
Setelah sampai dikediaman keluarga Kusuma, Lidia segera Kembali kekamarnya untuk mengganti pakaian. Lidia tidak berencana untuk keluar dari kamar karena dia tidak ingin berurusan dengan ibu mertuanya.
Sementara nyonya tua Kusuma menyuruh pelayan untuk mengeluarkan barang bawaannya dari dalam koper.
“Cepat keluarkan ikan asin dan petai bawa ke dapur, masak semua untuk makan malam hari ini.”
“Apa mala mini kita benar- benar akan masak ini” tanya seorang pelayan sedikit binggung.
Ini adalah salah satu perumahan termahal di Jakarta, bau ikan asin yang menyengat akan membuat nilai perumahan ini anjlok!
Salah satu pelayan menjawab “Kau jangan membantah lakukan apa yang harus dilakukan, dia adalah ibu tuan, mala mini kita akan masak ikan asin.”
“Baiklah” pelayan itu menagngguk paham.
Saat ini Nyonya Tua Kusuma sedang membuat kebun kecil di taman belakang, dia menyuruh sopir untuk membeli benih dan pupuk. Dia menanam beberapa sayuran seperti, kangkung, sawi, cabai dan kacang Panjang.
__ADS_1
Saat Kembali ke dalam rumah dia tidak melihat Lidia sama sekali, dia pergi kekamar Lidia untuk memanggilnya.
Tuk tuk tuk.
Nyonya tua Kusuma mengetuk pintu kamat Lidia dengan sangat keras. Dia berkata dengan keras “Apa yang kau lakukan sepanjang hari dikamar? Apa kau menganggap dirimu sebagai seorang ratu! Menyuruh orang untuk melayanimu sesuka hatimu.”
“Kau sangat pemalas dan tidak pernah melakukan apa- apa, seharusnya kau bekerja keras untuk menutupi kekuranganmu.”
“kau hanya bisa menikmati hasil jerih payah putraku, semenatra putraku harus bekerja keras untuk mendapatkan uang. Sementara kau setiap harinya hanya tidur dan tidur tidak ada pencapaiaan sama sekali.
Lidia sangat terkejut, saat ini dia sedang tidur siang, kepalanya terasa berdenyut- denyut saat mendengar suara nyaring nyonya Tua Kusuma.
Lidia sangat membenci ibu mertuanya tapi dia tidak bisa melakukan apapun, karena dia tidak ingin wahtu marah kepadanya jika dia melawan Nyonya Tua Kusuma.
Ucapan Nyonya Tua Kusuma ada benarnya, jika dia bercerai dengan Wahyu kehidupannya akan hancur, demi menikah dengan Wahyu dia tidak menyelesaikan kuliahnya, jika mereka bercerai dia akan menjadi orang yang sangat dirugikan.
__ADS_1
Lidia sangat takut jika suatu saat Wahyu menceraikan dirinya.
Setelah berganti pakaian Lidia keluar dari kamar “Ma aku akan menyusulmu ke bawah.” Ucap Lidia setelah melihat Nyonya tua Kusuma.
“Kau ini sangat pemalas, jika keluarga Kusuma tidak seperti saat ini apa yang akan terjadi kepadamu, kau bahkan tidak bisa melakukan sesuatu untuk dirimu sendir” Ucapnya setelah itu pergi.
Lidia bernafas lega setelah melihat Nyonya tua Pergi. selang beberapa saat Lidia menyusul turun dia mencium sesuatu yang sangat tajam “Bau apa Ini?” Tanyanya.
“didapur saat ini sedang mengupas petai nyonya.” Ucap seorang pelayan yang baru saja dari dapur.
“…” Lidia.
“Kau sudah turun” Ucap Nyonya Tua setelah melihatnya “Jangan kemana- mana tetaplah di ruang tamu dengan patuh, jika kau berniat untuk pergi aku akan mengagu kepada Wahyu, aku ingin tahu siapa yang akan dia pilih aku ibu kandungnya, atau kamu!”
Kenyataan jika selama ini Lidia tidak memberinya cucu laki- laki membuat hati nyonya tua Kusuma sangat kecewa, dia sengaja mengungkit hal ini untuk memarahi Lidia.
__ADS_1