Putri Kecil Pemuas Dady

Putri Kecil Pemuas Dady
Bab 53


__ADS_3

Gadis itu seolah tidak kapok untuk terus menggodanya walaupun dihadapan orangtuanya sendiri.


"Iya tentu saja menjemput mu lagi,"


"Oke sampai jumpa besok dad,"


Tawa kecil Naura seolah bisikan-bisikan manja yang membuat Gilbert terus memikirkan hari esok.


Keesokan harinya Gilbert kembali menjemput Naura, dan hari ini Sabia memutuskan untuk kembali masuk kuliah.


"Nau, ayo masuk!"


"Kau sudah sembuh memangnya Bi?"


"Sudah, aku kan tidak mau terlalu lama diam di rumah!"


Naura masuk kedalam mobil dan seperti biasa duduk dibangku belakang, Gilbert pun segera melihat Naura dari kaca spion! Kelinci kecil nakal itu malah semakin berani memakai pakaian yang semakin minim dipakainya.


Tentu saja itu tidak aman untuk pagi hari Gilbert, karena di pagi hari seperti ini adalah waktu yang rawan bagi lobak importnya mudah untuk berdiri tegak seperti saat bangun tidur tadi.


Tak ingin tubuh mulus Naura semakin mengganggu pikiran dipagi harinya, Gilbert langsung melihat kearah depan dan melajukan mobilnya.


"Oh ya Bi, kemarin Mr Zie menanyakan kenapa kau tidak masuk kuliah beberapa hari ini,"


"Mr Zie yang cuek itu?"


"Iya dia menanyakan mu, lalu aku jawab jika kau sedang sakit,"


"Cih, laki-laki sombong itu!"


"Sombong? Apa ada Dosen mu yang sombong terhadap mu Bi!" tanya Dady Gilbert.


"Ah, tidak itu Dad maksudku dia ternyata tidak sombong dan masih mau menanyakan kabar muridnya!"


Tidak mungkin juga Sabia bicara jika Mr Zie sombong karena saat disentuh oleh Sabia hanya Mr Zie yang berani menolak.


"Nau, pulang kuliah kita nongkrong yuk jadi nanti Dady jemput kita di tempat tongkrongan aja!"


"Aku harus pulang cepat hari ini Bi, soalnya momy meminta aku untuk menemaninya ke salon," dusta Naura padahal pulang kuliah nanti Naura sudah berpikiran akan kemana.


"Huh, kau ini selalu saja tidak bisa kalau kau pergi dengan momy Lindsey terus kapan kau menghapus title jomblo mu itu?"


"Aku sudah tidak jomblo kok,"


Membuat kedua bola mata Gilbert terbelalak, Gilbert belum siap jika Naura mengatakan hubungan diantara keduanya pada Sabia, apa yang nanti dipikirkan oleh Sabia jika mengetahui bahwa kekasih ayahnya sendiri adalah teman dekat seumuran dengannya.

__ADS_1


"Kau sudah tidak jomblo lagi, oh my God katakan siapa laki-laki beruntung itu Nau?"


Sabia sangat antusias ingin sekali mengenal sosok laki-laki yang menjadi kekasih Naura, karena menurut Sabia sahabatnya itu adalah wanita yang paket lengkap, cantik, seksi dan sangat menggoda.


"Nanti ya aku kenalkan, yang pasti dia memiliki tubuh yang sangat kekar dan kuat!"


Membuat Gilbert semakin berkeringat dingin mendengar penuturan Naura pada anaknya.


"Waw, kau jeli juga ya Nau jika masalah kekar dan otot-otot apa lebih kekar kekasih mu itu dibandingkan dengan Dady ku?"


Sabia melirik Gilbert dan Gilbert pun semakin gelagapan.


"Emm, sedikit lebih kekar kekasih ku apalagi jika kemejanya dibuka uhhh otot-otot dadanya membuat ku gelisah sepanjang malam!"


Tak ingin kedua remaja itu semakin membahas tentang tubuh kekar yang sebenarnya adalah tubuh kekarnya yang sedang dibicarakan oleh Naura, Gilbert pun memotong pembicaraan.


"Hei, hei hei, seharusnya obrolan mahasiswi itu tentang pelajaran bukan? Kenapa obrolan kalian berdua seperti itu?"


"Upss, Nau kita lupa nih kalau disini ada duda kesepian,"


Ckckckck..


Sabia dan Naura malah tertawa kecil menertawakan Gilbert yang Sabia ketahui telah menjadi duda cukup lama.


