
Suasana kelas 3D selama beberapa hari menjadi sangat damai, apalagi saat ini Aliwafa tidak lagi mengajar sebagai guru Bahasa inggris, semuanya menjadi sangat baik setelah Bastian menjadi guru Bahasa inggris mereka.
Sementara keadaan kelas 3A menjadi sangat suram, setiap hari mereka menerima tekanan dari Aliwafa, mereka benar- benar menjadi bulan- bulanan Aliwafa.
Elisa selalu di marahi oleh Aliwafa di depan semua siswa, dia tidak berani untuk mengadu kepada Lidia, karena dia tidak ingin jika Nadia menjadi peringkat pertama sekota di ketahuii olehnya.
Sementara Leni adalah satu- satunya orang yang tidak menerima imbas dari kekesalan Aliwafa.
Saat ini Elisa mulai bertekat untuk menghancurkan Aliwafa dan Nadia.
Tanpa di sadari sudah dua bulan berlalu begitu saja.
Pelajaran tekahir berakhir semua siswa berjalan pulang, saat ini Bastian sudah berada di parkiran untuk menjemput Nadia.
“Nana, guru bahasa inggris ada di parkiran untuk menjemputmu” Ucap Mesya, saat bastian mengajar menjadi guru Bahasa inggris mereka, dia mulai memperhatikan tatapan Bastian kepada Nadia, dia mulai memberi kesimpulan jika Nadia dan Bastian memiliki hubungan kekasih, dia menyimpan kesimpulan itu untuk dirinya sendiri.
Nadia mendongak dan melihat jika Bastian berjalan kearahnya “Kak Tyan kenapa kau ada disini?” Tanya heran.
__ADS_1
“Nenek ingin melihatmu” Bastian membawa tas sekolah Nadia.
saat bersamaan Melisa pergi, dia bergabung dengan Fery ke barisan belakang, dia memperhatikan interaksi Bastian dan Nadia, mereka terlihat sangat mengemaskan.
“Nadia ayo pergi” Ucap Bastian.
“OK” Nadia baru ingat jika perjalan menuju rumah nenek Sinta melewati Rumah Mesya, Nadia menoleh kearahnya “Mesya apa kau ingin pulang bersama kami?”
“Tidak, tidak perlu, kalian duluan saja” Ucap Mesya sambil menggelengkan kepala, dia tidak ingin menjadi obat nyamuk saat bersama mereka berdua. Apalagi dia sangat takut dengan guru Bahasa inggris bagaimana bisa dia berpikir berada di mobil yang sama dengannya.
Ini bukan penolakan pertama Mesya, Nadia sudah sering mengajaknya untuk pulang bersama tapi dia selalu di tolak.
Tidak seperti biasanya, Nyonya Sinta akan menjembut Nadia di depan rumah saat dia datang berkunjung. Tidak ada satupun pelayan seperti biasanya.
Sunyi!
“Mungkin nenek sedang melakukan sesuatu di dalam” Ucap Bastian, setelah memperhatikan Nadia.
__ADS_1
“ok” sahut Nadia sambil menganggukkan kepala.
Bastian memarkirkan mobinya tepat di depan pintu masuk “Kamu masuk dulu, aku ada urusan sebentar” Ucapnya penuh perhatian.
“Ok” sahutnya. Nadia mengetuk pintu, tapi tidak ada seorangpun yang membukakan pintu untuk dirinya.
Nadia menautkan alisnya saat melihat pintu rumah terbuka sedikit. Dia sedikit ragu tapi dia mendorong pintu hingga terbuka, dan bastian sudah berada di belakangnya.
Bam bam, Bunyi petasanulang tahun!
“Nadia selamat ulang tahun”
Nadia di hujani dengan potongan kerta. Sementara Nenek Sinta memegang gagang petasan dengan wajah bahagia.
Saat mendengar Nyonya Sinta Mengucapkan selamat ulang tahun Nadia terteguh sejenak. Di kehidupan sebelumnya setelah kematian Nenek Sinta tidak ada orang yang merayakan ulang tahunnya, hanya kado tanpa nama yang selalu dia terima.
Nadia tidak pernah menyangka akan merayakan ulang tahun dengan Nenek Sinta lagi. Mata Nadia berkaca- kaca, dia menahan diri untuk tidak menangis dan tersenyum “Terima kasih Nenek.”
__ADS_1
langit- langit Rumah Nyonya Sinta di dekorasi dengan sangat meriah, banyak pita- pita yang bergelantungan di langit langit dan dinding. Dan banyak bunga di sekitarnya seluruh ruangan dipenuhi aroma bunga saat ini.