
Sore hari di rumah sakit.
Kusuma datang untuk menjenguk Elisa yang sedang berbaring di ranjang rumah sakit “Kau tidak perlu khawatir tentang wajahmu, lagi pula ujian masih dua bulan lagi, kau bisa ke luar negeri untuk melakukan operasi kecil.”
Dengan patuh Elisa menjawab “Iya ayah.”
“Kau tak perlu khawatir Elisa, ibu akan menemanimu berobat, aku akan mencari dokter kulir terbaik untukmu” Ucap Lidia penuh perhatian, Lidia menatap Wahyu kemudian bertanya dengan penuh pengertian “Suamiku bagaimana keadaan kantor saat ini, apa kau sidah menemukan jalan keluar?”
“Aku sudah menemukan seseorang yang mau membantu” Ucap Wahyu ragu- ragu, setelah menghela nafas dia Kembali berkata “Hanya saja mereka memiliki syarat”
“Katakan, apa syaratnya?” Tanya Lidia penuh antusias.
“Mereka menginginkan Nadia” sahut Wahyu dengan acuh tak acuh.
Lidia terkejut sesaat kemudian berkata dengan penuh semangat “berikan kenapa tidak.”
Senyum licik terbentukk di wajah Elisa, dengan penuh perhatian dia berkata “jika saja keadaanku tidak seperti ini, aku rela berkorban untuk keluarga Kusuma.”
“Kau benar- benar sangat berbakti Elisa” Seru Lidia saat mendengar itu, dia manatap Elisa dengan panuh kasih.
__ADS_1
Sebuah pikiran kotor terbesit di otak Elisa, dengan ragu- ragu dia berkata “Apa ketua group B.A yang mengingin kanya ayah?”
“Bukan, Perusahaan lain.” Sahut Wahyu.
Sebenarnya Wahyu bukan orang yang suka menjual putri kandungnya seperti ini, tapi saat ini keadaan Perusahaan sangat memprihatinkan, jika dia tidak mengambil Tindakan extrim ini perusahaannya akan hancur, seperti debu.
“Ayah menagapa kau tidak membahas ini dengan ketua Perusahaan B.A Group aku yakin jika dia sangat berkuasa di ibu kota?” Ucap Elisa dengan wajah tanpa dosa, dia berencana untuk membuat Nadia berakhir di tangan pria tua bangka, dia sangat yakin jika pemimpin Perusahaan B.A adalah pria itua yang sudah berusia enam puluh tahun keatas.
Sementara Wahyu tidak pernah berpikir hal ini sebelumnya, ide yang diberikan Elisa tidak terlalu buruk, dia yakin jika dia akan mendapatkan bantuan yang besar jika dia menyodorkan Nadia ke pemimpin Perusahaan B.A group. Sebuah senyum licik terbentuk di bibirnya.
Detik berikutnya dia sudah memenangkan omosinya, dengan lembut dia berkata “Aku akan menyiapkan tiket untuk kalian minggu depan.”
Sementara Lidia merasa sangat bangga dengan putri kesayangannya ini.
Hari berikutnya.
Wahyu dengan percaya diri melangkah masuk ke dalam Perusahaan B.A group seperti yang di sarankan Elisa kemarin, saat dilobi dia bertemu dengan Asisten Aris yang baru saja keluar dari lift.
Dengan penuh percaya diri Wahyu berkata “Selamat siang pak Aris, ada sesuatu yang ingin saya bicarakan dengan pemimpin Perusahaan.”
__ADS_1
Aris mengangguk, kemudian berkata “kau bisa mengatakan kepadaku, saat ini Presiden sedang sibuk.”
Dengan gugup Wahyu berkata “aku ingin mengatakan secara langsung, ini sesuatu yang sangat mendesak”.
“Baiklah aku akan melapor kepada presiden terlebih dulu” Ucap Aris, setelah mengatakan itu dia pergi ke resepsionis untuk menghubungi Bastian.
“tuan muda ini, ayah dari Nona Nadia datang dia ingin bertemu dengan anda” ucap Aris setelah panggilan telepon terhubung.
“satu jam lagi bawa dia kesini.” Sahut Bastian.
“baik tuan muda, aku akan menyampaikannya” setelah itu Aris menaruh gagang telepon, dan menyampaikan pesan Bastian kepada Wahyu.
Wahyu sedikit khawatir jika penantiannya akan berakhir sama seperti sebelumnya, dia tidak yakin dengan pilihannya pergi keperusahaan B.A Group untuk kedua kalinya, dia merasa sesuatu yang buruk akan terjadi, tapi dia terusa berusaha untuk menenangkan perasaannya.
Satu jam dia menunggu di lobi, dia berpikir jika penantiannya berakhir sia sia, namun detik akhir Aris mendatanginya membawa kabar baik.
“Ayo aku akan menagntarmu menemui Presiden.” Ajak Aris.
Bantu like
__ADS_1