
“Nona sebelumnya aku memiliki masalah dengan seseorang, orang itu tidak akan melepaskan aku begitu saja, dia juga akan mempersulitmu, jika dia tahu anda bekerjasama dengan ku”Ucap Hery sambil mengepalkan tangan nya, “sebaiknya adan mencari orang lain saja” Imbuhnya .
Ini adalah kesempatan untuknya agar bisa membalik keadaannya saat ini. Hery Supomo khawatir jika Herman akan menyeret Nadia kedalam masalahnya.
Dengan santai Nadia menjawab “Jangan Khawatir aku sudah melihat semua, tidak mudah untuk menyembunyikan bangkai! Anda tidak perlu khawatir, aku punya cara untuk menanganinya.”
Hery terharu. Ini pertama kalinya dia menemui orang yang mau membantunya, sejak dia berada di situasi buruk tidak ada satu orang pun dari kenalannya yang mau mengulurkan tangan untuk dirinya.
Dengan bersemnagat dia berjanji “Nona Nadia aku akan mengelola perusahaan dengan baik dan akan membuatnya berkembang pesat.”
“Ok” sahut Nadia dengan senyuman yang mengembang diwajahnya “Aku masih belum 18 tahun, untuk sementara aku akan mendaftarkan perusahaan atas nama anda. Anda memiliki banyak koneksi, aku akan menyerahkan pendaftaran perusahaan dan penerimaan karyawan kepada anda. Aku akan merekruk bagian teknisi nanti. Aku akan mentransfer dana yang dibutuhkan ke akun anda dalam waktu kurang dari seminggu” dia memberikan kontrak kerja ke Hery supomo.
__ADS_1
Hery supomo mengambilnya dan kemudian menandatanginya. Nadia berdiri kemudian mengulurkan tangan untuk berjabat tangan “CEO Hery senang bisa bekerja sama dengan anda”
Hery berdiri dan menjawab tangan Nadia “Senang bisa bekerja sama denganmu Bos.”
Nadia pergi, sementara Hery duduk dikursi, dia masih tidak percaya denga napa yang baru saja terjadi. Dia baru saja terjun kenerakan dan sekarang dia diangkat kesurga.
Dia sangat beruntung bisa bertemu dengan orang penting, jika tidak di a benar- benar tidak tahu apa yang harus dia lakukan untuk membayar semua hutang yang menumpuk seperti gunung itu.
Heri emmengang erat dokumen itu ditangannya. Dia menekan air matanya, dia menarik nafas dalam kemudian tersenyum.
3 hari telah berlalu begitu saja, selama itu Naida telah menerima 10 permintaan untuk meperkuat system keamanan dan mengatur system perlindungan dalam waktu itu dia juga ada lebih dari 10 orang yang meminta nasihat kepdanya.
__ADS_1
Setiap harinya dia sangat sibuk untuk mengerjakan pesanan, selain waktu sekolah. Sementara Wahyu sangat depresi melihat kelakuan Nadia, setiap kali melihat nadia tidak melakukan apa yang dia suruh dia akan menceramahi Nadia.
Parahnya saat Dia menceramai Nadia, Nadia selalu bersikap acuh tak acuk, semua yang dia ucapkan masuk dari telinga kanan keluar dari telinga kiri.
Setelah sekian lama akhirnya Wahyu menyerah dan mulai mengabaikannya begitu saja. Demi kesehatanya sendiri, Nadia tidak menghargai kebaikannya. Siapapun itu pasti akan kehilangan kesabarannya.
Setiap hari Wahyu, Lidia dan Elisa selalu menghabiskan waktu bersama. sementara keberadaan Nadia seperti Angin yang tak terlihat, dia diabaikan oleh mereka begitupun dengan para pelayan, didepan mereka menghormati Nadia namun dibelakang mereka mulai menghinanya.
Secara Alami Nadia tidak perduli dengan orang sekitar yang tidak berharga ini. Dia sangat sibuk, sibuk untuk mencari uang.
Setiap hari dia sangat sibuk, dan dalam waktu beberapa hari dia telah mendapatkan uang sebanyak yang dia dapat dari PC.
__ADS_1
Setelah mendapatkan uang cukup Nadia pergi kepasar saham dan secera diam- diam dia membeli saham. Saat para pemegang saham sangat menyesal karena telah menghabiskan usahan untuk mendapatkan saham dan ingin mendapatkan keuntungan besar, tapi perusahaan itu saat ini berada didalam ambang kehancuran.
Untuk mengurangi kerugian merekaa, mereka sudah pergi ke bursa sejak pagi, namun yang mereka dapat tidak ada yang mau membeli sahamnya karena saham yang mereka beli akan terjun bergitu saja, jadi mereka hanya bisa duduk dan melihat saham jatuh dengan cepat seperti prosotan.