
Setelah mereka lama adu cekcok dan hampir bertengkar, tapi pada akhirnya keduanya ditolak mentah- mentah, tidak ada satupun dari mereka yang di terima. Mereka kecewa dengan keputusan Nadia dan leni, setelah tenang mereka memberikan akrtu nama mereka.
Mereka langsung menaruh ketangan nadia dan Leni, kemudian berkata dengan tenang “jangan lupa hubungi aku, jika kalian akan masuk keperguruan tinggi, tawaran dariku masih berlaku.”
Setelah mengatakan itu kedua perwakilan universitas itu adu tatap, terlihat dengan jelas penghinaan di sorot mata mereka.
“Aku akan mempertimbangkannya”Ucap leni sambil memasukkan kartu nama itu kedalam kedalam tasnya.
Semantara Nadia dengan satai memasukkan kartu nama itu kedalam sakunya.
Setelah melihat Nadia dan Leni menyimpan kartu nama mereka, mereka membiarkan Leni dan Nadia pergi.
Saat ini semua wartawan mulai mengerumun Nadia dan Leni, mereka mulai mewawancarai mereka “Kecepatan kalian dalam mengerjakan soal sangat mengagumkan, apakah kalian bisa memberi tahu kami bagaimana anda bisa melakukannya?”
“kerja keras tidak akan menghianati hasil” Ucap Nadia dengan acuh tak acuh.
“….”
__ADS_1
Jika kerja keras bisa membuahkan hasil seperti apa yang baru saja di katakan, dunia ini akan dipenuhi oleh siswa jinius.
Para repoter masih ingin terus menanyai Nadia, Tapi Nadia dan Leni berjalan melewati mereka begitu saja. Para reporter sadar jika para jinius tidak akan menyia- nyiakan waktu mereka untuk hal yang tidak penting, mereka tahu jika Nadia dan Leni tidak akan berbicara banyak.
Jadi mereka memilih untuk tidak mengejar mereka.
Bagi mereka prestasi Nadia dan leni sudah cukup untuk membuat heboh, dan akan menjadi tren topik.
Setelah selesai mengikuti olimpiade Nadia Kembali ke ibu kota. Nadia sampai di rumah keluarga Kusuma jam enam sore, saat ini suasana kelarga Kusuma sangat sepi tidak seperti biasanya ruang tamu kosong.
Lidia tidak mengomentari Wahyu yang jarang pulang, karena dia takut jika Wahyu akan marah kepadanya apalagi setelah pertengkaran terakhir kali, Lidia takut jika Wahyu akan menceraikannya, setiap hari Lidia selalu mengantar masakan untuk Wahyu ke kantor, untuk menyenangkannya.
Sementara nyonya tua Kusuma sudah pergi kemarin.
Nadia baru saja mengganti sandal, sementara Elisa muncul dianak tangga, Selema dua hari Elisa sangat cemburu dengan Nadia, karena Nadia ikut serta dalam Olimpiade Matematika yang selalu dia impikan.
Dia sudah melakukan kerja keras untuk bisa ikut dalam Olimpiade itu selama beberapa tahun terakhir, tapi dia tidak bisa berparti sipasi karena Nadia telah mengambil tempatnya, jika saja rencananya untuk mencelakai Nadia berhasil, dia yakin jika dirinya yang akan pergi mengikuti olimpiade itu.
__ADS_1
Ini semua karena Nadia, dia kemabli untuk merebut semua yang dia miliki.
Nadia hendak menaiki anak tangga Tapi Elisa menghentikannyya dengan berdiri didepannya .
“Enyah” Seru Nadia.
“Nadia kau itu hanya orang udik dari desa, Kau pikir kamu itu siapa?” ucap Elisa dengan nada menantang sekaligus menghina “kenapa kau tidak tinggal saja selamanya didesa, mengapa kau Kembali untuk mencuri semuanya dariku hah, pertama kau mengambil orang tuaku kemudian mengambil nilai ku dan sekarang kau ikut olimpiade matematika yang selalu aku impikan!”
Nadia mengangkat salah satu alisnya, sebuah senyum tipis terbentuk di bibirnya kemudian berkata, disertai gelengan kecil “ternya kau masih tidak sadar dengan jati dirmu yang berasal dari darah udik seperti yang baru saja kau ucapkan, sejak awal ini semua milikku, dan seharusnya kau Kembali ke orang tua kandungmu yang udik itu, aku ingin tahu apa kehidupanmu ini menjadi udik seperti mereka”
Setelah jeda “Ingat jelas- jelas jika aku akan mengambil semuanya darimu tanpa sisa sedikitpun” Imbuh Nadia sengan senyum tipis yang menghiasi bibirnya.
Nadia tidak berencana untuk berurusan dengan Elisa sekarang, dia akan berurusan dengan Elisa saat Elisa menjadi Artis papan atas yang di cintai banyak penggemar, dan saat itu dia akan melemparnya terjun dari posisinya sampai ke dasar jurang.
Nadia tahu betul jika Elisa sangat menyukai uang dan juga hargadirinya. Cepat atau lambat dia akan membuat Elisa membayar semuanya sekaligus bunganya.
jangan lupa like, komen vote dan flow sebagi bentuk dukungan.
__ADS_1