
Resepsionis itu bicara “Pak Kusuma, maaf kan saya, CEO memiliki hal mendesak saat detik terakhir, beliau tidak bisa datang. Kamu bisa Kembali besok?”
Mendengar hal itu Wahyu terdiam, dia sudah menunggu selama lima jam, Wahyu tidak berpikir jika keteua Group BA sedang mempermainkannya.
Dia berbicara dengan raut wajah kecut “Baiklah, karena dia sibuk aku akan Kembali lagi besok, tapi sebelum itu bisa beri aku nomor telpon ketua BA”
Resepsionos itu tersenyum tipis kemudian berkata “aku tidak mempunyainya”
“Oh Baiklah” mendnegar itu Wahyu pergi. Saat dia berada di depan pintu masuk, resepsionis yang baru saja menerima telepon segera berlari mengejernya.
“Pak Kusuma, Asisten Aris ingin bertemu dengan anda” Ucapnya ramah.
Wahyu berbalik, dengan gagah dia berjalan masuk “Bawa aku bertemu dengannya”.
“mari”
Wahyu merasa sangat senang, dia berpikir jika usahanya akan sia-sia, tapi tuhan berkata lain, bertemu dengan asisten Aris.
Semua iorang didunia bisnis tahu jika Asisten Aris adalah perwakilan ketua Group BA.
Asisten Aris mengenakan setelah jan putih dan mengenakan kacamata berbingkai emas, dia terlihat seperti orang terpelajar yang mempunyai banyak pengalaman.
__ADS_1
Wahyu terlebih dulu mengulurkan tangan untuk bersalaman dengan Asisten Aris “Selamat siang Asisten Aris”Sapanya
Namun Aisiten aris tidak menghiraukannya. Tangan wahyu mengambang diudara, dia menjadi sedikit malu dan segera menarik tangannya Kembali.
“Presiden sangat sibuk hari ini, jadi dia menyuruhku untuk bertemu denganmu. Apa yang ingin anda katakana?” Ucap Aris dia mempermalukannya dengan halus.
Wahyu sedikit terkejuta “Bagaimana kalau kita mencari tempat lain terlebih dulu.”
“Masih banyak hal yang harus aku kerjakan, aku tidak punya banyak waktu.” Tolak Aris.
Wahyu sudah tidak dapat berkata apa- apa lagi, dia mulai menjelaskan maksud kedatangannya “saat ini Group Kusuma sedang membutuhkan tanah di pinggiran Kota, bisahkan anda menjual kepada saya, saya akan membayar berapapun harganya.”
“Pak Kusuma, aku akan langsung berterus terang kepadamu, CEO kami sengaja membali tanah itu, karena putrimu telah menyinggungnya.”
“Aku tidak tahu apa yang dilakukan oleh anak itu, aku akam membawa Nadia kesini, anda bisa melampiaskan amarah anda kepadanya” ucap wahyu, dia ingin membuat ketua Group BA senang.
Asisten Aris menatapnya dengan tatapan Aneh “Apa aku pernah menyebut namanya sebelumnya?”
“Jadi Elisa yang melakukan ini?” Ucap Wahyu tak percaya.
Asisten Aris mengangguk, setelah itu dia pergi Kembali kekantornya. Sementara Wahyu membatu tak percaya dengan kenyataan yang baru saja dia terima.
__ADS_1
Wahyu baru saja pulang, dia melihat Elisa dan Lidia duduk di sofa, sementara Nadia baru saja sampai tepat dibelakangnya.
Dengan kesal wahyu berkata “Aku baru saja berniat untuk membeli tanah, tapi Group BA merebut tanah itu, mereka mengatakan jika putriku telah menyinggung ketua Group BA.”
Mendengar hal itu Elia menunduk dia tersenyum tipis, dia menatap Nadia yang baru saja sampai “teman- teman kakak anak paling nakal di sekolah, aku yakin dia telah menyinggung orang lain.”
Nadia tidak memeperdulikan ocehan elisa, dia diam saja.
“Elisa apa maksud ucapanmu, kau tahu jika Asistennya mengatakan jika kamu orang yang telah menyinggung CEOnya.” Ucap Wahyu.
Elisa terkejut denga napa yang baru saja dia dengar, dia tidak mengatakan apa- apa, sementara Lidia tidak terima dengan tuduhan Wahyu “Suamiku, apa maksud ucapanmu, apa kau menuduh Elisa ceroboh.”
Wahyu memijit pelipisnya, dia merasa sedikit sakit kepala “Kau tahu arti menyinggung Group BA, keluarga kita akan dalam masalah besar.
Walau bagaimanapun tanah itu sangat penting untuk kemajuan perusahaan.”
“Apa kau ingin bilang, jika perusahaan itu lebih penting dari pada outri kita?” Lidia sangat memeprcayai Elisa, baginya Elisa adalah segalanya. Dia menuduh Nadia “Nadia apa kamu yang melakukan itu?”
Nadia menatapnya dengan tatapan tajam “Mereka sudah menjelaskan jika itu perbuatan Elisa, mengapa kau tidak mau menerima hal itu, dan aku tidak epernah menjadi putrimu, apa saat ini kau ingin menyelamatkan putrimu dengan mengorbankanku?”
Lidia terkejut, dia menghindari tatapan tajam Nadia.
__ADS_1
“Masalah ini tidak ada hubungannya dengan Nadia, kau harus berhenti membuat keributan” Ucap Wahyu, dia berpikir jika istrinya menjadi sangat bodoh, dia dibutakan oleh kasih sayangnya terhadap Elisa, sementara dia mengabaikan anak kandungnya sendiri, Wahyu merasa sedikit kasihan kepada Nadia.