Putri Yang Terabaikan

Putri Yang Terabaikan
Bastian


__ADS_3

“Apa menurutnu Nadia mendapat dukungan dari mentri Pendidikan?” Ucap kepala penyelenggara Olimpiade, dia bersama dengan seorang pria disampingnya, “apa kau bisa mempertanggung jawabkan tuduhanmu?”


“Aku yakin jika Nadia mendapatkan dukungan dari dalam” Ucap Sulia dengan penuh keyakinan.


Seseorang yang berada di samping kepala penyenggara membuka mulut, yang tak lain orang itu adalah mentri Pendidikan “Aku sangat yakin materi itu di simpan di brangkas, aku menjamin meamanannya, Olimpiade ini dilakukan dengan sangat adil” Uncapnya dengan tegas.


Saat ini Sulia baru menyadari siapa orang yang ada di hadapannya, raut wajahnya menjadi masam seketika, dia tidak berani membantak ucapan Menteri Pendidikan, dia mengangguk berulang kali dan meminta maaf “MaaF, maafkan saya Menteri, Anda telah memberi pencerahan pada orang seperti saya, saya tidak akan melupakan hal ini.”


Menteri Pendidikan memberi wejangan kepada Guru Sulia, Raut wajahnya menjadi sangat suram saat ini “Sebagai seorang guru seharusnya kau tidak malakukan hal seperti ini, di dunia ini banyak orang hebat, hanya dengan anda tidak bisa melakukan bukan berarti orang lain tidak bisa melakukannya. Tanpa bukti yang jelas anda tidak boleh menuduh seorang siswa, jika benarkementrian yang membocorkan soal itu aku akan meminta maaf dan mengundurkan dirin dari jabatanku.” Ucap Menteri Pendidikan dengan serius.


Para guru yang menyudutkan NAdia sebelumnya menyadari jika Tindakan mereka salah, tanpa bukti yang kuat, hanya berdasarkan asumsi mereka, mereka telah menuduh Nadia melakukan kecuranga, mereka mengakui kesalahan itu.


Saat ini Sulia merasa sangat malu, dia tidak pernah menyangka akan jatuh ketitik ini, dia segera menatap sumber masalahnya yang tak lain adalah Jeni, dia menataP Jeni dengan tatapan tajam “Cepat minta maaf ke guru Tania cepat! Karena nilai ujianmu buruk bukan berarti kamu bisa memfitnah orang lain, Jeni jangan sombong karena kamu selalu mendapatkan peringkat pertama di sekolah bukan berarti orang lain tidak bisa mengalahkanmu.”


Jeni sangat kesal, matannya merah “Aku minta maaf guru ..” Ucapan Jeni terpotongsebelum dia menyelesaikan kalimatnya.


Tania memberi intruksi untuk berhenti kemudian berkata “Aku bukan orang yang di rugikan, minta maaflah kepada Nadia”


Menteri Pendidikan membuka mulut dan berkata “Nadia dan Leni adalah murid yang sangat cerdas, beri pelatihan terbaik kepada mereka” saat dia mengetahui jika Nadia mendapatkan nilai sempurna dia sangat terkejut tapi dia juga sangat senang, sebagai Menteri Pendidikan dia sangat senang mengetahui jinius itu lahir di negara ini.


Karena banyak urusan yang harus dilakukan Menteri Pendidikan segera pergi, sementara Tania mengambil foto pengumuman peringkat setelah itu dia pergi..


Sore Nadia dan Bastian menghabiskan waktu jalan- jalan di tepi pantai, ada banyak turis dari manca negara yang menikmati liburan mereka, saat ini mereka berencana untuk menyantap hidangan bali yang terkenal.


Setelah sampai di restoran yang beruansa nusantara interior rior restoran hampir 90% terbuat dari bambu, suasanya sangat nyaman Bastian memesan semua menu utama restoran.

__ADS_1


“Apa hasil ujiannya telah keluar?” Tanya Bastian antusias.


“Iya, aku baru saja menerima pesan dari Guru Tania, aku mendapatkan 100 poin.”


Bastian duduk di depan Nadia, dia mengulurkan tangannya dan mengelus kepala Nadia dengan lembut, Bastian tidak bisa menahan diri untuk tidak melakukannya “Kamu telah melakukan yang terbaik”


Bastian segera menarik tangannya, dia khawatir jika Nadia akan menyadari sikapnya yang tidak biasa.


