
Setelah Nadia pergi Sulia Kembali mengejek Tania, yang Kembali sibuk dengan buku yang dia baca “Aku tidak menyangkan kalian akan membuat murid seperti dia mengikuti olimpiade bergengsi seperti ini, dia bahkan telah menyerah di awal, sepertinya kalian telah siap dengan situasi ini. Bagaimana jika muridmu hanya mendapatkan Nilai 40 poin dalam olimpiade ini?”
Sulia segera bergeleng dan berkata “Aku yakin jika nilainya tidak akan lebih dari 30 poin”
Saat ini semua guru yang berada disana menatap Tania dengan tatapan penuh penghinaan.
Bukannya sudah menjadi kewajiban bagi setiap sekolah untuk memilih dua siswa terbaik dalam matapelajaran Matematika, bukannya jika mereka tidak memilih siswa unggulan itu hanya akan menjatuhkan nama baik sekolah mereka.
Mereka tidak ada yang berpikir jauh kesana.
Melihat respon Tania yang tidak perduli dengan hinaan yang dia lakukan, Sulia tidak akan menyia- nyiakan ini untuk mengejek Tania.
“Jadi ini yang membuat sekolahanmu semakin memburuk setiap tahunnya, aku yakin jika seseorang telah menggunakan koneksi untuk bisa ikut olimpiade ini!”
Ucapan Sulia terlihat jelas jika dia mengatakan jika ibu kota dipenuhi dengan suap, mereka bisa membeli gelar dengan uang. Semua siswa terbaik di kelas 3A kebanyakan dari keluarga miskin yang memiliki prestasi.
Tania tersenyum tipis, dia menatap tajam Sulia kemudian berkata “Guru Sulia, sebaiknya kau jangan terlalu awal dalam menilai, hanya karena kmau tidak bisa mengerjakan sesuatu dengan cepat bukan berarti orang lain tidak bisa melakukannya.”
Sulia tersenyum kecut kemudian berkata “Baiklah ayo kita lihat hasilnya nanti”
Tania pergi mencari tempat duduk lain, dia tidak mau menghabiskan waktu dengan orang menyebalkan seperti Sulia, dia tidak ada bedanya dengan Aliwafa yang selalu mencari masalah.
Tania yakin saat hasil ujian keluar Sulia akan menjadi orang yang sangat malu saat itu.
Tiga puluh menit berlalu, Leni menyerahkan kertas ujiannya kemudian keluar.
Selama ini reporter telah mengenal Lenia sebagai perai peringkat pertama secara berurut urut dalam tiga tahun terakhir, mereka mulai maju dan bertanya kepanya.
“Siswi Leni, apa saya boleh bertanya, apa kamu akan mempertahankan tahtamu selama tiga tahun terakhir ini? Sebelumnya seorang siswi yang keluar pertama menyatakn jika dia akan menadaptkan peringkat pertama, bagaimana menurutmu?”
__ADS_1
Selama ini Leni tidak pernah memeprdulikan reporter, dia tidak pernah membuka mulutnya untuk hal yang tidak berguna, saat ini Leni melakukan sesuatu yang berbeda “orang lain akan menjadi yang pertama dan aku akan menjadi yang kedua, karena dia jauh lebih baik dariku.”
Semua reporter terusih dengan jawaban yang diberikan Leni, mereka mulai bertanya- tanya apa ada orang yang lebi pintar dari Leni di masa ini?
“siapa orang itu, apakah kamu mau memberitahu kami?” Tanya reporter antusias.
“Sore ini hasilnya akan keluar, semua orang akan mengetahuinya” ucap Leni singkat.
Para reporter baru saja ingat, jika sebelumnya Gadis cantik itu mengatakan jika dia akan mejadi peringkat pertama. Namun beberapa reporter berpendapat jika itu tidak mungkin gasis yang sebelumnya.
“Gadis tadi sudah menyerah di awal aku yakin jika itu bukan dia”
“Dia bahkan keluar setelah ujian berjalan tiga puluh menitan.”
saat ini para repotter hendak melanjutkan mewawancarai Leni, tapi leni sudah pergi ke tempat Tania.
Setelah meilah Leni datang, Tania langsung mengajak Leni pergi, dia tidak menanyai hasil ujian Leni karena dia yakin dengan muridnya.
