
Hari berikutnya.
Ibu Rindi datang kesekolah dengan raut wajah yang terlihat sangat cemas. Karena satpam sudah mengenalnya sejal Rindi masuk sekolah mereka tidak menghentikannya.
Ibu Rindi langsung pergi kekelas 3d.
Sementara Mesya sedang berlari- lari di depan kelas “Nana ayo lari denganku, tidak baik untuk Kesehatan jika kau terus seperti itu” Ucap Mesya.
“Baiklah besok aku akan berlari denganmu di lapangan” Sahut Nadia, yang sedang duduk di bangku, dengan buku di tangannya.
“Tidak, tidak perlu” Sahut Mesya sambil mengelengkan kepala “Tidak baik jika mengelilingi lapangan sebanyak itu, itu hanya akan membuat seseroang tertekan.”
Setelah pindah ke ibu kota, Nadia rutin berlari mengelilingi lapangan sebanyak lima kali, dia sangat cepat tidak butuh banyak waktu untuk menyelesaikannya.
Sebelumnya Mesya bergabung dengan Nadia berlari dilapangan, hanya saja setelah dua putaran dia berbaring di tanah dengan nafas engos- engosan, jadi dia sekarang memilih untuk menghidari Nadia saat pagi.
Mesya adalah orang yang sangat suka makanan dia hanya sudak makan dan tidur, dia sama sekali tidak suka berolahraga.
Melihat expresi wajah Mesya Nadia tersenyum kecil.
“siapa orang itu mengapa dia sini?” ucap Mesya sambil menunjuk seorang wanita dengan pakaian tidak layak pakai “Rindi terlihat mirip dengannya.
__ADS_1
Nadia menautkan Alisnya, dia ingat jika Wanita tua itu adalah ibu Rindi.
“apa dia ibu Rindi? Mengapa dia kesini apa dia tidak tahu jika Rindi masuk penjara?” tanya Mesya.
Saat melihat Nadia sorot mata Ibu Rindi berbinar, dia segera berlari kearah Nadia dan bertanya “Apa kamu Nadia?”
Mesya segera berdiri di depan Nadia dan berkata “Apa- apaan ini?”
“Aku ibu Rindi” Ucapnya sambil menunjuk diri sendiri.
“Trus apa hubungannya dengan Nana?” tanya Mesya masih ingin melindungi Nadia dibelakannya.
Nadia Menautkan Alisanya.
“memangnya apa yang terjadi sampai – samapi kamu meminta Nana untuk melepaskan Rindi yang di penjara?” tanya Mesya binggung.
Dengan cemas ibu rindi berkata “Nadia adalah orang yang telah memenjarakan putriku, jika kau mencabut tuntutanmu, putriku akan terselamatkan.”
Mesya terkejut dia baru tahuu jika Rindi menyuruh preman untuk menyakiti Nadia.
Nadia melihat dari samping, ibu Rindi bisa mengetahui dirinya sudah pasti seseorang telah memberinya arahan, dia yakin jika Elisal orang yang berada di belakang semua ini.
__ADS_1
Sorot mata Nadia menjadi sangat dingin dan tajam. Wajah Elisa sudah rusak seperti itu, bisabisanya dia melakukan sesuatu seperti ini.
Nadia mengangkat dagunya, kemudian berkata “Mengapa saya harus menolong seseorang yang berusaha untuk menyakiti saya dengan menyewa preman!”
“Bukankan kamu baik- baik saja?” ucap Ibu Rindi, dia hanya perduli dengan putrinya dan tidak perduli dengan Nasib orang lian “putriku di penjara, dia masih berusia delapan belas tahun, jika dia di penjara kedepannya kehidupannya akan hancur.”
Kasih sayang orang tua yang sangat buta!
“Aku tidak akan melepaskannya” Cibir Nadia.
“kau sangat keterlaluan, apa kau berencana untuk menghancurkan masa depan Rindi?” Ibu Melotot nada suaranya sangat tinggi.
Saat ini para siswa mulai menonton dan berdiskusi dengan suara rendah, mendengar ucapan Nadia masih banyak siswa yang mendukungnya.
Mesya sangat kesal dan menertawakan ibu Rindi sambil berkata “Kau benar- benar tidak punya malu, jika kau ada di pisisi Nana apa kau akan memaafkan orang yang menyakitimu? Hanya karena Nana baik- baik saja kau menuduh dia jahat dan kejam, hallo lantas Bagaimana dengan putri? Jika sesuatu yang buruk terjadi dengan Nadia apa kau akan berkomentar jika putrimu hanya melakukan kesalahan?” Cibir Mesya, dengan tatapan jijik.
“Aku tidak perduli, kau harus mencabut tubtutanmu, Rindi adalah satu- satunya harapan kami, selama ini kamu selalu berhemat agar dia bisa kuliah di universitas yang bagus, jika Rindi di penjara semua perjuangan kami akan sia- sia.”
Nadia menatap Ibu rindi dengan tatapan tajam “Lantas apa hubungannya denganku?”
Bantu dukungannya,
__ADS_1