
Siswa miskin seperti Nadia yang lahir dan besar dipedasaan bisa mendapatkan peringkat pertama, mereka tidak bisa menerima hal itu dengan mudah. Apalagi Nadia adalah gadis simpanan pria tua, bagaimana mungkin dia bisa mendapatkan peringkat pertama?
Raut wajah Aliwafa saat ini hitam pekat, dia menatap Leni dengan tatapan tajam “Nilai ujianmu kali ini menurun 5 poin, mungkin ini terjadi karena kau terlalu sibuk, dari kelas kita saat ini hanya ada 7 orang yang menduduki peringkat 10” ucapnya kesal.
Leni tidak menghiraukannya, dia memilih untuk menundukkan kepala dan mengerjakan soal, dia tidak ingin membuang waktunya untuk hal tidak penting seperti ini.
Melihat tidak ada respon dari Leni, Aliwafa menjadi semakin kesal, saat ini tatapannya tertuju ke Elisa “Kau Elisa, nilaimu saat ini sangat buruk, pringkatmu bahkan turun ke peringkat 15, benar benar mengecewakan” Cibirnya.
Elisa merasa sangat malu saat ini, jika ada kesempatan dia ingin menggali lubang untuk melarikan diri, selama ini dia selalu menerima pujian, ini adalah pertama kalinya dia dikeritik didepan umum seperti ini. Dia hanya bisa menundukkan kepalanya tak berdaya.
Tak hanya leni dan Elisa semua murid menerima keritikan satu persatu dari Aliwafa. Semua berlangsung sampai jam istirakah berbunyi.
“Guru Ali” Panggil Elisa. Dia mengejar Aliwafa dikoridor.
__ADS_1
“Ada perlu apa”Ucap Aliwafa dengan raut wajak kesal.
“Bagaimana mungkin Nadia bisa mendapatkan posisi posisi pertama, aku yakin dia melakukan kecurangan!” Ucap Elisa.
Mendengar tuduhan Elisa membuat Aliwafa menjadi semakin kesal “Kau tidak perlu khawatir, dia tidak pernah melakukan itu. Elisa kau mendapatkan peringkat 15 kali ini, pikirkan baik-baik!”
Sebelumnya Elisa menjadi murid kesayangan Aliwafa, dia tidak segan- segan memujinya setinggi langit, namun sekarang Elisa telah gagal, dia sudah kehilangan muka, dia tidak lagi menyukai Elisa, apalagi setelah mengeluarkan kalimat tuduhan kepada Nadia, Aliwafa mengabaikannya dan pergi.
Sementara Elisa membatu ditempat, dia tidak percaya denga napa yang baru saja terjadi.
“Akhirnya guru durhaka itu menerima karmanya” Ucap Fery dengan senyum Bahagia. Murid-murid lain membenarkan ucapannya.
“Dia pantas mendapatkan itu!”
__ADS_1
“Dia selalu memandang rendak kelas kita, begitupun dengan murid klasnya”
“Aku ingin melihat wajah mereka saat ini, wajah anak- anak sombong itu”
“Setelah ini kita bisa pergi kekantin dengan membusungkan dada”
Ucapan yang keluar dari Mesya membuat mereka terdiam “Ini prestasi Nadia, bukan kalian mengapa kalian yang menjadi sombong?” Ejeknya.
Tak terima dengan ucapan Mesya, Fery berkata “Apa salahnya menjadi sombong, toh kita adalah teman sekelas Bos Nadia sudah sewajarnya kita melakukan hal itu” dia berkata dengan angkuh. Dan para murid lain sekali lagi menyetujui pendapat Fery.
“Aku setuju, setelah pindah kekelas ini dia juga bagian dari kita, selama ini dia telah menerima banyak tekanan karena bergabung dengan kita, sudah sewajarnya jika kita ikut bangga dengan prestasinya”
Melihat antusias teman sekelasnya membuat Nadia tersenyum geli, saat rumor buruk menyebar di sekolahan, tidak satupun dari mereka yang mempercayai rumor itu, mereka masih mau menerimanya. Nadia memiliki kesan baik kepada teman sekelasnya “Aku sudah membuat awal yang baik untuk kalian, kedepannya kalian juga harus melakukan yang terbaik”Ucapnya.
__ADS_1
Menedengar hal itu membuat Elisa tersenyum tipis, sementara Fery dan yang lainnya menjadi pucat, dengan berat hati mereka menyetujuinya.