
Saat berjalan Elisa tidak sengaja melihat Bastian. Banyak orang yang memperhatikan pria tampan itu, dia tidak berani menyapanya, dia hanya bisa melihat Bastian berjalan menuju kelas 3D.
Elisa mengepalkan tinjunya, dia tidak ingin membiarkan Bastian pergi ‘apa kelebihan Nadia selain wajahnya, mengapa pria ini bersamanya? Aku yakin jika pria ini punya pengelihatan yang buruk, Aku jauh lebih baik dari pada Nadia!’
Dengan penampilan Bastian yang tampan, banyak gadis yang berkerumun di koridor sekilah, mereka menjerit histeris, suasana menjadi sangat berisik.
“Dia sangat tampan, apa dia artis?”
“Mungkin dia akan mengajar disekolah kita”
“Kurasa dia datang untuk pertemuan guru dan orang tua. Dia mungkin memiliki adik yang bersekolah disini”
“Jika dia menjadi pacarku, aku akan mejadi sangat Bahagia setiap kali bangun tidur”
“dia terlihat sangat tampan dan aku yakin jika dia berasal dari keluarga kaya”
Rindipun terpesona dengan ketampanan Bastian, dia baru sadar jika Elisa tidak ada di sampinya saat memanggilnya, dia sudah melihat Elisa berjalan kerarah pria tampan itu, Dia menatap Elisa dengan tatapan tak senang dia memiliki ide. Dia tersenyum tipis dan berkata “Elisa kau sangat cocok dengan pria itu, hanya kau yang cocok dengannya.”
__ADS_1
Elisa tersipu saat mendengar itu, saat ini mereka berada dikalan menuju klas 3D, saat Bastian berjalan kearah mereka. Rindi bertaka dengan Nada ambigu “Elisa Apa dia kesini untuk bertemu denganmu?”
Sebelumnya Elisa tidak pernah berpikir jika Bastian datang untuk menemuinya, dia tahu jika dia datang untuk bertemu dengan Nadia. Dia merasakan perasaan berharap saat mendegar kalimat itu.
Dia berpikir jika Bastian datang untuk bertemu dengannya. Saat Bastian berada di depannya dia sudah siap untuk mengatakan sesuatu.
Bastian behenti tepat satu meter didepannya.
Saat ini Elisa menundukkan kepalanya, dia merasa sangat malu untuk melihat langsung wajah tampan Bastian, dia hanya bisa melihat sepasang sepatu yang dikenakan Bastian.
Amel sangat bersemangat, begitupun dengan Rindi “Elisa dia memanggilmu.”
Dengan malu- malu Elisa mengangkat kepalanya, melihat wajah tampan Bastian “Anda disini?” ucapnya dengan nada penuh kasih.
Semua orang yang melihat berpikir jika saat ini dia sangat akrap dengan Bastian, seolah Bastian datang mencarinya.
Elisa tidak yakin jika Bastian datang untuk menemuinya. Tetapi saat ini Bastian berdiri tepat didepannya dan memanggilnya. Dentak jantung Elisa menjadi tak karuan, dia merasa sangat bangga dengan dirinya. Dimatanya orang seperti Nadia tidak bisa bersaing dengannya, tidak aka nada pria yang akan menolak Wanita selembut dirinya, Nadia hanya memiliki tampang yang cantik, tapi tidak dengan kepepribadiannya.
__ADS_1
Melihat Bastian dan Elisa yang sedang berbicara, apalagi Elisa terluhat sangat malu, membuat para siswi yang berkerumun berpikir jika mereka adalah pasangan.
“Dia datang kesini untuk bertemu dengan Elisa”
“Aku yakin jika, dia dan Elisa memiliki hubungan kusus”
“Elisa sangat beruntung, tak hanya cantik, putri dari keluarga kaya, dan sekarang dia memiliki kekasih yang sangat tampan dan kaya, tuhan benar- benar sangat menyayanginya”
Tidak ada yang menyadari jika tatapan Bastian hanya tertuju kepapa Nadia, begitupun dengan Elisa. Saat Bastian berbicara dia bahkan tidak melirik Elisa “Kau telah menghalangi jalanku.”
Saat ini Elisa berada di tengah koridor dengan kedua temannya berada di sampingnya, dia menghalangi jalannya. Bastian ingin segera pergi menuju Nadia tapi mereka malah menghalangi jalan.
Mendengar itu wajah Elisa membeku, bahkan tatapan iri para gadis sebelumnya berubah. Bukankah Elisa sengaja menciptakan kesalah pahaman.
Elisa yang melihat hal ini tertawa terbahak- bahak “hahaha, aku ingin tertawa, apa Elisa berpikir jika pria tampan itu adalah kekasihnya? Bahwa setiap ada pria tampan yang datang itu berarti dia mencarinya? Dia sangat percaya diri” Cibirnya.
Saat ini raut Wajal elisa berubah- ubah.
__ADS_1