
Di kantin, tidak seperti biasanya murid klas 3D menerima hinaan dari dari murid klas lainnya, saat ini mereka tidak mengeluargkan ejekan sedikitpun, mereka memilih untuk memalingkan pandangan kalau tidak begitu mereka akan menunduk.
Saat ini harga diri mereka terinjak- injak sampai kedasar, mereka akhirnya sadar jika kesombongan dan sikap buruk mereka selama ini salah. Karena roda kehidupan ini selalu berputar dulu mereka sering menghina klas 3D karena prestasinya yang buruk dan menghina Nadia karena dia berasal dari desa.
Namun masih ada anak yang tidak sadar dengan tindakannya, salah satu teman Elisa berkata dengan sombong “Mereka hanya beruntung, jika tidak mana mungkin Kalas mereka menjadi yang terbaik!” Cibirnya, gadis itu memiliki tubuh kurus dan tidak terlalu cantik, giginya memakai kawat behel.
“Memangnya kenapa jika dikelas mereka ada peringkat pertama, toh IQ mereka tidak akan menjadi lebih baik”
Seperti biasa Elisa memasang wajah baik, dia menegur teman- temannya “Teman- teman kalian jangan bicara seperti itu” Elisa merasa bagaia karena teman- temannya tidak ada yang menjauhinya.
__ADS_1
“Kau memang sangat baik Elisa, Aku yakin kau akan memenangkan peringkat pertama dalam lomba Lukis kali ini, seperti sebelumnya”
Dari awal Fery mendengar ocehan mereka, dengan lantang dia berkata “Sebagian orang karena tidak memiliki prestasi mereka hanya bisa membanggakan prestasi orang lain untuk menghina orang lain, itu sangat memalukan, sangat persis seperti kawanan rubah” Ejek Fery.
Mendengar ucapan Fery membuat anak klas 3A itu menjadi sangat malu, tatapan siswa lain tertuju padanya, dan dia menundukkan wajahnya.
Setelahnya suara Mesya terdengar “Hanya karena keledai berada dikawanan singa, itu tidak akan mengubahnya menjadi singa” Mesya tersenyum tipis saat melihat kearah Elisa. “Kami tahu jika kelas kami memang bukan klas terbaik seperti kalian, tapi kelas kami tidak pernah membuat isu buruk tentang orang lain, beberapa tahun lalu ada murid yang dikelluarkan dari sekolah karena fitnah yang dilakukan seseorang” Imbuhnya.
“Aku tidak pernah menuduhmu mengapa kau sangat tersinggung?” Tanya Mesya dengan raut wajah santai, “dan beberapa minggu lalu isu buruk tentang Nadia beredar, aku yakin jika isu itu berasal dari orang yang sama”
__ADS_1
Mendengar hal itu membuat Elisa merasa gelisah, dia mulai bertanya- tanya apakah tindakannya selama ini ketahuan. Tanpa ada yang menyadari dibawah meja makan Tangan Nadia mengepal erat, dia tidak menyangka jika Mesya akan mengungkit kejadian ini.
Beberapa murid mulai mengenang kejadian saat beberapa siswi yang dikeluarkan dari sekolahan dan pindah sekolah, mereka mulai mengesimpulkan jika kejadian itu sama denga napa yang terjadi dengan Nadia, hanya saja caranya yang berbeda. Yang menjadi pertanyaannya adalah siapa dibalik semua masalah ini?
“Sudah cukup, Semua ini tidak ada kaitannya, selama ini aku tidak pernah membuat masalah dengan seseorang dari kelaslain, aku yakin jika ada seseorang yang tidak menyukaiku dan sengaja menyebarkan rumor buruk tentangku, untuk membuatku dikeluarkan dari sini” Ucap Nadia raut wajah sedih. Dia melirik Elisa sengaja menekan kalimat kaitannya agar siswa lain mulai membuat kesimpulan mereka sendiri, 'bukan hanya kau saja yang pandai berakting didunia ini.'
“Nana ku yang malang, semoga penyebar gosip itu segera menerima karmanya” Ucap Mesya.
“Jika pelakunya tertangkap, aku akan membuatnya sebagai makanan buaya yang ada dirumahku” Ucap Fery sungguh- sungguh.
__ADS_1
Hal itu membuat para pelaku yang menyebarkan gosip tentang Nadia meriding seketika, semua siswa sekolahan ini tahu jika Fery memang memiliki buaya dirumahnya, karena dia sering mengunggak foto- foto buaya miliknya di forum sekolah.