
Dikediaman keluarga Kusuma, Lidia baru saja mengangkat telepon dari Elisa “Apa, sekarang kamu ada dimana?” Tanyanya dengan panik.
“Aku ada di dekat rumah”
“Tunggu sebentar mama akan segera kesana” Ucap Lidia, dia segera mengakhiri panggilan telepon setelah itu keluar.
Nadia yang baru saja menuruni anak tangga, mendengar dengan jelas percakapan mereka ‘ sepertinya ada tontonan gratis’ pikirnya.
Nadia tahu betul jika Elisa sangat perduli dengan penampilannya, jika dia memiliki cacat di wajahnya kemungkinan besar dia lebih baik memilih untuk mengakhiri hidupnya.
Setelah menerima panggilan telepon Lidia tidak pernah Kembali ke rumah.
Hari berikutnya, berita penyerangan Rindi menyebar di sekolah, mengingat ucap Elisa yang mengatakan jika wajahnya cacat, dia yakin jika pelaku yang melukai Elisa adalah Rindi.
Nadia tidak merasa senang, setelah mengetahui apa yang terjadi, dia mengambil ponselnya kemudian membuka aplikasi telegram, dia mengirim pesan kepada Bastian yang menceritakan tentang apa yang menimpa Elisa dan rindi, tidak lupa dia mengirim stiker imut kepadanya.
Saat ini Bastian sedang rapat dengan para petinggi Perusahaan, mendengar notivikasi dari telegram dia segera membuka pesan.
Dia tersenyum saat melihat Emotikon yang di kirim Nadia kepadanya “Tunggu sebentar” pinta Bastian.
Para petinggi Perusahaan yang melihat hal itu terkejut, dengan tinggah atasannya yang tidak biasa, selama ini mereka tidak pernah melihat Bastian tersenyum seperti itu.
Walalupun mendapatkan keuntungan milyaran dolas dia tidak pernah tersenyum.
Semuua orang yang berada diruangan itu bingung dengan sikap Bastian yang tidak seperti biasa.
Bastian segera mengalihkan pandangannya dari emotikon yang dikirim Nadia, dia mengirim pesan [kau tidak perlu khawatir]
__ADS_1
setelah menunggu satu menit tidak mendapatkan jawaban dari Nadia, Bastia dengan santai mematikan ponsel kemudian menaruh diatas meja dan berkata “lanjutkan”
salah satu petinggi yang berani bertanya “Presdir, apa yang baru saja anda lihat?”
“Anak anjing” sahut Bastian.
“…” para petinggi.
Anak anjing?
Terlihat dengan jelas expresi bingun para petinggi.
Apa CEO mereka sedang kasmaran?
Mereka yakin jika sang CEO sedang jatuh cinta, jika tidak pria dengan kepribadia dingin seperti sang CEO tidak mungkin akan tersenyum hanya karena melihat anak anjing.
Karena kemampuannya dalam menghasilkan banyak uang banyak wanita yang tergila- gila dengan Bastian, meskipun mereka belum pernah bertemu dengannya.
Sebelumnya banyak karyawan wanita yang ingin bertemu dengan Bastian, setelah mereka ketahuan semua wanita itu dipecat.
Setalah sekian lama akhirnya tidak pernah ada keributan seperti itu lagi, para karyawan wanita yang bekerja di B.A Group akhirnya sadar, bisa bekerja di Perusahaan ini saja sudah dapat menjamin masa depan mereka.
Hanya para petinggi yang mengetahui CEO dari B.A Group jika Bastian masih sangat muda, tampan dan jomblo.
Para petinggi tidak berani memberi tahu orang lain mengenai hal ini. Hanya sedikit orang yang mengetahui jika Bastian adalah CEO B.A Group, bahkan keluarga Wijaya tidak ada yang mengetahui fakta itu.
Hanya Nyonya tua Sinta yang mengetahui fakta itu, tentu tidak terkecuali Nadia, walau Bastian sendiri tidak secara langsung mengakui jika dirinya adalah CEO dari B.A Group tapi dia sering menjelaskan pekerjaannya kepada Nadia.
__ADS_1
>>>
Saat ini Perusahaan Kusuma Group sedang mengalami ambang kebangkrutan, tidak ada satupun dari bank yang mau memberi mereka Pinjaman uang, sudah beberapa hari Wahyu tidak pernah pulang dia sellau disibukkan dengan pekerjaan.
Dia selalu melakukan kunjungan kepada beberapa teman bisnisnya, namun mereka semua menutup mata padanya, saat ini hampir seluruh mitra perusahaannya di rebut oleh Perusahaan lain, Wahyu mengalami kebuntuan.
Di Tengah- Tengah kesibukannya Lidia menghubunginya “ Suamiku kenapa kau tidak kerumah sakit, saat ini wajah putrimu cacat, mengapa kau begitu tidak pengertian sebagai seorang ayah” Keluh Lidia dari panggilan telepon.
Mendengar hal itu Wahyu sangat kesal, saat ini dia sedang berusaha keras untuk menyetabilkan keadaan Perusahaan, dan dia malah di tuntut oleh Lidia “Kau benar- benar tidak masuk akal! Aku sudah menjelaskan kepadamu jika saat ini Perusahaan berada di ambang kehancuran, dan sekarang kau ingin aku pergi untuk hal seperti ini?” Ucap Wahyu kesal.
“Aku tidak bermaksud begitu, setidaknya datanglah kesini”
“Kau benar- benar bodoh, jika mukanya tidak bisa di selamatkan kau hanya perlu mengantarnya ke dokter kulit!” setelah
mengucapkan itu Wahyu mengakhiri panggilan telepon, dia memijat kepalanya yang pening.
Dan saat bersamaan Jilia masuk, dengan perhatian dia bertanya “Kenapa sayang, apa ada sesuatu?” dia melangkah kearah Wahyu yang duduk di kursi kantornya.
“Wanita itu berulah, hanya karena anak itu terluka dia menyuruhku untuk kerumah sakit, padalah aku disini sedang mengatasi krisis perusahan, aku benar- benar tidak tahu cara berpikirnya” Keluh Wahyu kesal.
“kurasa dia tidak tahu mana yang lebih utama, jika Perusahaan runtuh semuanya akan menderita banyak karyawan yang akan di phk, sementara jika hanya bekas luka itu bisa diselesaikan oleh dokter kecantikan.” Ucap Julia.
Dia khawatir jika perusaan ini hancur nasibnya akan hancur juga, dia sudah melairkan seorang putra untuk Wahyu Kusuma, dia tidak ingin membiarkan putranya memiliki kehidupan yang tidak terjamin masa depannya.
Sementara Wahyu berpikir jika Julia sama dengannya, mereka memiliki kesamaan dalam hal pekerjaan, sementara Lidia, dia berpikir jika semakin hari sikapnya semakin berubah, dari hari kehari dia semakin terobsesi kepada Elisa, itu membuatnya sedikit rishi.
Maaf ya untuk beberapa hari aku gak up, soalnya ada karnaval di daerah aku, daerah kakak kakak ada karnaval gak?
__ADS_1