
Melihat Nadia menyetorkan soal ujian terlebih dulu membuat Elisa berpikir jika Nadia pasti sudah menyerah dengan ujian itu, dia sangat yakin jika mata pelajaran di kampung dan di ibu kota sangat jauh berbeda dan Nadia tidak bisa menyusul ketertinggalan itu.
‘Dasar gadis bodoh’ Cibir Elisa, dia menatap natap Nadia dengan tatapan menghina ‘Syukurlah jika ini keputusanmu, aku tidak perlu bersusah paya membuatmu ditendang dari keluarga Kusuma’
Setelah itu Elisa segera menyelesaikan soal ujian itu dengan seksama, setelah 20 menit Leni menyusul Andia dan menit berikutnya Leo melakukan hal yang sama.
Sementara Nadia saat ini berada di kelas yang tidak digunakan untuk ujian. Dia tidur dengan nyenyak tanpa gangguan.
Hari berikutnya Nadia mengerjakan soal lebih cepat 5 menit, setelah itu dia pergi tidur seperti sebelumnya. Hal itu berlaku selama 4 hari ujian.
Hari terakhir ujian, seperti sebelumnya Nadia menyelesaikan ujian terlebih dulu, dan menjadi siswa pertama yang mengerjakan soal ujian dalam waktu singkat.
Beberapa hari terakhir Hery menghubungi Nadia, dia memberitahunya jika dia merekrut pegawai yang ahli dalam bidang pemasan, sebelum menandatangi kontrak pegawai itu ingin bertemu dengan Nadia terlebih dulu.
Dan sementara Herman saat ini bersama dengan beberapa komplotannya mendekam dipenjaran, dengan tuduhan penipuan dan korupsi, sementara Lastri berulang kali meminta bantuan Hery supomo untuk mambantu suaminya, dan tentu saja Hery menolak permintaannya.
__ADS_1
Dikantin Nadia, Fery, Mesya dan beberapa anak klas 3D berkumpul, sambil meikmati makan siang, mereka menita maaf kepada Nadia, karena takut jika nilai ujiannya tidak sebaik yang diharapkan. Selama beberapa hari sebelum ujian mereka melakukan blajar bersama. mereka takut jika Nadia akan kecewa dengan hasil ujian mereka.
“Bos kau jangan marah saat nilai ujian kami keluar”
“Kami sudah melakukan yang terbaik, untuk klas kita"
“Bos kau satu- satunya harapan kami, untuk mengalahkan kelaslain, kami yakin dengan kemampuanmu”
Nadia terseyum melihat tingkah laku teman sekelasnya, bisa-bisanya mereka memikirkan perasaannya dibandingkan dengan orang tuanya sendiri, dengan bijak sana Nadia menjawab “Ini bukan akhir untuk kalian, aku yakin pada ujian akhir kalian akan mendapatkan nilai yang baik”
“Sikapmu tidak jauh dari Aliwafa” Celetu Fery sambil memperhatikan Mesya dengan tatapan jijik.
Mendengar itu Mesya memelototi Fery “Kau! Apa kau sudah bosan hidup” ditengah- tengah perdebatan itu, Leo datang menyapa, dan duduk dibangku kosong, beberapa murid kelas 3D yang awalnya mengerumuni Nadia perlahan pergi ke tempan makan yang berada disebelah.
Semua orang mengenal siapa Leo dia adalah adalah sosok yang sulit untuk didekati. Hanya sedikit orang yang bisa bergaul dengannya.
__ADS_1
“Mengapa kau duduk disini?” Ucap Fery dengan nada tak suka.
“Mengapa aku harus menjelaskan kepadamu” Sahut Leo dengan acuh tak acuh.
Sementara Mesya menyenggol Fery, memberinya isyarat agar dia tidak mencari gara- gara dengan Leo. Sementara Nadia dengan santai menikmati makan siangnya.
Dikehidupan sebelumnya Nadia tahu jika Leo adalah saudara sepupu Bastian, namun saat itu mereka tidak pernah mengenal satu sama lain.
“Bagaimana kabar nenek?” Tanya Nadia, membuka pembahasan.
“Terakhir bertemu dengannya, saat bertemu denganmu, aku tidak tinggal disana” Ucap Leo dengan santai “Oh ya kalau kau mau kesana aku bisa membawamu” Imbuhnya.
Sementara fery dan Mesya memperhatikan interaksi mereka. Leo adalah orang yang licik dia sangat menyukai sebuah keuntungan, dan Nadia adalah sumber keuntungannya jadi dia berusaha untuk memperlakukannya dengan baik.
Setelah kekalannya melawan ON atau Nadia, uangnya menipis, dia mengandalkan Bastian untuk bertahan hidup saat ini. Jadi dia ingin lebih dekat dengan Nadia.
__ADS_1