Putri Kecil Pemuas Dady

Putri Kecil Pemuas Dady
Bab 40


__ADS_3

Bukannya cepat mengiyakan apa yang diinginkan oleh Naura, justru Gilbert tersenyum dan mengacak-ngacak rambut Naura.


"Sabar nona cantik, Dady belum membicarakan tentang hubungan kita dengan kedua orangtuamu!"


"Sampai kapan Dad? Cepat atau lambat mereka juga akan aku beritahu,"


"Kau lihat sendiri kan respon ayahmu ketika dia melihat bekas merah dileher mu? Dady hanya tidak mau ada perselisihan nantinya,"


"Hmm,"


Pembicaraan itu pun tak lagi dilanjutkan oleh Naura dan Gilbert, sebenarnya saat ini belum ada waktu yang pas untuk membicarakan soal hubungan yang mustahil ini pada Domanick, disamping Gilbert dan group Limson lainya masih terus memburu keberadaan Jazz, bisnis group Limson pun sedang banyak kesibukan.


Apalagi Domanick seperti belum siap jika mengetahui anak gadisnya sudah berhubungan dengan laki-laki diusianya yang masih muda, setelah menimbang semua hal Gilbert pun memilih bersabar untuk mengatakan tentang perasaannya terhadap Naura nanti setelah Naura lulus kuliah.


"Kau marah?"


"Ya, siapa yang tidak marah kalau hubungannya tidak jelas, gantung seperti ini!"


"Nola, beri Dady waktu oke,"


"Oke, tapi jangan lama-lama ya Dad memangnya Dady tidak ingin?"


"Tidak ingin apa?"


"Bermesraan denganku diatas ranjang?"


"Astaga pikiran mu nakal sekali, kau salah pergaulan Nola,"


Dalam hati Naura, Gilbert mengatakan dirinya salah pergaulan padahal Naura bergaul dengan anaknya sendiri Sabia lah yang selalu memberikan motivasi pada Naura bahwa bermain dengan laki-laki itu sangat lah nikmat.


Tak sengaja Naura melihat bekas bekal makanan yang Gilbert taruh dibangku belakang mobil.


"Dady bawa bekal?"


"Bekal? Oh kotak bekal itu, itu milik Leya tadi pagi dia membuatkan bekal makanan untuk Dady,"


Mendengar kotak makanan itu pemberian dari Leya, langsung saja darah Naura mendidih.


"Oh, romantis sekali kalian," sindir Naura.


"Kau cemburu?"


"Tidak, di kampus saja banyak laki-laki yang menyukai ku untuk apa aku cemburu,"


Gilbert langsung mengerem mobilnya secara mendadak,. membuat Naura sedikit terkejut.


"Dady, kenapa rem mendadak bahaya tau?"


"Besok jangan pakai rok mini begini lagi, dan pakai kaos yang menutupi seluruh perut mu itu!"


"Kenapa memangnya?"


"Nola, Dady tidak suka kau menjadi pusat perhatian para laki-laki lain!"

__ADS_1


"Dady cemburu kan?"


"Tentu saja!"


Gilbert kembali melajukan mobilnya dan Naura pun tersenyum senang karena Gilbert sangat posesif terhadapnya.


Dari hari ke hari Jazz semakin sering bertemu dan melihat secara dekat Naura ketika keduanya bertemu di kampus, apalagi Jazz mengisi perkuliahan di kelas Naura juga. Semakin hari juga Naura merasa risih ditatap sedemikian intens dari atas rambut hingga ujung kakinya oleh Jazz.


Hal itu membuat Naura akhirnya berani berbicara pada Sabia, saat istirahat siang Naura dan Sabia bertemu di taman kampus sambil memakan bekal makanan yang dibuatkan oleh momynya masing-masing, Naura mulai membuka obrolan.


"Bia,"


"Hmm, apa?" sambil mengunyah.


"Sepertinya kau benar, Mr Justin itu aneh sekali,"


"Mr Justin yang kalau melihat mu seperti kedua bola matanya hampir keluar itu? Apa dia berbuat sesuatu padamu katakan Kau, biar aku labrak dia!"


"Ti-tidak dia tidak melakukan apapun Bi, hanya saja aku risih bila dia menatapku terus,"


Sabia segera memasukkan bekal makanya kedalam tas, lalu berdiri.


"Ayo bangun!"


"Mau kemana?"


"Sudah ayo ikut!"


"Bia pelan-pelan dong!"


Akhirnya Naura dan Sabia tiba di depan ruangan Mr Justin.


"Bia kau gila? Kenapa malah kesini sudah tau aku takut,"


"Sudah kau tenang saja!"


Tok.


Tok.


Tok.


"Iya masuk!" ucap Mr Justin (Jazz).