Setelah beberapa saat pesanan mereka dihidangkan diatas meja.


Bastian mengupaskan Nadia beberapa udang dan menaruhnya di atas piringnya kemudian bertanya “Nadia, setelah kamu keluar dari keluarga Kusuma kamu mau tinggal dimana?” dia ingin menghabiskan waktu lebih lama dengan Nadia seperti saat ini, makan bersam dan tinggal di Villa berdua.


“Aku belum memikirkan itu” sahut Nadia dengan jujur.


“Nadia tidak ada orang dirumahku, jika kamu mau kau bisa tinggal bersamaku” Ucap Bastian dengan suara rendah.


“Tidak, selama ini aku selalu merasa kesepian kerena hanya hidup sendirian.” Ucap Bastian, kehidupan Batian tidak jauh berbeda dengan Nadia. Ibunya meninggal saat dia masih sangat kecil sementara Ayahnya menikah dengan Wanita simpanannya dan sejak saat itu mereka tidak pernah bertemu.


Tidak ada yang menyukainya di keluarga Wijaya. Mereka meliki Nasib yang sama diabaikan oleh orang tua kandung.


Nadia dapat dengan jelas merasakan kerendahan hatinya, Nadia tidak langsung menyetujui ajakannya, dia tidak pernah berpikir akan tinggal bersama dengan Bastian “Baiklah, aku akan memikirkannya terlebih dulu.”


“Ok” sahut Bastian, dia mereasa tenang saat melihat Nadia tidak meolak ajakannya.


Setelah selesai makan malam mereka Kembali ke Villa, meskipun Nadia percaya dengan kemampuannya dia masih menyibukkan diri dengan belajar bersama dengan Bastian.

__ADS_1


Olimpiade ini sangat berarti untuk SMA Tunas Bangsa, selama ini dia selalu menerima perlindungan dari kepala sekolah, sebagi orang yang tahu balas budi, dia berencana untuk tidak membuat malu nama sekolah. Dia juga ingin membuat Namanya di kenal oleh semua universitas terbaik tanah air.


Nadia segera tidur dan dia bangun jam enam pagi, seperti sebelumnya Batian membuatkan sarapan untuknya, setelah sarapan pergi ke temampat olimpiade.


Saat ini semua peserta datang lebih awala, Nadia berada disamping Tania begitupun dengan Leni. “murid Nadia kamu jangan gugup, lakukan yang terbaik untuk kompetisi ini”


masalahnya bukan Naida yang gugup tapi, Tania sendiri yang gugup dia takut jika Nadia melakukan kesalah, karena banyak media yang akan menyorotnya, dia takut jika Nadia tidak terbiasa dengan hal itu.


“Iya” sahut Nadia dengan santai.


Tania membuang nafas lega mungkin hanya dirinya yang tegang namun tidak engan Nadia, dia tersenyum kemudian memberi wejangan kepada Leni “Aku yakin dengan kemampuanmu Leni lakukan yang terbaik.” Ucapnya dengan senyum cerah.


“Ok” sahut leni.


Sekali lagi Tania sangat heran dengan kedua muridnya ini, mereka sangat cuek tapi mereka sangat pandai, ingin marah tapi tidak bisa.


Saat ini Leni melihat Nadia, dia mengepalkan tangannya denagn kesal, dia sangat tidak menyukai Nadia, karena Nadia memiliki penampilan yang sangat cantik dan juga kini dia harus meminta maaf kepadanya, dia tidak sudi melakukan itu, dia memilih untuk menghindari Nadia.


Kemarin hanya sebuah kecelakaan, hari ini dia akn melakukan yang terbaik, dia tidak akan mengulangi kesalahan yang sama.


Jeni adalah orang yang memiliko kepribadian yang sangat sombong, dia tidak bisa menerima jika orang lain jauh lebih baik dari nya apalagi lebih cantik.


Nadia dan Leni masuk bersamaan kerena olimpiade akan segera diselenggarakan, dan para peserta lainnya menyusul dibelakang.


Nadia dan Leni berada di bangku paling depan karena mereka manadaatkan nilai yang tinggi, sementara Jeni derada di bangku paling belakang.

__ADS_1


Bantu like komen vote dan Folow penulis, makasih untuk dukungannya selama ini, jangan lupa mawarnya ya hehehe


__ADS_2