Putri Yang Terabaikan

Putri Yang Terabaikan
kabar buruk untuk Fery dan Elisa


__ADS_3

Suasana kelas 3D menjadi suram setelah menerima pengumuman dari guru Sigit, dia memberitahu jika besok akan diadakan pertemuan Guru dan orang tua murid, Guru sigit duduk di mejanya dengan serius.


Sementara para murid menjadi sangat tegang dengan pengumuman yang beru saja dia katakana, bahkan keringan dingin mengalir di wajah mereka.


Beberapa detik kemudian jeritan para murid terdengan dengan jelas “Guru orang tua ku sangat sibuk, dia tidak bisa datang kemari” Ucap Fery, dia tidak ingin ayahnya mengetahui hasil ujiannya.


“Aku sudah mengonfirmasi tentang hal ini kepada orang tua kalian, jadi mereka tidak mungkin tidak datang kesini” Ucap Sigit dengan tenang, tanpa memperdulikan situasi murid- muridnya.


Para murid mulai mengeluh ketakutan “Aku bisa mati jika ayahku tahu nilai ujianku yang buruk, ayahku akan memukuliku sampai babak belur” Seru Fery dengan raut wajah takut. Fery adalah orang yang paling menderita saat ini, dia terkapar diatas meja, merasa sangat putus asa.


Dalam pertemuan guru dan orang tua murid para guru akan memuji para siswa yang memiliki nilai baik, dan akan mengatakan dengan jujur nilai buruk dari siswanya.


Dan selama ini yang selalu menerima pujian selama ini adalah kelas 1A, orang tua mereka selalu berada di puncak sanjungan.

__ADS_1


Sedangkan kelas 3D adalah kelas terburuk yang pernah ada, saat mereka pulang kerumah orang tua mereka tidak akan membiarkannya begitu saja.


Setiap kali mereka mendengar akan diadakan pertemuan orang tua dan guru mereka akan mendangis bersama, hari itu adalah neraka bagi mereka.


Mesya benar- benar tidak tertarik dengan hal ini dengan santai dia bertanya “Guru bagaimana dengan kabar baiknya?”


Senyuman tipis mengembang gi wajah Sigit “kabar baiknya nilai kalian naik saat ujian, kalian telah melakukan kemajuan besar selama ujian, secara umum nilai kalian telah mencapai nilai kelulusan, aku juga akan menyampaikan hal ini kepada orang tua kalian.”


Setelah klas berakhir Fery mendatangi Nadia “Bos, apa orang tuamu akan datang besok, mereka pasti akan sangat senang saat mengetahui jika kamu menduduki peringkat pertama”


Nadia dengan malas memasukkan buku kedalam tasnya dengan santai dia berkata “Mereka tidak akan datang”


Dengan iri Fery berkata “Aku juga berharap jika ayahku tidak datang!” Fery sangat takut saat diadakan pertemuan orang tua dan guru, karena setiap kali itu terjadi semua fasilitasnya akan dicabut oleh ayahnya.

__ADS_1


“Mesya apa orang tua mu akan datang?” Tanyanya penasaran.


Sorot mata Mesya meredup, dengan acuh tak acuh dia menjawab “Mereka tidak akan datang”


Fery tidak memperhatikan reaksi Mesya, dia terus berbicara tentang orang tuanya, yang membuat Mesya iri dengan dirinya.


Sementara di kelas 1A, suasana kelas menjadi sangat muram setelah mendengar pengumuman jika akan diadakan pertemuan para guru dan orang tua.


Rata- rata nilai mereka semua menurun. Saat ini Aliwafa sangat marah hal yang sama akan terjadi lagi saat nilai mereka turun, mereka dapat memprediksi apa yang akan dikatakan oleh Aliwafa saat pertemuan guru dan orang tua siswa nanti. Karena Aliwafa adalah orang yang berpikiran sempit.


Saat ini Elisa tidak ada bedanya dengan muridlain, saat ini dia sangat khawatir dengan reaksi orang tuanya saat mengetahui jika nilai ujiannya turun. Selama ini dia menikmati kasih sayang dari mereka karena nilai akademisnya yang bagus, semua akan berubah jika mereka sampai tahu jika anak kampung yang mereka benci menjadi siswa terbaik di sekolah.


Semua kasih sayang yang dia rasakan saat ini, akan menjadi milik Nadia, dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan saat ini.

__ADS_1


__ADS_2