
Dia tersenyum hangat saat melihat kedua siswa itu datang “Silahkan duduk” Ucapnya sambil menunjuk ke dua kursi di sebrangnya.
Dia mulai menjelaskan isi pertanyaan kepada mereka berdua, selama itu satu jam telah berlalu, Tania memberikan memebrikan soal dari olimpiade matematika tahun lalu kepada Nadia dan Leni.
“kalian bisa pulang, pelajari soal- soal ini sebagi contoh, jangan terlalu tegang aku yakin jika kalian dapat melakukan yang terbaik, nilai kalian jauh lebih baik dari pada aku.”
Leni sudah terbiasa mengikuti segala macam olimpiade atau kompetisi sejak masih duduk di bangku sekolah dasar, Tania tahu jika Nadia adalah seorang jinius tapi dia khawatir jika Nadia akan gugup saat di pertandingan nanti, itu akan mempengaruhi penampilannya nanti.
Namun setelah dia mengingat bagaimana Nadia menanggapi insiden yang menuduhnya mencontek, Nadia terlihat santai dan tidak gugup sedikitpun saat menghadapi tuduhan seperti ini, akhirnya Tania bernafas lega “Itu saja untuk hari ini, hati- hati dijalan.”
Leni dan Nadia meninggalkan kantor.
“Nadia, ada sesuatu yang harus aku lakukan, aku duluan ya” Ucap Leni buru- buru dengan tergesa- gesa dia berlari pergi.
Nadia melihat Leni dengan seksama. Leni adalah anak yang cerdas, dan dia memiliki sikap yang baik, jadi dia berencana untuk membantunya, ya tentu saja dia tidak melakukan itu hanya karena dia orang yang baik, dia berencana untuk membuat Leni bekerja di perusahaannya.
Nadia segera pergi, saat di parkiran dia melihat mobil Bastian sudah terparkir di sana, Bastian keluar daru mobil, kali ini dia mengenakan setelah jas hitam.
“Kak Tyan” sapa Nadia.
“aku datang menjemputmu.” Ucapnya dengan penuh perhatian.
Bastian tahu jika Nadia harus menerima pelajaran tambahan selama satu jam setelah jam sekolah, untuk mengikuti olimpiade matematika Nasional.
Nadia duduk di kursi penumpang, dengan ragu- ragu dia mengeluarkan banyak kado dan surat cinta yang telah para siswa titipkan kepadanya untuk bastian.
Sebeluumnya dia berencana membuang tumpukan kado dan surat itu ketong sampah, tapi dia dengan enggan membawanya dan memberikannya kepada Bastian.
Tatapan mata Bastian tertuju ke kado dan surat cinta yang di bawa Nadia, dia menatap Nadia kemudian dengan lembut bertanya “Nadia apa kau ingin aku menerima semua ini?”
“Tidak” sahut Nadia dengan jujur.
Mengetahui begitu banyak teman sekolahnya yang menyukai bastian, Nadia merasa sangat kesal, seolah- oleh seseorang ingin merebut apa yang dia punya.
Tapi Nadia belum menyadari perasaannya kepada Bastian adalah cinta, dia merasa tidak nyaman saat berpikir jika Bastian seuatu saat akan pergi darinya, dia tidak ingin kasih sayang Bastian kepadanya di rebut oleh seseorang.
__ADS_1
Dia menyalahkan dirinya sendiri saat tidak bisa merelakan kehangatan kasih sayang yang diebrikan Bastian kepadanya selama ini, dia berpikir jika dirinya terlalu serakah.
Sementara bibir Bastian melengkung setelah mendengar jawaban dari Nadia, terlihat sangat jelas dari sorot matanya jika dia sangat bahagia.
Bastian mengelus kepala Nadia dan berkata “Nadia jika kamu tidak suka semua ini, kamu bisa membuangnya ke tong sampah, kamu bisa melakukan apapun yang berhubungan denganku.”
Nadia merasa kehangatan dihatinya, dia tersenyum dan memasukkan Kembali semua itu kedalam tasnya “Ok aku akan membuangnya nanti.”
Setelah mendengar jika Bastian memperbolehkannya membuang surat cinta dan kado, dia akan membuangnya ke tong sampah.
Dia sudah bertekat jiika dimasa depan nanti, dia tidak akan membiarkan Bastian menerima surat cinta dari orang lain.