Sabia masuk sambil menggandeng Naura, begitu melihat Naura tatapan Mr Justin langsung seperti melihat mangsa terlezatnya.


"Masih mau melihat sahabat ku dengan tatapan kedua mata anda yang menjijikkan itu Mr Justin?"


"Kau, seorang mahasiswi tapi bicara mu sangat tidak pantas!"


"Halah terserah pantas atau tidak, yang jelas aku peringatkan padamu jangan lagi menatap Naura dengan kedua matamu itu!"


"Naura, apa aku sangat menggangu mu?" Mr Justin mendekati Naura dan Sabia.

__ADS_1


Jantung Naura seperti hampir copot karena takut jika Mr Justin melakukan sesuatu.


Dicengkeramnya kedua tulang pipi Sabia oleh Mr Justin.


"Saya adalah Dosen kalian, jadi sebaiknya jaga sikap kalian!"


"Lepas!" Sabia berontak.


"Lepaskan Sabia atau aku teriak Mr Justin!" Naura mulai kehilangan kesabaran.


"Wow, kau galak juga ternyata Naura aku suka melihat mu galak seperti ini, arrghh!"


Dilepaskannya Sabia oleh Mr Justin, dan dengan tersenyum seolah tidak terjadi apa-apa.


"Kalian ini sebenarnya salah paham pada saya, saya memang sangat senang menatap wajah Naura! Tapi itu semata-mata karena saya mengingat mendiang Putri saya dia persis seperti Naura, wajahnya, tubuhnya jadi apa salah jika saya menatap mu Naura?"


Ditariknya tangan Sabia oleh Naura, karena apapun pembelaan yang dilakukan oleh Mr Justin tetap saja itu membuat Naura tidak nyaman berada didekatnya lama-lama.


"Bia ayo pergi! Kami permisi Mr Justin!"


Ketika Sabia ditarik pergi oleh Naura, sebuah undangan pesta ulang tahun dari teman sekelas Sabia untuk Sabia dan Naura terjatuh di lantai ruangan Mr Justin, melihat ada sesuatu yang jatuh dari saku belakang celana Sabia tentu saja Jazz segera memungutnya.


"Dua buah undangan dalam rangka pesta ulang tahun di XEO club, untuk Sabia dan satunya lagi untuk Naura! Hmm, menarik! Sepertinya kelinci kecilku akan menghadiri pesta ulang tahun temannya nanti malam, dandan yang cantik Naura sampai jumpa di pesta nanti malam," gumam Jazz.


Setelah menemui Jazz tadi Sabia masih terus mengumpat karena masih kesal dengan tingkah dosen baru mencurigakan itu! Sementara Naura sudah tidak mau lagi memperpanjang masalah, yang terpenting dia sudah mengutarakan bahwa dia tidak suka ditatap seperti itu oleh Jazz.


"Sudahlah Bia yang penting kita sudah bicara pada Mr Justin, mudah-mudahan dia bisa berubah!"


"Berubah? Kau lihat tampang dia tadi? Sama sekali tidak menunjukkan rasa menyesal atau minta maaf gitu setidaknya, gila itu orang!"


"Ya karena dua gila, makanya kita jangan sampai ikutan gila karena dia," ucap Naura sambil berusaha tersenyum agar Sabia tak lagi kesal.


"Dasar kau ini, Nau kau kan anak mafia nomor 1 di negara ini bisalah suruh anak buah group Limson melenyapkan satu orang macam itu, risih tau gak!"


"Ye, jangan lah bisa berabe kalau sampai ada berita di televisi seorang Dosen dari universitas terkenal ditemukan tewas mendadak,"


Ckckckck...


Sore harinya seperti biasa Gilbert menjemput Naura dan Sabia, keduanya terlihat sangat gembira dan bersemangat ketika masuk kedalam mobil.


"Ada apa nih? Kalian kok seperti sedang bahagia?"


"Iya dong Dad, kita mau party nanti malam temen ku ada yang ulang tahun dan Naura juga di undang!"


"Waw asik sekali itu Bi, Nola kau ikut?"


"Iya Dad, aku ikut kan aku mau bersenang-senang daripada pusing mikirin laki-laki yang tanpa kepastian mending senang-senang bareng Bia," sindir Naura.


Gilbert pun paham Naura tengah menyindirnya! Coba saja tidak ada Sabia didalam mobil ini, sudah pasti Gilbert akan menggigit bibir sensual Naura yang bicara sembarangan itu.


Maak buru-buru nih ngetiknya maafkeun ya kalau banyak typo lagi banyak kerjaan di real life soalnya, tapi diusahakan tetap crazy up meskipun telat malam banget ini😂


__ADS_1


__ADS_2