dulu? Kalian tidak sabaran ya ingin cepat masuk neraka?" Domanick tersenyum licik bercampur amarah.


"Serang!!!"


Tiga orang sekaligus mengelilingi Dady Domanick.


Hiya...


Menggunakan samurai yang begitu panjang, Domanick bertarung melawan tiga orang bersenjata tajam, diposisinya sekarang ini Domanick harus bisa dengan lihai memainkan samurainya agar bisa menangkis, menahan kemudian menyabetkan samurai itu tepat sasaran.


Hiya...


Slazzzhh...


Dady Domanick mengunci ketiga senjata tajam yang hampir menusuk perutnya dengan samurainya itu, kemudian tubuh Dady Domanick memutar hingga samurai Dady Domanick berhasil menyingkirkan dua senjata tajam milik musuh dan senjata tajam itu jatuh ke lantai.


"Kalian sudah mengotori rumah Ibuku, be de bah!"


Hiya....


Slazzzhh..


Ditendangnya salah satu anggota Salvator itu lalu dipenggalnya oleh samurai Domanick, tersisa dua orang dan dengan kepiawaiannya menggunakan samurai, tentulah dua orang itu bukan lawan yang sepadan bagi Domanick.


Keduanya berakhir dengan leher yang sudah tidak utuh lagi akibat sabetan samurai Dady Domanick. Tinggal sedikit lagi anggota group Salvator yang belum tumbang juga, sementara kini jumlah anggota group Limson jauh lebih banyak.

__ADS_1


Hingga akhirnya semua anggota Salvator di kediaman Oma Larisha berhasil ditumbangkan oleh Domanick dan anggota group Limson, mayat-mayat itu diseret ke halaman belakang rumah untuk pakan serigala, macan, dan harimau milik Opa Lan.


"Mom, momy!" teriak Dady Domanick yang menemui Oma Larisha yang sejak adanya penyerangan bersembunyi didalam kamar.


Dibukanya perlahan pintu kamar itu karena mendengar suara Domanick.


"Nick!"


"Mom,"


Dady Domanick memeluk Oma Larisha dengan erat, Dady Domanick berterimakasih pada Tuhan karena menjaga Ibunya dari bahaya seperti tadi.


"Momy tidak terluka kan?"


"Tidak nak, Lindsey mana?"


"Lindsey aman di rumah mom, kita ke rumah ku ya mom!"


"Iya Nick!"


Meskipun Dady Domanick adalah satu-satunya anak yang paling sulit diatur oleh Oma Larisha dan Opa Lan, tapi jika menyangkut soal kepedulian tentu saja Dady Domanick juaranya.


Ditempat berbeda, Jazz dan dua mobil anggota Salvator tiba di sebuah mansion miliknya yang terletak di perbukitan yang asri dan sunyi.


Sementara Dady Gilbert dan anggota group Limson yang mengejar Jazz, hampir tiba di mansion tersebut.


"Ayo kelinciku yang manis kita sudah sampai!"


"Cuih," meludahi wajah Jazz.


Dicengkeramnya kedua tulang pipi Naura oleh Jazz karena berani melawannya.


"Siapa kau, aku tidak sudi ikut denganmu lebih baik aku mati disini!"


"Mati?"


Hahahaha...


"Kau boleh mati, tapi nanti setelah aku puas dengan tubuhmu, dan aku memiliki ratusan atau bahkan ribuan video diatas ranjang kita untuk aku jual dan aku berikan secara gratis untuk ayahmu yang bre ng sek itu!"


Ini untuk yang bertanya, kok waktu Dady Lan sakit dibawa ke rumah sakit? Atau pas lagi lahiran Lindsey dan yang lainnya tetap di rumah sakit, bukankah group Limson punya ruangan medis sendiri???


Jawabannya, untuk penyakit medis biasa seperti leukimia yang dialami Luna, kangker yang dialami Daniel, atau diabetes, jantung dan lain-lain itu tetap ya ditangani di rumah sakit, terkecuali luka tembak, luka sayatan benda tajam barulah itu ditangani di ruangan medis milik group Limson!!

__ADS_1


Kenapa kok gitu Thor? Ya karena kalau luka tembak dibawa ke rumah sakit, otomatis pihak rumah sakit akan melibatkan polisi, jadi itu yang dihindari oleh group Limson.☺️


__ADS_2