
Pagi berikutnya, saat ini Wahyu dan yang lainnya sedang sarapan, sementara Nadia baru saja menuruni anak tangga.
Saat Wahyu melihat Nadia, dia tidak merasa sedikit bersalahpun kepada putri kandungnya, karena tidak merayakan ulang tahunnya.
Elisa terlihat sangat bahagia, dia pergi ke dapur mengambil kotak kue “kakak menarin ulang tahunku, kami merayakan di luar, aku membawakanmu kue ulang tahun ku kemarin” Ucapnya dengan senyum cerah.
Saat Ini Nadia duduk di meja makan, dia sama sekali tidak melirik kue pemberian Elisa. dia mengambil roti tawar dengan santai memakannya.
Lidia sangat kesal menihat putri kesayangannya di abaikan berkata “Nadia kamu sangat tidak tahu terima kasih, adikmu dengan penuh perhatian berbagi makan denganmu tapi kamu malah mengabaikannya.”
“Aku merasa jika aku tidak pernah memiliki adik dan dia hanya satu jam lahir setelahku.” Ucap Nadia dengan Acuh – tak acuh.
Wahyu mengerutkan keningnya, kemudian berkata “Nadia apa kau marah karena aku tidak merayakan ulang tahunmu? Aku tidak punya waktu untuk menyiapkan semuanya, selama ini keadaan kantor sangat buruk, aku sibuk berangkat pagi pulang malam!”
__ADS_1
Nadia tersenyum tipis dia menyandarkan bahunya kekursi kemudian berkata “Kau bilang kamu tidak punya waktu, bisa- bisanya kalian sempat untuk merayakan ulang tahun Elisa? Jika kalian tidak punya waktu untuk kedepannya jangan rayakan ulang tahun Elisa bukan?”
Ucapan Nadia membuat kedua orang tuanya kesal.
“Nadia kau sangat keterlaluan, walau bagaimanapun Elisa adik mu, kau seharusnya tidak bersikap implusif seperti ini? Apa kau ingin merebut semua dari Elisa” Ucap Lidia kesal
“Dia hanya anak pungut tidak kurang dan tidak lebih” Ucap Nadia dengan senyuman mengejek saat melirik Elisa “dan juga bukannya ibu hanya seorang Wanita rumahan? Bukannya dia memiliki waktu luang untuk membuat pesta ulang tahun, kalian sangat bias kepada Elisa dan melupakan putri kandung kalian sendiri!”
Nadia berpikir jika Lidia adalah orang yang sangat bodoh yang pernah ada di muka bumi, serigala saja akan melindungi putrinya, tapi tidak dengan dia!
Elisa menundukkan kepala sambil menikmati sarapan, dia merasa kesal sekaligus bahagia saat ini.
Dia terkejut saat melihat Nadia tidak terpengaruh oleh masalah ini, dia bahkan bersikap jika masalah ini tidak pernah ada, dia bahkan tidak pernah perduli dengan kasih sayang orang tua kandungnya sendiri.
__ADS_1
Elisa tidak ingin membiarkan Nadia begitu saja, dia membuka mulutnya dan berkata “Kakak aku dengar dari para pelaya jika kamu pulang jam 8 malam, kamua bahkan tidak pulang setelah sekolah. Tadi siang aku melihatmu masuk kedalam mobil seorang pria. Kamu harus berhati- hati di iibu kota sangat banyak orang jahat, kamu memiliki paras yang cantik, akan mudah bagi mereka untuk mengincarmu, yang baru saja Kembali ke kota.”
Di permukaan Elisa terlihat sangat memperhatikan Nadia, dia terlhat seperti seorang yang penuh kasih, tidak ada yang menyadari jika dia adalah perwujutan iblis selain Nadia.
Wahyu menautkan alisnya, dia merasa jika Tindakan Nadia sangat keterlaluan. Bisa- bisanya dia malah pacaran?
“Katakan siapa orang itu?” Tanya wahyu.
Nadia mengabaikannya.
Elisa tersenyum tanpa sadar dia menjawab “Aku lihat pria itu adalah seorang guru Bahasa inggris yang mengajar kelas kakak, saat di sekolah pria itu mengatakan jika dia adalah saudara kakak.”
Jangan lupa bantu like komen, mawar seiklasnya, atau iklasn, vote dan share kwkwk.
__ADS_1
Jangan lupa mampir baca novel terbaru aku ya kak yang judulnya pernikahan kontrak, sekalian kasih saran dan like sebagi dukungan.