"Dad, seharusnya Dady itu menikah lagi! Sepertinya Dady belum tumpul aku lihat-lihat," ucap Sabia.


Ckckckck...


Kedua gadis remaja itu malah semakin menjadi membahas apa yang seharusnya tidak keduanya bahas didepan Gilbert. Beruntung mobil sudah tiba di halaman kampus, sehingga waktunya Sabia dan Naura turun dari mobil.


"Dad nanti tidak usah jemput, aku akan pulang dengan temanku!" kata Sabia.


"Iya, Dady hanya akan jemput Nola kalau begitu,"


"Oke, bye Dad!" serempak Naura dan Sabia.


Didalam kelasnya, Sabia memamerkan bekas luka yang terdapat diatas bagian melonnya, tentu saja itu membuat para lelaki didalam kelasnya sangat antusias melihat bekas luka tembak tersebut, bukan untuk melihat bekas luka tembaknya tapi lebih ingin melihat melon import milik Sabia.


Terlihat kedua melon import Sabia menyembul keluar saat dia memperlihatkan bekas luka tembaknya.


"Bi, nanti malam yuk!"


"Tidak, aku tidak yakin kau bisa memuaskan ku!"


Huhuuuu....

__ADS_1


Para murid didalam kelas pun menertawakan laki-laki yang ditolak oleh Sabia. Saat kondisi didalam kelas sedang gaduh, Mr Zie masuk untuk memberikan pelajaran karena ini adalah jam mata kuliahnya.


"Pagi anak-anak,"


Para mahasiswa yang mengerumuni Sabia pun berhamburan kembali ke bangku masing-masing begitu mendengar suara Mr Zie didalam kelas mereka, terkecuali Sabia yang sejak tadi duduk diatas meja dan kondisi kancing kemejanya masih beberapa terbuka.


"Sedang apa kau duduk diatas meja?"


"Sedang menunjukkan bekas luka yang membuat aku tidak masuk kuliah beberapa hari ini, masa sedang menunjukkan yang lain si Mr!"


Tanpa sengaja Mr Zie melihat kedua gundukan milik Sabia itu, karena Sabia memutuskan untuk turun dari atas meja terlebih dahulu baru nanti sambil duduk dikursi dia akan mengancingkan kemejanya.


"Lain kali jangan melepas pakaian mu didalam kelas!"


"Belum lepas ko Mr, nih memang Mr tidak lihat bajuku masih terpasang dan tidak aku lepas," dengan nada genit.


Sebenarnya Sabia sangat penasaran sekali dengan Mr Zie, ingin sekali Sabia merasakan tidur dengan laki-laki yang menolak untuk dia sentuh itu, tapi sepertinya akan sangat sulit dan butuh kesabaran extra.


Sedangkan Naura di kelas yang berbeda, tak pernah lepas dari handphonenya meskipun Dosen sedang menjelaskan didepan, tapi Naura justru mengirimkan pesan-pesan pada Gilbert.


"Dad aku terbayang terus nih".


^^^"Ya sudah jangan dibayangkan dulu, kau harus fokus belajar dulu".^^^


"Tidak bisa terlalu nagih Dad".


^^^"Dady juga sebenarnya masih terbayang-bayang saat menembus milikmu La, Dady tidak percaya akan merasakan milikmu".^^^


"Bagaimana, apa Dady juga ketagihan dengan milikku?"


^^^"Tentu saja, luar biasa".^^^


"Luar biasanya bagaimana?"


^^^"Membuat lobak Dady terjepit sempurna sayang".^^^


Baik Gilbert maupun Naura sama-sama tak bisa lepas dari handphone sekarang ini karena keduanya seperti dua pasang sejoli yang baru merasakan jatuh cinta. Wajah Gilbert bahkan senyum-senyum sendiri ketika membaca pesan dari Naura, begitu juga dengan Naura yang sampai tidak sadar bahwa Dosen sedang memperhatikannya sejak tadi.


"Naura, kalau mau main handphone silahkan diluar jangan didalam kelas, mengerti?"


"Maaf Mrs, tadi pesan penting,"


Tidak mau menjadi sasaran Dosen wanita yang super galak itu, Naura buru-buru memasukan handphone kedalam tasnya.


Sore harinya, Gilbert yang baru saja meninggalkan perusahaan iklan milik group Limson segera menuju mobilnya untuk menjemput Naura. Sepertinya akan sedikit telat karena jalanan sore hari ini sedang macet.

__ADS_1


"Nau yakin kau tidak mau ikut?"


"Tidak Bia, aku sedang ada keperluan nih!"


__ADS_2