
Nadia melirik pria itu. Dia merasa kasihan kepadanya, dia memberinyya saran “sekrang sudah turun menjadi 5rb persaham, itu sangat murah. Bukannya anda telah kehilangan banyak uang, mengapa anda tidak mencobanya bertaruh sekali lagi?”
Setelah itu Nadia tidak ingin ikut campur, pria itu mau mendengar sarannya atau tidak itu terserah dia.
Saat pria itu mendengar ucapan Nadia, sorot mata pria itu berbinar, dia mulai membeli saham. sebelumnya dia telah kehilangan 30jt, dia sedikit ragu dia ingin menjual sahamnya lagi. Saat dia mengingat ucapan Nadia dia mengurungkan niatnya.
Dia telah membeli saham sebanyak 75 juta, jika pilihannya saat ini, dia hanya perlu bekerja selama 3 tahun untuk mengumpulkan uang Kembali. Tapi jika dia menang taruhan dia bisa membeli rumah, mobil dan dia akan menikah.
Pria itu menatap kalimat ‘transaksi sukses’ di layar laptopnya. Dia bersandar dikursi dengan tangan didadanya sambil memejamkan mata, detak jantungnya berdetak dengan cepat. Ini adalah keputusan paling besar dalam hidupnya.
Nadia bangkit dari kursi dia tidak ingin terlalu lama berada di bursa. Melihat harga saham yang perlahan memulih dia tersenyum, dia membawa ranselnya dan keluar dari kantor bursa.
Pria itumelihat ransel yang dibawa Nadia saat dia keluar dari bursa sebuah kecurigaan terlintas di otaknya.
Dia memperhartikan penampilan Nadia yang hanya seorang siswa. Dia mengutuk dirinya sendiri mengapa bergitu bodoh, bisa- bisanya dia mempercayai seorang siswa? Dia bahkan telah menghabiskan uang 75 juta untuk membeli saham dari perusahaan yang hampir bangkrut ini lagi?
__ADS_1
Boommm
Tak lama setelah Nadia telah pergi, sebuah keributan terjadi di bursa, semua orang menatap layar laptop mereka dengan tatapan tak percaya.
Baru saja orang kaya telah membeli saham itu seharga 100 M rupiah.
Apa pada akhirnya semua orang menjadi gila?
Mengetahui orang kaya masih mau membeli, mereka mulai bertanya tanya didalam benak mereka. Apa saham ini masih bisa naik? Bukankan kehancurannya sudah dapat dipastikan?
Ada juga dari mereka yang merasa jika ada sesuatu yang tidak beres, mereka memegang sahamnya erat-erat tidak berniat menjualnya dan ada juga yang membeli saham lagi.
Karena ada yang membeli saham dengan jumlah besar, harga saham naik menjadi 8 rb persaham.
Di sebuah vila mewah yeng terletak di pusat kota.
__ADS_1
Bastian duduk di meja kerjanya, dia sedang membaca dokumen dan berniat untuk menandatanginya.
Asisten khusunya masuk dan memanggilnya“CEO.”
Bastian meluangkan waktunya untuk melihat asisten Aris saat dia sedang membaca dokumen, kemudian bertanya “Apa semua sudah siap?”
“saya sudah membeli saham 100 M seperti yang anda perintahkan” Asisten Aris ingin menanyakan sesuatu namun ragu, dan pada akhirnya dia bertanya “CEO, Bukannya Jayen akan bangkrut? Mengapa anda masih ingin membeli sahamnya?”
Sebagai Asisten Bastian dia mengetahui apa yang terjadi dengan Grup jayen. Dia juga sangat tahu jelas jika perusahaan itu akan bangkrut dalam beberapa hari.
Bastian memeberikan sebuah dokumen kepada Asisten Aris “bekerja sama dengan mereka dan memberi mereka ahli teknisi, dengan syarat kita harus memiliki 35 persen saham dari perusahaan mereka” Ucap Bastian.
35% persen saham sudah cukup bagi mereka untuk menjadi pemegang saham terbesar di perusahaan Jayen. Adapun 100M yang di belanjakan oleh sasisten Aris, itu hanya untuk mendapatkan harga murah dari saham Jayen.
Asisten Aris segera paham dengan maksud CEO yang dia layani, dia mengangguk paham “Aku akan segera mengurusnya”
__ADS_1
Setelah mengambil dokumen kontak dia memandang Bastian dengan tatapan kagud secara diam-diam. Dia tidak saham memilih CEO, CEO nya adalah rubah tua yang licik hanya dalam waktu singkat dia sudah mendapatkan beberapa miliar.