Putri Yang Terabaikan

Putri Yang Terabaikan
Lidia


__ADS_3

Fery menjadi kesal, dia berjalan mendekat kepada Ayahnya kemudian berkata “Ayah lihat baik- baik, aku ini benar- benar anakmu.”


Ayah fery tertawa terbahak- bahak, dia berkata “Anakku, kau telah melakukan sesuatu yang membanggakan. Malam ini aku akan menagadakan makan malam mewah, aku akan memberimu danging sapi kesukaanmu. Jika kau berhasil masuk ke kampus terbaik aku janji aku akan membilikanmu mobil” Ayah Fery sangat senang.


Begitupun dengan Fery dia sama senangnya setelah mendengar Hadia yang akan didapat dia menjadi bersemangat.


Guru Sigit melihat keakraban ayak dan anak itu, dia tidak menyangka jika keduanya terlihat seperti teman akrab.


Dia tidak ingin mengganggu sepasang ayah dan anak itu, dia Kembali ke dalam kelas kemudian membagikan hasil ujian kepada orang tua siswa satu persatu.


Bastian juga menerimanya. Dia melihat skor Nadia, nilai setiap mata pelajaran sangat tinggi. Bastian sangat terkejut, sebelumnya dia sudah menerima informasi dari Leo jika Nadia menduduki peringat satu umum, tapi dia tidak pernah berpikir jika Nadia akan mendapatkan Hampir Nilai penuh di setiap mata pelajaran.


Dengan hasil ujiannya ini. Nadia tidak akan kesulitan untun masuk ke universitas Nasional.


Rasa bangga muncul di dalam hatinya. Wanitanya sangat luar biasa.


Guru Sigit Kembali menjelaskan “Ujian kali ini sangat sulit, tapi semua murid berhasil mendapatkan nilai jauh lebih baik dari pada sebelumnya. Kelas kami juga mendapatkan peringkat Pertama dari semua kelas.”


Semua orang tua sangat terkejut! Semua orang tahu jika klas 3D adalah kelas terburuk.


“Siswa Nadia mendapatkan Nilai rata- rata 97.25.”


Semua orang tua menoleh satu persatu, mereka mencoba mencari tahu siapa orang tua Nadia, mereka ingin menanyakan saran darinya.


Mereka tidak mau bertanya kepada Guru Sigit karena merasa sangat malu. Mereka akhirnya ingat jika pria terakhir mengaku sebagi saudara Nadia.

__ADS_1


Orang tua siswa dengan cepat berjalan keara bastian “Maaf apa kamu kakak Nadia?”


“Iya” Bastian berhenti dan berkata “Dia keluargaku.”


“Kalau begitu bisakah kau memberi tahu kami, bagaimana dia belajar saat diruman” Tanya orang tua itu dengan sepenuh hati. Disusul oleh orang tua lainnya.


Bastian menjawab “Karena bakatnya, dia akan belajar dikamar tepat setelah dia pulang.”


Nadia diluar bisa mendengarnya dan diam. Hanya belajar setelah pulang, apa dia menjadi begitu malas?


Mendengar itu para orang tua mengangguk setuju “Benar, Anakku tidak suka belajar, saat dia belajar Nilainya naik.”


“ Adikmu berada di kalas 3D, dia mendapatkan peringkat pertama, dia sunggu anak yang sangat berprestasi.”


“Jika anakku seperti dia, rambutku tidak akan cepat putih karena harus bertengkar dulu sebelum belajar.”


Disekolah Nilai terbaik adalah yang paling penting, semua orang tua mengutamakan itu dari pada apapun.


Saat ini para orang tua mulai memuji Nadia. Bastian tersenyum saat mendengar orang- orang memujinya.


Melihat tidak ada waktu yang tersisa, Sigit menyela “Jika ada yang ingin ditanyakan tetntang kinerja siswa, kalian bisa bertanya kepadaku.”


Beberapa orang tua berjalan ketempat guru sigit untuk berkonsultasi. Setelah itu Bastian Keluar dari ruang kelas, pergi ketempat Nadia.


Kelas 3A.

__ADS_1


Lidia datang dia memiliki wajah yang cantik, penampilannya sangat elegan. Dia sangat arogan Karenna diklas 3A orang tua Leni dan Leo tidak datang, jadi dia menjadi orang yang sangat dihormati oleh orang tua siswalain, dia menerima banyak sanjungan dari mereka.


Saat ini banyak orang yang ingin menyapanya hanya saja Lidia mengabaikannya, Sebagian orang yang sadar dengan sikap Lidia berhenti menyapanya, harga diri mereka bukanlah sesuatu yang dapat diinjak- injak olehnya.


Dengan sikap dan latar belakang Lidia masih banyak orang yang menyanjungnya, sikapnya tidak jauh beda dengan Elisa.


“Anda sangat beruntung ibu Elisa, putrimu selalu masuk peringkat 10 besar.”


“ibu benar, dia sangat luar biasa, tidak hanya cantik dia juga murid langsung dari seniman Lukis terbaik, anda benar- benar beruntung.”


“Anda pasti, selalu mengingatkannya untuk belajar saat dirumah, andai saja anakku patuh seperti dia.”


“Sumua dapat dilihat dari penampikannya yang elegan. Dia orang yang berpendidikan tinggi, secara alami dia bisa mengajari putrinya dengan baik.”


Orang- orang it uterus memuji Lidia dan Elisa, Lidia emngangkat kepala tinggi- tinggi, sebuah senyuman mengembang di bibirnya, dengan sombong dia berkata “Ini semua karena kerja keras Elisa. Aku hanya memberinya beberapa Nasehat. Nilai bagus tidak dipengaruhi oleh seberapa keras seseorang berusaha, semua tergantung bakat masing- masing, tidak semua orang bisa mendapatkan Nilai yang bagus.”


Wajar orang- orang yang tadinya memuji dan memuja Lidia menjadi membeku seketika setelah mendengar kalimat yang keluar dari mulut Wanita sombong itu.


Secara tidak langsung Lidia mengatakan, percuma belajar sekeras apapun, jika bodoh akan tetap bodoh tidak aka nada perubahan!


Orang tua siswa Kembali ketempat duduk anak mereka satu persatu. Mereka merasa sangat tidak nyaman.


Putrinya hanya masuk sepuluh besar, tapi dia sangat Arogan? Dia benar- benar berlebihan!


Beberpa orang tua masih bertahan disamping Lidia, semakin mereka memujinya Lidia semakin bersikap arogan, dia merasa sangat senang setiap kali menerima pujian itu.

__ADS_1


Aliwafa wasuk dengan raut wajah suram.


Lida tersenyum dan menyapanya “Guru Aliwafa, saya ingin bertanya bagaimana hasil ujian Elisa kali ini?”


__ADS_2