Putri Yang Terabaikan

Putri Yang Terabaikan
Elisa di permalukan


__ADS_3

“Kak sepertinya Nenek sangat menyukai Nadia”Seru Bastian saat melihat interaksi Nadia dan Sinta. Bastian tidak menanggapinya dia berjalan melewatinya. “Benar- benar” Imbuh Leo.


Setelah makan malam Bastian mengantar Nadia pulang, saat ini Mobil Bastian berada didepan pintu gerbang keluarga Kusuma. Setelah Nadia turun dan berjalan masuk ke rumah, Bastian menggubungi  Asisten Aris “Jadi banyak orang yang terlibat dengan Herman! Buat mereka mengalami hal yang sama.” Ucap Bastian.


“Dimengerti”


Dia memberi isyarat pada sopir setelah melihat Nadia memasuki rumah. Hanya dalam waktu sehari dia semua informasi tentang Herman dia dapatkan semua, mulai dari korupsi, suap dan masih banyak kejahatan lain yang telah dilakukan.


Hari berikutnya.


Saat ini semua siswa menjalani ujian tengah semester, sebelum ujian para guru akan melakukan berifing terlebih dulu. Salah satunya Ali Wafa dia menyuruh setiap murit unggulannya untuk melakukan ynag terbaik untuk ujian hari ini, dia mengingatkan mereka secara langsung.


Dia dengan khusus memanggil 3 murid kesayangannya.


“Leo kau harus melakukan yang terbaik untuk ujian kali ini, lakukan yang terbaik untuk kelas kita” Ali Wafa orang yang sangat perhatian lebih tepatnya kepada murid murid berprestasi yang menduduki pringkat sepuluh besar.

__ADS_1


Mendengar itu leo berdecik “Tidak ada hubungannya denganku” Ucapnya.


Mendengar ucapan Leo, Ali Wafa hanya bisa tersenyum kecut, dia ingin memebrinya ceramah hanya  karena sikap Leo yang tidak sopan, hanya saja dia tidak berani melakukan hal itu karena latar belakang Keluarga Leo yang berkuasa.


“Leni aku tahu jika banyak hal yang telah kau


lalui selama ini, aku tidak ingin nilaimu turun, lakukan ynag terbaik untuk mempertahankan posisimu” Ucap Ali Wafa, ke murid peringkat pertama juara umum. Dia adalah umid unggulannya, berkat perestasi Leni, Ali Wafa menjadi sangat sombong dan sombong.


Dia akan merendahkan guru lain, memperlakukan mereka semaunya sendiri, akan mengejek orang yang bertentangan dengan dirinya salah satunya Pak Sigit. Banyak Guru yang tidak suka dengan sikapnya itu.


“Elisa jika kau bisa memperibaiki Nilaimu, aku janji akan membuatmu menjadi peserta Kontes Sains”


Tidak seperti yang lain, Elisa dengan patuh menjawab “ Terima kasih untuk kepercayaannya pak aku akan melakukan yang terbaik.”


Mendengar Hal itu membuat Ali wafa sedikit Bahagia, setidaknya masih ada murid yang mengetahui nilai dirinya “Kalian bisa Kembali kelas” Printahnya.

__ADS_1


Dengan patuh mereka keluar dari kantor Guru.


Sementara wahyu dengan senyum menghina berkata “Murid- muridku sangat bisa diandalkan, mereka menduduki peringkat 10 umum, tidak seperti seseorang yang hanya memungut sekumpulan sampah” Dia sambil melirik Sigit yang sedang duduk membaca dokumen.


Sigit menanggapinya dengan senyum tipis, sementara beberapa guru lainnya setuju dengan pendapat Ali wafa “Aku tidak tahu masa depan apa yang menunggu para berandalan itu”


“Apalagi mereka beraul dengan Nadia”


Sementara Elisa, Leo dan Leni berjalan dikoridor sekolah, Elisa bersikap sok akrap dengan keduanya dengan percaya diri dia berkata “Teman -teman kita harus melakukan yang terbaik untuk ujian kali ini” Ucapnya.


“Lakukan apa maumu, jangan ajak-ajak aku” Sahut Leni dengan acuh tak acuh.


“Kita tak sedekat itu” Cibir Leo.


Elilsa mengepalkan tangan, dia sangat kesal dengan sikap sombing kedua orang itu, Namun dia segera menekan emosinya,  dia menyusul Leo dan Leni, dia bersikap seolah- olah tidak pernah terjadi apa-apa.

__ADS_1


__ADS_2