
Ditariknya Sabia oleh Mr Zie menuju kedalam kamarnya, sementara Sabia malah semakin tinggi hasrattnya saat berada didalam kamar bersama dengan Mr Zie seperti saat ini.
"Kalau kau tidak mau ya sudah aku akan mencari laki-laki lain, biarkan aku keluar dari kamar mu Mr,"
"Duduklah dulu Bi,"
Saat ini Mr Zie sedang berusaha keras agar Sabia bisa mengendalikan hasrattnya yang begitu menggebu-gebu, diambilkannya air didalam gelas untuk Sabia.
"Minum dulu Bi,"
Sabia menurut kemudian meminum minuman itu, memang rasa ingin menyatunya sudah berkurang sedikit tetapi tetap saja Sabia masih sangat menginginkannya.
"Kau harus bisa mengendalikan dirimu sendiri Bi, coba tarik nafas kemudian buang,"
Mr Zie terus berusaha mengalihkan keinginan Sabia, tetapi Sabia tak kunjung bisa mengendalikan hasrattnya yang justru semakin menuntut sebuah kepuasan ketika berada didekat Mr Zie sedekat ini.
"Mr aku mohon lakukan sekali saja,"
"Bi, aku tidak mau melakukannya lagi!"
"Kalau begitu biarkan aku pergi Mr, untuk apa aku berada disini,"
Sabia bangkit untuk pergi meninggalkan Mr Zie yang sama sekali tidak ada niat untuk menuruti keinginan Sabia.
Sabia mulai melangkah tetapi Mr Zie pun menarik lengan Sabia.
"Apa lagi Mr?"
"Aku akan membantu mu,"
"Maksud Mr?"
__ADS_1
"Kau ingin kepuasan kan?"
Sabia mengangguk, dan terheran-heran dengan rencana yang akan dilakukan oleh Mr Zie agar berkurangnya hasratt yang sungguh menyiksa ini.
"Duduklah Bi!"
Sabia kemudian duduk kembali, karena Me Zie tidak mau sampai Sabia meminta hal seperti itu pada laki-laki lain maka Mr Zie berniat memberikan kepuasan itu pada Sabia.
Dengan tangan sedikit gemetar, secara perlahan Mr Zie menelusupkan tangannya kedalam pangkal paha Sabia.
Membuat Sabia langsung bereaksi dan men de sah ditelinga Mr Zie.
"Maaf ya Bi aku hanya ingin membantumu,"
Rasanya geregetan sendiri dengan sikap Mr Zie yang sangat lama dan terkesan ketakutan untuk melakukannya. Tetapi akhirnya satu tangan Mr Zie menyentuh bagian inti Sabia yang ternyata sudah sangat lembab.
"Mr ahhh, iya Mr disitu titiknya,"
"Bi, aku tidak tau apakah ini harus dilanjutkan?"
Jari tangan Mr Zie pun secara perlahan merogoh ce la na da l am Sabia hingga jari Mr Zie menyentuh bagian inti Sabia yang polos.
Kedua mata Mr Zie membulat nyaris keluar saat merasakan bagaimana lembutnya bagian inti Sabia, sementara Sabia sudah semakin tidak bisa mengendalikan hasrattnya yang luar biasa.
"Ahh Mr,"
Mendengar de sa han Sabia membuat Mr Zie memiliki keberanian untuk mengusap lembut bagian inti Sabia.
"Bi kau sangat lembab,,"
"Ah Mr, terus Mr,"
__ADS_1
Mr Zie semakin berani setelah Sabia terus menerus men de sah keenakan, kini satu jarinya Mr Zie dorong perlahan hingga masuk kedalam bagian inti Sabia.
"Ahhh enak sekali Mr, oh my God baru jarimu saja sudah seenak ini Mr kau luar biasa ahhh,"
"Bi, tolong jangan berkata begitu Bi!"
"Mr gerakan jarinya, ayo Mr,"
"Iya aku akan bergerak dan aku sungguh tidak bermaksud untuk melakukan ini pada mu Bi,"
Jari tangan Mr Zie mulai secara perlahan bergerak keluar-masuk dari dalam inti Sabia.
Wajah Sabia mendongak keatas sementara kedua matanya terpejam merasakan jari tangan Mr Zie yang membuatnya bagaikan melayang ke nirwana.
Melihat wajah Sabia saat diselimuti na f su seperti ini, naluri Mr Zie pun mulai peka memberikan kemanjaan pada bagian inti Sabia lewat jari tangannya.
Jari tangan itu keluar masuk dengan cepat dan semakin cepat.
"Ahhh Mr ahhh ought,"
Seperti terhipnotis oleh de sa han Sabia, saat ini hasratt Mr Zie seperti mulai bangkit hingga dia memilih kembali memasukkan satu jarinya lagi kedalam bagian inti Sabia.
Kedua jari tangan Mr Zie keluar masuk dengan cepat bahkan saking cepatnya sampai membuat Sabia tersenyum bahagia diberikan kenikmatannya seperti ini.
"Ahhh Mr a-aku tidak tahan!"
Sabia merasakan gelombang kenikmatan itu akan segera menyapa dirinya, wajah Sabia menengadah keatas sementara tubuhnya bergetar-getar hingga akhirnya Sabia pun berhasil mencapai puncak nirwana.
Melihat Sabia telah berhasil mendapatkan kenikmatannya, Mr Zie yang merupakan laki-laki normal tentu saja sangat tersiksa lahir dan batinnya.
Tetapi dengan susah payah Mr Zie berusaha mengendalikan agar tidak terjadi lagi hal seperti malam itu! Dia tidak mau melakukannya dengan Sabia, wanita yang belum dia cinta apalagi masih ada April dihatinya yang belum bisa dalam sekejap langsung dihapus dalam hati Mr Zie.
__ADS_1
"Mr apa kau tidak ingin merasakan yang sama denganku?"
"Tidak Bi cukup kau saja dan cukup sampai batas ini Bi,"