Putri Yang Terabaikan

Putri Yang Terabaikan
Leo yg malang


__ADS_3

Olimpiade matematika akan disiarkan siang ini, Nyonya Sinta mengetahui jika Nadia mendapatkan peringkat pertama dalam olimpiade itu, dia sangat bangga mengetahui hal itu, saat ini dia sedang menonton televisi untuk melihat Bagaimana Nadia memenangkan Olimpiade.


Dia sudah menunggu lebih dari setengah jam dan pada akhirnya apa yang di tunggu mulai, saat ini babak petama telah di tampilkan dalam waktu beberapa menit.


Saat ini Leo baru saja menuruni anak tangga, dia berencana untuk mencari makanan di dapur, dengan setelan piama dia masih terlihat sangat mengantuk dan menguap sesekali.


“Nenek masak apa hari ini?” Tanyanya sambil melihat layar tv degan menyipitkan matanya.


Sebatang penebah mendarat di betis Leo yang kini berhenti tepat didepan Nyonya Sinta, menghalangi pandangannya.


“Nene kapa yang kau lalukan? Apa kau ingin membunuhku?” tanya Leo sambil memegangi betisnya yang sakit.


Pukulan yang mendarat di betis Leo sangat keras, Sekali lagi dia ragu dengan Neneknya apa dia benar- benar cucu dari keluarha ini?


Saat masih kecil dia diperlakukan seperti seorang gadis, dan setelah dewasa dia diperlakukan dengan sangat tidak baik, dia selelu menantapnya dengan tatapan tidak suka dan kini dia memukulnya.


Beruntung dia sudah terbiasa dengan Tindakan Nyonya Sinta, jika tidak mungkin dia sudah mengalami depresi.


“Menyingkir dari hadapanku, kau menghalangiku untuk menonton tv” tegur Nyonya Sinta dengan raut wajah tak suka.


“Acara apa yang membuatmu sampai tega memukul cucumu, seberapa bagus acara itu?” Tanya Leo tak terima.

__ADS_1


Nyonya Sinta menatapnya dengan tatapan tajam “Kau masih disitu?” tanyanya sinis, dia berdiri kemudian mendorong leo kesamping.


Leo hampir saja terjatuh, dia menatap Neneknya dengan tatapan tidak suka, hanya saja itu percuma karena saat ini neneknya sedang memperhatikan Nadia dengan seksama.


“…” Leo.


Leo mengalah, dia memilih duduk di samping Nyonya Sinta “Apa sangat menarik?”


“tentu Nadia sangat luar biasa!” ucap Nyonya Sinta yang tiba- tiba berteriak kegirangan.


Leo yang melihat Hal itu membuka mulut lebar- lebar dia sangat heran dengan neneknya. Apa yang membuatnya begitu histeris?


Leo mengalihkan pandangannya ke tv, yang menampilkan Olimpiade Matematika, saat ini Nadia menjadi sorotan Kamera. Karena wajah Nadia yang sangat cantik  dan dia sangat jinius membuat cameramen lebih sering mengambil gambarnya, hampir seluruh acara olimpiade memperlihatkan Nadia.


Leo mulai melihat pertanyaan yang  berapa di layar televisi, soal itu tidak sederhana ada beberapa rumus didalamnya.


Nilai matematika Leo adalah salah satu terbaik di tanah air, dia mulai menghitung, saat dia sudah mulai berpikir, Nadia sudah terlebih dulu menyelesaikan jawaban. Melihat hal itu Leo berhenti seketika.


Terlalu capat? Ini masih beberapa detik dan dia sudah menemukan jawaban! Apa mungkin Nadia menjawab pertanyaan hanya dengan satu kali lihat?


Leo sangat terkejut, dia tidak lagi menghitung soal, dia memilih untuk melihat jawaban para juri…

__ADS_1


Dia berharap Nadia memberi jawaban yang salah, hatinya merasa sakit saat berpikir jika Nadia akan mendapatkan Nilai sempurna.


Nadia adalah ibl!s!


Saat membayangkan jika suatu saat Nadia menjadi kakak iparnya, hatinya menajdi gelisah saat ini setatusnya dalam keluarga ini sangat rendah, jika Nadia bergabung dengan keluarga ini maka setatusnya akan turun dan turun.


Saat ini para juri telah menyelesaikan jawaban mereka dan membandingkan dengan jawaban Nadia.


Nyonya tua Sinta sangat gugup saat menyaksikan hal itu.


“Jawabannya benar” Ucap salah satu perwakilan Juri.


“Nadia sangat luar biasa, kecepatannya tidak ada bandingan dia seorang jinius abad ini, dia ahli dalam melukis, baik hati, dia seseorang yang sangat sempurna.”


Setelah mengatakan itu nyonya Sinta mengalihkan pandangannya ke Leo dengan pandangan menghina, tanpa menahan emosinya dia berkata “Leo coba lihat dirimu, apa kau bisa dibandingkan dengan Nadia?”


“Aku akui jika kakak ipar sangat luar biasa” Ucap leo pasrah.


Tapi satu hal yang tidak bisa di bandingkan dengannya, karena keterampilannya dalam merestas berada di peringkat enam!


Saat memikirkan hal itu membuat leo sedikit terhibur, bukan masalah besar jika dia lebih buruk dari Nadia dalam hal lain.

__ADS_1


“Setidaknya kau paham batasanmu” Ucap Nyonya Sinta dengan santai, dia kembali mengalihkan pandangannya ke layar televisi.


Beri gif dan bantu vote jangan pelit pelit kwkwkw, janji kalau sampai jumad jumlah vote lebih dari 10 bakalan up sekaligus 10 eps. Beri dukungannya yaa


__ADS_2