Putri Yang Terabaikan

Putri Yang Terabaikan
Lidia bikin geleng kepala


__ADS_3

Lidia sangat kesal.


Ini pasti gara- gara Nadia?


Jika dia tidak melahirkan Nadia, hal buruk ini tidak akan terjadi kepada dirinya dan dia bisa hamil lagi.


Nyonya tua tidak tahu apa yang sedeng dipikirkan Lidia, dia terus mengomelinya tanpa henti.


Saat ini Nadia sedang mengganti sandal dan masuk.


“Kamu siapa?” Tanya nyonya tua dengan tatapan penuh tanya saat orang asing masuk kedalam rumahnya tanpa permisi.


“Ma dia putri kandungku” Ucap Wahyu.


“Bukannya putri kalian dia?” Ucap nyonya tua sambil menunjuk Elisa.


Wahyu segera mencerikatan apa yang telah terjadi antara Nadia dan Elisa saat kecil.


Setelah mendengar penjelasan ini, tatapan nyonya tua menjadi tajam “Kau masih memelihara anak dari orang yang telah menukar putrimu?”


Nyonya Tua menatap Elisa dengan tatapan merendahkan, dia tidak menyukai orang asing tinggal di keluarganya.


“MA kami sedah menganggap Elisa seperti putri kandung kami sendiri, kami tidak bisa mengusirnya dari keluarga ini begitu saja. Hanya karena putri kandung kami Kembali.”


Nyonya tua amenatap Elisa dengan tatapan tajam “Trus apa yang kau lakukan? Bukannya seharusnya kau Kembali ke orang tua kandungmu? Dari pada terus berada di sini?”


Elisa diam seribu Bahasa, dia tidak berani membuka mulut. Jika biasanya dia akan bertindak seolah dia akan pergi dari keluarga ini, tapi dengan adanya nyonya tua dia tidak berani melakukannya, karena takut jika Nyonya tua akan benar- benar mengusirnya.


Jika dia pergi dari keluarga Kusuma semua yang di miliki saat ini akan hkembali kepada Nadia, dia tidak bisa membiarkan hal itu terjadi.


“Elisa jangan bilang kau tidak rela untuk berpisah dengan kemewahan yang telah kau nikmati sampai saat ini” cibir nyonya tua.


“MA” Ucap Elisa sambil menatap Lidia dengan wajah memelas.

__ADS_1


Melihat tatapan Elisa, membuat hati Lidia terasa sakit, dia membuang rasa takutnya dan berkata “Elisa adalah putri keluarga ini, bagaimana dia bisa pergi”


Lidia sangat takut jika Nyonya tua akan mengusir putri kesayangannya dan segera berkata “sebelumnya aku telah pergi ke gereja, pastor disana mengatakan jika putriku dahir dengan Nasib baik yang mengelilingi dirinya, keluarga Kusuma menjadi baik dari waktu kewaktu, aku khawatir jika keluarga ini akan hancur jika dia pergi.”


Nyonya tua hanya diam, dia menatap Lidia.


Lidia berpikir jika nyonya tua mendengarkan ucapannya , dia terus berkata “Aku yakin jika Nadia adalah pembawa sial, setelah dia Kembali kedalam keluarga ini banyak maslah yang menimpa, perusahaan yang dapat masah, Nilai Elisa yang memburuk semua itu terjadi karenanya, keluarga yang telah membersarkannya juga mengalami kesulitan”


“Apa ini belum bisa membuktikan jika Nadia membawa Nasib sial?”


Saat ini tatapan tajam Lidia tertuju kepda Nadia “Aku tidak bisa memiliki anak setelah melahirkanmu itu pasti keran Nasib buruk yang telah dia bawa!”


“omong kosong apa yang kau katakana” Ucap Nyonya tua, sambil menyiram segelas air ke Lidia, dia menatap Lidia dengan tatapan tajam.


Nyonya tua tidak percaya dengan apa yang baru saja ditubuhkan Lidia kepda cucunya. Bukannya hanya orang bodoh yang percaya takhayul, apalagi di masa modern seperti ini.


Dia menunjuk Muka Lidia yang basah “ dijaman yang masu seperti ini kau masih percaya dengan tahayul, aku sangat tidak percaya, kau menyalahkan ke gagalanmu kepada gadis kecil ini? Apa kau tidak malu  membuat alasan seperti itu karena tidak bisa memiliki seorang putra?”


