Putri Yang Terabaikan

Putri Yang Terabaikan
Wahyu dibuat menunggu oleh Bastian


__ADS_3

Sebenarnya dia tidak memiliki alasan untuk memarahi Nadia. Tapi saat mengingat panggilan telepon dari kepala sekolah. Dia tidak ingin menanyai hal itu kepada nadia telebih dulu.


Elisa telah mengatakannya, jika Nadia seorang pria telah mengupas kepiting untuk Nadia dengan matanya sendiri. Dia baru saja datang kekota tapi dia sudah berhasill menggoda seorang pria


Nadia memiliki wajah yang canti, jadi wajar jika dia menjadi incaran pria hidung belang. Nadia tidak dibesarkan oleh keluarga Kusuma jadi wajar saat dia di iming- imingi uang dia tidak bisa menolak uang itu.


Dia telah memutuskan Jika Nadia bersalah.


Mendengar hal ini, Nadia menaruh sisa roti yang dia makan. Dia berdiri dan melirik Wahyu “Kamu pecaya dengan isu itu?


Kusuma tidak mau mengalah “Jika kamu tidak melakukan itu, bagaimana bisa rumor buruk seperti itu bisa menyebar?”


Nadia mengaliihkan tatapannya ke Elisa, dia tersenyum mengejek “Benar juga, dari awal kau tidak pernah mempercayaiku.” Setelah megatakan itu, dia mengambil tas sekolahnya dan pergi.


Dia tidak ingin tinggal dirumah ini lebih lama lagi, ini juga bukan rumahnya, karena dia tidak pernah menjadi pemilik rumah ini.


Setelah melampiaskan amaranya suasana hati Wahyu menjadi sedikit baik. Saat melihat Nadia pergi, dia sudah tidak marah lagi.


Dia duduk di kursi, mengambil sepoting roti, sikapnya berubah 180 drajat saat memperlakukan Elisa “Elisa kali ini apa yang akan kamu gambar?” dia menanyakan tenang masalah lomba ynag akan diadakan di ibu kota.


“Aku sudah menyiapkan materinya, guru akan membibingku” Jawab Elisa


“Lakukan yang terbaik.”

__ADS_1


Kusuma yakin jika Elisa akan menjadi pelukis terbaik dan akan mendapatkan pringkat pertama, apa lagi guru yang mengajar Elisa memiliki status yang tinggi di ibu kota. Bahkan orang- orang dari grup pelukis ibu kota sangat mennghormatinya.


“Iya” Ucapnya, dia juga berpikir jika dia akan memenangkan perlombaan itu, dengan rendah hati dia berkata “Tapi ada banyak pelukis muda di ibu kota, aku mungkin tidak bisa memenangkan perlombaan itu.”


Wahyu tidak setuju dengan pendapatnya dia segera menyela “Elisa, kamu sangat pintar, kamu adalah satu satunya murid pelukis Gatot Subroto. Kamu pasti bisa melakukannya.”


"Kalau begitu, aku akan melakukan yang terbaik."


Mendnegar itu Wahyu tersenyum.


Lidia baru saja menuruni anak tangga, dia mersa Bahagia saat melihay ayah dan anak itu sedang tertawa bersama. sejak Nadia kemabli suasana rumah jarang seperti ini “Apa yang kalian bicaran?”


Elisa segera berlari memeluk lengan Lidia, berbicara dengan mulut manisnya “BU Kita sedang membicarakan tentang kompetisi untuk para pelukis muda”


“Aku yakin kamu bisa melakukan yang terbaik” Ucap Lidia dengan senyum sumpringah dambil menepuk bahu Elisa.


Sementara Wahyu hanya mengambil sesuatu yang menguntungkan dirinya, dia tidak sepenuhnya menyayangi Elisa. Bahkan saat dia menikah dengan Lidia, dia hanya menyukai latar belakang keluarga istrinya itu, dia tidak pernah berpikir jika Lidia akan memutuskan hubungan dengan keluarganya.