Saat melihat Leni dan Tania Lewat Sulia tidak berani mencaci Tania seperti sebelumnya, karena dia mengetahui kemampuan Leni yang sangat bagus.
Beberapa saat kemudian Jeni keluar, Sulia merasa bangga dengan Jeni, jeni adalah siswa terbaik dikotanya dan dia selalu mendapatkan peringkat pertama, dia memiliki harapan yang besar kepadanya.
Sulia segera menghampiri Jeni dan bertanya “Bagaimana ujiannya?”
“semua berjalan lancar” Sahut Jeni dambil menggenggap tangannya dan dengan terpaksa tersenyum.
“Kerja bagus, dengan kemampuanmu sangat mudah untukmu mendapatkan peringkan lima besar.” Ucapnya dengan raut wajah bahagia, sementara dia tidak melihat kepanikan di wajah Jeni.
Soal ujian sangat sulit, Jeni berusaha keras untuk menyelesaikannya, saat diam au mengerjakan pekeraan terakhir waktu sudah habis, di pertanyaan B masih ada beberapa jawaban yang belum sempat dia tulis.
__ADS_1
Andai saja dia tidak kehilangan kesadarannya karena terlalu memikirkan Nadia yang pergi di pertengahan Ujian, dia pasti sudah menyelesaikan semua pertanyaan itu.
Saat ini Nadia sedang menghabiskan waktu di Villa sambil menikmati pemandangan laut yang terlihat dari Balkon Villa, benar- benar pemandangan yang sangat indah, terletak buku dan potongan buah di atas meja kecil balkon.
Dia menerima panggilan telepon Dari Tania, dia mengajaknya untuk pergi melihat hasil Ujian, Tapi Nadia menolak ajakannya.
Sementara Tania pergi sendiri karena Leni juga tidak tertarik dengan hasil ujian itu, saat ini banyak peserta yang datang dan juga guru untuk melihat langsung siapa orang yang maju kebabak selanjutnya, walau sebenarnya para guru telang menerima Hasil ujian dari pesan.
Para pengawas ujian sangat terkejut saat melihat hasil ujian Nadia yang sempurna, ini adalah pertama kalinya seoang siswa menadapatkan Nilai penuh saat ujian Olimpiade Matematika Nasional.
Semua orang tahu jika pertanyaan dalam ujian itus angat sulit, banyak para peserta yang tidak mengisi jawaban, bahkan jika mereka mengisi jawaban kemungkinan besar jawabanny salah.
Sebelumnya sekor tertinggi dalam Olimpiade sebelumnya adalah sempilan puluh empat poin, san sekarang seseorang telah mencetak sekor penuh, Seratus pion.
Jawaban yang ditulis Nadia sangat sempurna tanpa kesalahan sedikitpun, dia berhak mendapatkan sekor sempurna.
Pengawas yang sebelumnya mengawasi ujian Nadia datang dan bertanya sebelum hasilnya di umumkan “Siapa yang mendapatkan peringkat pertama?”
Seorang pengawas menjawab “Nadia, dia mendapatkan nilai sempurna.”
Pengawas itu tidak terkejut denga napa yang baru saja dia dengar, karena sejak awal dia yakin jika Nadia akan mendapatkan peringkat pertama, dia mengangguk dan memuju “Dia sangat hebat, dalam waktu setengah jam dia menyelesaikan ujian ini.”
Setengah jam?
Semua pengawas yang berada di ruangan itu terkejut dengan apa yang baru saja di dengar, mendapatkan Nilai dempurna hanya dalam waktu setengah jam? Bahkan di lakukan dalam Ujian Olimpiade yang sangat sulit?
Pengawas dengan bangga berkata “dunia ini penuh dengan sebuah keajaiban, apa yang tidak bisa di lakukan oleh kita, orang lain bisa melakukannya, banya orang jinius di dunia ini, aku tidak menyangka memiliki kesempatan untuk bertemu dengannya.”
Hasil Ujian telah diumumkan, terbagi mejadi dua tempat untuk para siswa dan murid, mereka semua sangat gugup saat melihat hasil Ujian.
__ADS_1
Jangan lupa like, vote dan ikuti penulis ya kak, sebegai bentuk dukungan makasih banyak, sehat selalu