Sekali lagi nyonya tua mencibir “Bukannya dia bilang jika pembawa keberuntungan itu adalah putrimu? Apa kau berpikir jika Elisa anak kandungmu? Lalu bagaimana jika orang yang dipenuhi dengan berkat itu Nadia?”


“Itu tidak mungkin” sahut Lidia tanpa sadar.


“Apanya yang tidak mungkin? Nadia adalah putri kandung keluarga Kusuma!” Cibir nyonya tua.


Lidia terdiam.


Nadia adalah orang yang membawa sesialan kepada keluarga ini setelah dia Kembali, karenanya Elisa mengalami kemunduran dari berbagai hal.


Lidia tidak mau mengakui jika Nadia adalah anaknya mambawa keberuntungan kepada keluarga ini, dia adalah sumber kesialan.


Namun setelah dia mengingat jika Nadia adalah peringkat pertama di sekolahan dia menjadi frustasi.


Nyonya tua melihat putranya kemudian berkata “Wahyu sebaiknya kau perjelas status Elisa di keluarga ini sebagai anak angkat, kau harus ingat siapa putri kandungmu. Jika kau memang tidak begitu rela berpisah dengan Elisa kau bisa membiayainya dan membiarkannya hidup diasramah.”

__ADS_1


Nyonya tua sangat tidak menyukai Elisa, sebagai orang yang sudah tua dia ssudah banyak mengetahui orang macam Elisa yang selalu berpura- pura menjadi yang teraniaya setiap saat. Dia sangat muak berurusan dengan orang macam Elisa, dulu kehidupan rumah tangganya hampir hancur karena ulah Wanita seperti Elisa.


Nyonya tua tahu jika Wahyu dan Lidia sangat menyayangi Elisa, tidak perduli seberapa berbaktinya putranya dia tidak akan mendnegarkan kata- katanya, nyonya tua menatap Elisa dengan tatapan tajam, kemudian membuka mulut “Sebagai orang luar kau harus tahu diri, jangan melewati batas.”


Elisa hanya bisa menahan Emosinya mendengar penghinaan itu, dia mengepalkan tangannya, dia benar benar sangat membencai nyonta tua.


Kenapa dia tidak mati saja?


Nadia memperhatikan percekcokan ini dari samping, akhirnya Nadia tahu apa yang menjadi Alisan Wahyu dan Lidia tidak menyukainya dan malah menyayangi putri angkatnya, inii semua terjadi kerena mereka percaya dengan kata- kata paranormal itu.


Emosi Nadia beransur- ansur tenang. Bahkan jika Elisa memliki keberuntungan yang menyelimuti dirinya, dia akan mengubahnya dengan tangannya sendiri, dia akan menunjukkan seberapa kerasnya Dunia kepada mereka semua.


Pada saat ini nyonya tua melihat Nadia dengan tatapan tajam “Namamu Nadia? Kau lahir didesa?” Ucap nyonya tua tak menurunkan Nada suaranya, dimatanya yang dia inginkan adalah cucu laki- laki bukan cucu perempuan.


Tatapan nyonya tua melunak, dia merasa kasihan kepada Nadia, Ayah dan ibunya tidak mencintainya sebanyak cintanya kepada anak pungut itu, dia berpikir tidak ingin memeprsulit Nadia “pergilah istirahat.”


Nadia mengangguk kemudian Kembali kedalam kamarnya.


“Oh ya Wahyu” Ucap Nyonya tua tiba- tiba.


“Ada Apa Ma” sahut Wahyu bingung.


“Kau tahukan setelah pandemic banyak orang yang di pecat dari perusahaan, kakakmu menjadi salah satu korban pemecatan itu aku ingin kau memberinya pekerjaan yang layak untuknya di kantormu.”


Mendengar ucapan nyonya tua Lidia ingin menolak sesegera mungkin permintaan ibu mertuanya itu, Namun Elisa menahannya dengan memegang tangannya, Emosi Lidia beransur- ansur tenang.


Akhirnya dia sadar jika dia menolah hal itu, itu hanya akan membuat Nyonya tua memberinya balasan yang setimpal.


“Ok Ma, aku akan mengatur tempat yang tepat untuk kaka di kantor.” Ucap Wahyu segera setuju.


“Kau tahu kan pengamalan kerja kakakmu sangat bagus, kau harus memberinya jabatan sebagi seorang manager.” Ucap Nyonya tua.


“Jangan khawatir aku akan menempatkan kakak di posisi itu” sahut Wahyu.

__ADS_1


__ADS_2