“Aku akan bekerja keras dan membawakanmu penghargaan” Ucap Elisa sambil tersenyum.


"Oke oke." Lidia merasa jika Elisa sangat perhatian dengan dirinya, berbanding terbalik dengan Nadia, meskipun mereka memiliki hubungan darah, dia sama sekali tidak pernah memeprhatikan dirinya.


Ketika melihat pemandangan ini Wahyu merasa jika perasaan tertekan dihatinya perlahan menghilang. Setelah selesai sarapan dia pergi ke group BA.

__ADS_1


Saat ini dia berdidri didepan Gedung perusahaan BA, saat memperhatikan Gedung itu dia merasa frustasi yang tidak dapat dijelaskan. Sejauh ini wahyu telah mengembangkan Kusuma Group dengan tangannya sendiri, dia sudah memiliki banyak pengalaman dalam hidupnya. Namun saat dia berhadapan dengan Group BA kepercayaan dirinya hilang seketika.


Dia berjalan keresepsionis. Wahyu mengularka kartu namanya “Selamat Pagi, apa bisa saya bertemu dengan CEO anda?”


Wanita itu melihat kartu nama Wahyu kemudian melihatnya. Jika bukan karena intruksi dari Asisten Aris sebelumnya dia sudah pasti akan mengusir Wahyu, karena setiap hari banyak yang mencari CEO nya, selama ini Sang CEO tidak pernah setuju untuk bertemu dengan siapapun.


Saat ini, dia mengambil kartu nama itu. "Tunggu sebentar, aku harus menghubungi seseorang." Resepsionis meminta pendapat Asisten Aris.


Setelah menedengar intruksi dari Asisten Aris, dia mengangguk paham dan mengakhiri panggilan telepon “CEO akan datang untuk menemui anda, tapi dia masih sibuk sekarang beliau meminta anda untuk menunggu.”


Mendnegar jika CEO Group BA akan menemuinya, Wahyu menjadi sangat bersemangat. Semua orang tahu jika CEO Group BA tidak mudah untuk ditemui, sebelumnya dia tidak terlalu berharap banyak saat datang.


Dia berjalan menuju ke sofa dia area resepsionis. Telapak tangannya berkeringat dingin, dia tidak pernah berpikir jika semua berjalan biak.


Semenatar Bastian memberi tahu Asisiten Aris jika dia akan datang dalam waktu 5 jam. Sementara 3 jam telah berlalu Wahyu selalu mengangkat tangannya dari waktu kewaktu untuk melihat jam tangannya, dia tidak bisa duduk diam saja, dia bertanya ke resepsionis “Apa CEO anda sudah selesai?”


Resepsionis itu menelepon, setelah itu dia meminta maaf “Maaf Pak, CEO kami sangat sibuk.”


“Tidak apa apa, Beliau bisa datang setelah urusannya selesai” sahut Wahyu sangat murah hati.


Namun, satu jam berlalu, dan dia masih belum melihat CEO AB Group.Ketika dia bertanya ke resepsionis, jawabannya sama. Lima jam kemudian, Wahyu sudah tidak sabar.


Dia benar-benar ingin pergi begitu saja, tetapi ini adalah kesempatan langka untuk bisa bertemu presiden AB Group yang Terkenal, dan dia tidak mau menyerah begitu saja.

__ADS_1


Jika dia bisa menjalin hubungan dengan nya, dia akan mendapatkan keuntungan ynag tak terhitung. Ini adalah salah satu mimpi untuk bisa bertemu dengan orang -orang berkuasa lainnya melalui pemimpin Group BA.


Wahyu meneguk air. Ini sudah gelas kesembilan. Saat ini resepsionis berjalan mendekat. Wahyu segera berdiri, merapikan pakaiannya, dia berpikir akan segera bertemu dengan CEO dari Group BA.


__ADS_2