
Setelah selesai menguruk buku tabungan, keduanya pergi ke restoran yang dekat dengan pantai. Keduanya duduk di dekat jendela sambil menikmati pemandangat pasang surut ombak dilautan dan orang- orang yang sedang bersantai dibibir pantai.
Saat Elisa melewati restoran dia melihat Nadia didalam restoran mewah itu. Dia sedikit terkejut dengan pemandangan itu. Mengapa orang udik itu bisa ada disini? Mengapa dia menginjakkan kaki di restoran mewah kals atas?
Setelah pertanyaan yang berkecamuk di pikirannya, pandangannya teralihkan ke sosok Bastian, dia melihatnya dari samping tapi sangas sempurna. Hudung mancung dan bibir yang sexy….
Jantuh Elisa berdegup sangat kencang saat melihat pria yang begitu tampan. Dia hampir tidak bisa mengendalikan diri dan masuk kedalam restoran.
Saat dia masuk kedalam restoran, kebetulan dia melihat Bastian sedang mengupas cangkang kepiting dengan tangannya yang ramping dan dan meletakkan dangin kepiting it uke piring Nadia. Dan nadia tanpa malu memakannya tanpa ragu.
Elisa mencengkram tangannya dengan erat, dia tidak terima jika Nadia bisa bertemu dengan pria setampan itu? Dan dia memintanya untuk mengupaskan kepiting untuknya! Ini sangat keterlaluan!
Elisa yang sudah terbiasa dengan acting. Dengan sangat cepat dia menekan emosinya dan perlahan dia berjalan kearah Nadia dan Bastian.
“kakak” Sapanya.
__ADS_1
Mendngar suara Elisa Naida meletakkan sendok dan garbu diatas meja dan bertanya tanpa ekpresi “Apa?”
“Kakak, aku mencarimu untuk pergi ke mall bersama. aku tidak tahu jika kamu pergi sangat pagi” Keluh Elisa, dia dengan percaya didi duduk di samping Elisa layaknya saudari yang sangat baik.
Meja makan ini hanya disediakan untuk dua orang. Nadia memang kurus tapi kursinya hampir tidak muat jika untuk ditempati dua orang sekaligus.
Saat ini sangat ramai. Bastian menautkan Alisnya dan akhirnya menatap Elisa. Menurut informasi yang dia dapat, Nadia ditukar oleh orang tua Elisa saat berada di rumah sakit bersalin. Elisa adalah anak dari dari penjahat itu, tetapi dia menikmati seluruh fasilitas keluarga Kusuma dan kasing sanyang dari kedua orang tua Nadia.
Sementara Nadia dia menjalani hidupp yang berat dibawah pengasuhan sarah dan keluarganya. Sejak dia berusia 4 tahun dia harus melakukan banyak pekerjaan.
Pejabat yang tahu tabiat pasangan itu, secara khusus menyumbang uang untuk membayar Pendidikan Nadia, setelah Nadia tumbuh sedikit lebih dewasa dia mencari pekerjaan untuk membiayai sekolahnya sendiri.
Saat Nadia berniat untuk melanjutkan sekolah ke SMA, keluarga kandung Elisa tidak memberinya is\=zin untuk melanjutkan pekerjaan. Hanya setelah Nadia berjanji akan memberikan uang setiap bulan, mereka baru membiarkan Nadia sekolah.
Setelah Nadia Kembali kekeluarga Kusuma, Elias masih tinggal di keluarga itu sebagai putri kesayangan keluarga Kusuma.
__ADS_1
Menurut informasi yang dia dapat, Elisa memiliki bakat yang sangat luar biasa. Bakatnya telah diketahui oleh salah satu pelukis terbaik di tanah air, Gatot Subroto,s ejak dia masih musa dan menjadi salah satu murud kesayangannya. Dia tahun ketiga SMA, dia menduduki peringkay sepuluh besar dari seluruh kelas.
Dia memiliki sikap yang baik dan penyayang Binatang liar. Dia kan memberi makan kucing liar dan anjing, jika mereka terluka dia akan mengirim mereka ke dokter hewan.
Bastian memalingkan muka dan mencibirnya.
Dia sangat munafik.
Saat Elisa memperhatikan tatapan bastian yang tertuju padanya wajahnya menjadi merona. Dia mengambil jus Nadia dan meneguknya dan setelah itu dengan santai dia bertanya “Kaka kapa dia temanmu?”
Nadia memalingkan mula dan terseyum mengejek. Apa bocah ini menyukai Bastian kali ini?
“Memangnya apa urusannya denganmu, dia temanku atau bukan? Memangny akita memiliki hubungan yang akrab sampai kau menayakan hal itu?” Ucap Nadia, dia tidak memberi Elisa Wajah sedikitpun. Dia tidak berniat untuk mempertahankan hubungan dengan Elisa.
Raut Wajah Elisa elisa menjadi masam sekelita, tapi dengan cepat pulih, matanya berkaca- kaca dengan nada suara bersalah dia berkata. “Kakak aku tahu jika aku telah menerima kasih sayang dari ibu selama sepuluh tahun lebih. Jika kamu membenciku itu bukan sesuatu yang bisa aku hentikan, jika kau sangat tidak suka denganku aku bisa keluar dari keluarga Kusuma, asal kau mau memaafkanku, aku mau melakukan apapun.”
__ADS_1