Putri Yang Terabaikan

Putri Yang Terabaikan
menunggu ceo malah Bastian yang muncul


__ADS_3

Senyum ramah di wajah Asisten Aris lenyap seketika “CEO Thomas anda telah menjelek- jelekkan manager kami, Group BA sangat melindungi karyawan kami, tidak perduli seberapa buruk manager bastian kami tidak suka melihat orang lain menghina dan memfitnahnya. Jika bukan kerenanya anda tidak akan memiliki kesempatan untuk datang kesini apalagi bertemu dengan saya hari ini, apalagi membahas kerja sama.”


Sebelumnya Thomas berpikir jika dia akan dapat bekerja sama dengan Perusahaan BA Group, dia tidak pernah menyangka jika Bastian telah membantunya dan sekarang dia malah dengan ceroboh menghina Bastian.


Thomas sangat panik “Asisten Aris aku mengatakan ini demi Perusahaan anda, jika suatu saat Bastian membocorkan rahasia Perusahaan itu akan menjadi pukulan yang besar untuk Perusahaan.”


Asistern Aris mengangkat tangan dan menyelas Thomas Alexander “Kau tidak perlu menghawatirkan perusahaanku, aku yakin jika Manager Bastian mampu.”


Seketika wajah Thomas menjadi pucat.


Asisten Aris berdiri dan memintanya untuk pergi “CEO Thomas, Perusahaan kami tidak cocok untuk bekerja sama dengan Perusahaan anda.”


Thomas masih tidak terima dia mengepalkan tangannya erat- erat dan bertanya “Menapa kau tidak menanyakan masalah ini kepada Presiden Perusahaan anda?”


Asisten Aris tersenyum kemudian berkata “Sebelumnya Presiden telah memberi wewenang untuk kerja sama ini”

__ADS_1


Thomas ingin menyelamatkan situasi, karena ayahnya menginginkan Kerjasama dengan Perusahaan BA berjalan lancar, jika kerja sama ini gagal ayahnya tidak akan melepaskannya dengan mudah “Tidak, sebenarnya anak saya..”


“Jika anda tidak ingin pergi aku akan memanggil keamanan” Ucap Asisten Aris sudah kehilangan kesabarannya.


Asisten Aris pergi dengan mengabaikan Thomas, dia sudah menghabiskan waktu setengah jam untuk berurusan dengannya. Dia harus segera pergi melapor pekerjaannya kepada Bastian.


Mesikipun dia sangat ingin bertemu dengan Presdiden BA Group, karena telah menerima peringatan dari Asisten Aris dia memilih untuk pergi, dia tidak ingin harga dirinya diinjak karena di seret keluar oleh penjaga keamanan.


Dia enggan pergi saat berada di depan pintu Perusahaan AB Group, dengan membawa dokumen kerja sama dia berharap bisa bertemu dengan presiden BA group.


Sementara Asiten Aris langsung pergi menemui Bastian setelah dari ruang rapat, dia mengetuk pintu “Presiden”


“Thomas Alexander masih berada di depan pintu masuk Perusahaan, sepertinya dia sedang menggu presiden lewat.”


“dia orang yang tidak penting abaikan dia” Bastian mengangkat kepala.

__ADS_1


“cetak ini dan bagikan kesetiap departeman, setelah itu jadwalkan agar para petinggi datang keperusahaan.”


Bastian sama sekali tidak menganggap serius keberadaan Thomas Alexander, dia sama sekali tidak perduli dengan apa yang terjadi di keluarga Alexander, baginya hanya keluarga Wijaya keluarganya.


“OK” Aisiten Aris tahu jika Bastian sama sekali tidak perduli dengan Thomas, Dia mengangguk setuju .


“keluar” Perintah Bastian.


Sejak dulu Bastian adalah orang yang sangat gila kerja, dia bekerja sepanjang hari dan berharap jika seluruh waktunya bisa di habiskan untuk bekerja, terkadang dia menghabiskan waktunya bersama dengan neneknya, tapi sekarang dia ingin menghabiskan lebih banyak waktu dengan Nadia.


Bastian sadar jika Nadia sangat hebat jadi dia tidak ingin ketinggalan, saat memikirkan Nadia membuat Bastian tersenyum tanpa sadar.


-


Sudah jam 4sore. Sudah 5 jam Thomas menunggu didepan pintu masuk Perusahaan Ba Group, namun dia tidak bisa bertamu dengan presiden perusaan BA Group. Dia hanya  melihat Bastian akan pulang kerja, jadi dia segera pergi.

__ADS_1


beri like, gif dan vote jangan pelit pelit kwkwkw.


sekalian penulisnya diikuti biar tambah semangat.


__ADS_2