Bastian adalah orang yang sangat tampan, dia memiliki latar belakang keluarga yang sangat baik, dia memiliki kepribadian yang sangat baik. Nadia berpikir jika tidak ada gadis di sekolahannya yang layak untuk Bastian.
Bastian secara alami mengemudi mobil menuju ke restoran, dia tahu jika Nadia tidak suka makan malam di keluarga Kusuma, setelah makan malam dia mengantar nadia pulang kekeluarga Kusuma.
Saat ini Elisa berada di luar rumah, dia melihat Nadia pulang diantar oleh Bastian, dia berada di tempat yang tak terlihat oleh Bastian dan Nadia.
Selama beberapa hari Elisa sudah mencari perhatian Bastian dengan selalu lewat di depannya, tapi Bastian mengabaikannya, Bastian bahkan tidak melirik keberadaannya.
Saat melihat sikap lembut Bastian kepada Nadia membuat Elisa jengkel, hatinya dipenuhi dengan rasa iri dan dengki.
Dia tidak terima dengan perhatian dan kasih sayang yang diterima Nadia dari Bastian.
Dia lebih baik dari Nadia! Tapi kenapa bastian selalu memperhatian Nadia, memangnya apa kelebihan yang dimiliki Nadia? Diakan hanya memiliki wajah yang cantik, tidak lebih.
Setelah ini Bastian tidak akan melirik Nadia lagi!
Dia yakin jika setelah apa yang terjadi dengan Nadia, Bastian tidak akan tertarik lagi dengan Nadia. Setelah Bastian tidak memperhatikan Nadia, Bastian pasti akan melihat seberapa baik dan anggunnnya dirinya.
Elisa menatap Nadia dengan tatapan tajam, setelah mengalihkan pandangannya senyum jahat mengembang di bibirnya.
Bastian memperhatikan Nadia sampai dia masuk kedalam rumah, setelah itu dia masuk ke dalam mobil.
Pagi berikutnya.
__ADS_1
Rumor mengenai Rindi yang berasal dari keluarga kurang mampu menyebar di sekolahan, banyak murid yang melau merendahkan dan mencacinya.
Beberapa hari sebelumnya orang tua Rindi datang kesekolahan untuk bertemu dengannya, penempilan ibu dan ayangnya sangat sederhana, mereka mengenakan pakaian lusuh dan sandar jepit, saat itu yang tahu kebenaran tentang orang tuanya adalah Nadia.
“sebelumnya dia menghina Nadia sebegai Wanita simpanan ternyata dia sendiri yang seorang simpanan”
“Maling triak maling”
“Aku ingin tahu siapa pria tua yang menjadi pasangannya”
“Benar- benar tidak tahu malu, seperti kacang yang lupa kulitnya, padahal lahir dari keluarga miskin tapi tidak mau mengakuinya, malah- malah mengejek orang lain yang bersar di pedesaan”
“Seharusnya sama- sama dari desa tidak usah banyak cincong”
“kalau aku jadi dia bakalan keluar dari sekolahan ini”
“Hahaha Aku benar, hanya saja sayang dia tidak punya malu, jika tidak dia tidak akan sesombong ini sejak awal”
Rindi kesal saat mendengar cacian dari semua siswa yang berpapasan dengan dirinya, mereka tidak ada henti- hentinya menghina dan mencaci dirinya. Namun dari semua itu dia lebih membenci Nadia, dia yakin jika Nadia lah yang telah menyebarkan rumor buruk tentang dirinya, karena tidak ada orang yang tahu fakta dari dirinya.
Setelah sekolah berakhir Rindi tidak berani bertemu dengan orang lain, dia tidak bisa menerima tatapan menjijikan yang ditujukan kepada dirinya, dia memilih untuk bersembunyi di gudang.
“Rindi” panggil Elisa saat menemukannya.
Rindi meyeka air matanya dan bertanya “Ada apa Elisa?”
“Rindi aku khawatir dengan rumor yang beredar” Ucap Elisa dengan nada cemas.
Selama ini Rindi sangat bangga dengan dirinya sendiri, dia selalu berperilaku seperti seorang putri dari keluarga kaya, dia sangat senang saat orang memujinya.
“Aku tidak akan melepaskannya begitu saja” teriak Rindi kesal.
Bantu like komen, vote dan flow
jangan lupa mampir baca novel terbaruku, pernikahan kontrak, makasih.
__ADS_1