
Tubuh Naura seperti tersengat oleh aliran listrik bertegangan tinggi saat bibir Gilbert menyesap miliknya dibawah sana. Dengan posisi Naura yang berjongkok dan Gilbert yang betah terlentang seperti saat ini, membuat Naura sangat hanyut kedalam lem ah kenikmatan yang diciptakan oleh Gilbert.
"Ahhh Dady kau nakal kau sungguh nakal Dady,"
Gilbert menye sap kencang bagian inti Naura dengan mulutnya hingga Naura pun sontak menjerit kencang, tetapi tidak ada yang bisa Naura lakukan kecuali meresapi kenikmatan saat ini.
Naura menggigit bibir bawahnya sambil menatap wajah Gilbert dibawah sana, wajah Gilbert terlihat seperti sangat menikmati bagian inti Naura.
Gigitan-gigitan kecil dilakukan oleh Gilbert pada bagian inti Naura hingga membuat Naura terus men de sah kencang.
Tak ada yang peduli ditengah lautan lepas disaksikan oleh air laut yang indah, Naura bebas mengekspresikan apa yang dia rasakan.
"Dad terus Dad teruskan aku mohon Dad ini luar biasa,"
Kedua tangan Naura mencengkram kuat rambut Gilbert dibawah sana, kemudian semakin ditekannya wajah Gilbert agar semakin tenggelam dibawah sana.
"Yes dah ohhh ahhh Dady ma-u sampai dad,"
Naura mengeluarkan puncak kenikmatannya hingga membuat bagian intinya terlepas dari mulut Gilbert.
"Dad ahhh!!!"
"Hei sayang ini belum berakhir bukan?"
"Iya Dad, ini belum berakhir sayang,"
Naura kembali naik keatas tubuh Gilbert, lalu memposisikan bagian intinya pada lobak import milik Gilbert.
Dengan perlahan pinggul Naura turun hingga seluruh lobak import itu berhasil masuk dan tenggelam didalam bagian inti Naura, keduanya sama-sama menikmati saat-saat pertama kembali masuk dalam penyatuan yang memabukkan ini.
"Dady, bagaimana apa terasa?"
"Yes sayang, sangat terasa kau harus bergerak sekarang sayang Dady tidak tahan,"
Pinggul Naura mulai bergerak perlahan naik turun diatas tubuh Gilbert membuat lobak import itu dimanjakan dengan baik didalam sana, Naura bergerak begitu lincah mengguncang pertahanan lobak import Gilbert begitu cepat.
Hingga gelombang itu sudah terasa oleh Gilbert akan segera meledak dibawah sana.
"Nola, lebih cepat lagi sayang!"
"Ahhh Dad,"
"Aahhh Nola sayang ahhh come on Nola!!
Gerakan Naura itu sudah tidak terkendali lagi kecepatannya hingga akhirnya, tembakan pencapaian Gilbert itu tiba dengan sangat banyak.
Tubuh Naura ambruk diatas tubuh Gilbert, keduanya saling memeluk satu sama lain sembari mengatur nafas yang sudah tidak beraturan lagi.
Akibat pertempuran itu tubuh keduanya bermandikan keringat.
__ADS_1
"Dad, besok aku akan bicara pada momy dan Dady ku kalau kau sudah resmi melamar ku hari ini!"
"Dady yang akan mengatakannya pada orangtuamu Nola,"
"Apa kita akan segera menikah Dad?"
"Ya, Dady akan membujuk orangtuamu agar mereka merelakan mu bersama Dady,"
Naura sangat bahagia sekali mendengar ucapan Gilbert. Malam itu keduanya kembali melakukan penyatuan yang entah sampai berapa banyak hingga akhirnya tenaga mereka sudah tak tersisa lagi.
Sementara itu Sabia memutuskan untuk mendatangi kediaman Mr Zie, entah kenapa hanya memikirkan ciuman saat di pameran saja sudah membuat Sabia benar-benar terpancing hasrattnya.
Sabia tidak dapat lagi membendung keinginannya untuk bisa melampiaskan semua hasrattnya yang selama ini tertahan.
Dengan mengendarai mobilnya sendiri tengah malam ini Sabia tiba di kediaman Mr Zie.
Security kediaman Mr Zie sudah mengenal Sabia sehingga gadis itu diizinkan untuk masuk, ditekannya bel kediaman Mr Zie oleh Sabia, dan yang membukakan pintu rumah mewah itu adalah pelayan Mr Zie.
"Mr Zie ada?"
"Ada si nona tapi apakah sudah buat janji?"
"Katakan Sabia datang!"
"Oh baik nona,"
Pelayan tadi pun bermaksud menyampaikan kedatangan tamu pada Mr Zie, diketuknya pintu kamar Mr Zie.
Klek..
"Siapa?"
"Katanya nona Sabia,"
"Katakan aku sudah tidur!"
Belum sempat pelayan mematuhi keinginan Mr Zie, Sabia sudah muncul dihadapan Mr Zie.
"Mr jangan meminta pelayanmu untuk berbohong, katakan saja langsung padaku jika kau sudah tidur,"
"Ada apa Bia?"
Sabia pun melirik kearah pelayan yang belum juga pergi.
Pelayan tadi pun baru peka setelah Sabia melirik kearahnya, kini hanya tersisa Mr Zie dan Sabia.
"Ini sudah malam Bi sebaiknya kau pulang ya!"
"Ada yang ingin aku katakan padamu Mr,"
__ADS_1
"Apa?"
"Aku kehilangan has rat ku terhadap laki-laki terkecuali denganmu!"
"Denganku maksudnya?"
"Hasratt ku hanya bisa naik ketika berada di sampingmu Mr, aku mohon sekarang,"
"Sekarang? Sekarang apa Bi?"
"Aku sedang menginginkannya Mr,"
Sabia memeluk Mr Zie dengan erat tetapi Mr Zie kekeh menolak.
"Bi jangan gila! Aku tidak mau melakukannya lagi,"
"Mr aku mohon, aku benar-benar mengigil menginginkannya!"
Ketika hasrattnya sedang naik seperti saat ini akibat teringat ciumnya dengan Mr Zie, Sabia benar-benar merasa gelisah dan ingin mendapatkan kepuasannya, tangan Sabia terus berusaha memeluk Mr Zie.
"Bia jangan seperti ini,"
"Mr setidaknya bantu aku, aku sudah tidak tahan!"
Tubuh Sabia terlihat sangat gelisah karena menginginkan sebuah penyatuan, Mr Zie pun bingung dia tidak mau mengulang kesalahan yang sama tetapi Sabia sudah sangat tinggi hasrattnya hingga terlihat sampai gelisah mengigil seperti itu.
Karena terus mendapatkan penolakan dari Mr Zie, membuat Sabia marah dan kesal pada Mr Zie.
"Baik, jika Mr tidak mau aku tidak akan lagi memaksa!"
Sabia hendak pergi meninggalkan Mr Zie, tetapi satu tangan Mr Zie menahannya.
"Bi, kau mau kemana?"
"Terserah aku mau kemana yang pasti aku akan menemui laki-laki yang mau melakukannya denganku saat ini, aku tidak tahan lagi!"
"Astaga Bi, jangan lakukan!"
"Kenapa kau melarang ku Mr?"
"Jangan lakukan!"
Guys maak engga ngerti kenapa, Bab 83 belum lolos review sementara bab 84 sudah berhasil lolos review, padahal di bab 83 itu pengumuman GA.
Pulsa 50.000 untuk rangking 1 2 3.
Pulsa 25.000 untuk dua orang komentar baper.
__ADS_1