
Di kamar Nadia sedang menganggakat telepon dari Nyonya Sinta. Sinta berencana memberi tahu Nadia jika hasil kompetisi pelukis muda sudah keluar, mengetahui jika Nadia mendapatkan peringka pertama dia marasa sangat bahagia.
Dia berharap jika suatu saat Nadia menjadi bagian dari keluarganya, selama ini dia hanya bisa bertemu dengan Nadia hanya satu kali dalam seminggu, sebelumnya dia menelepon Nadia setiap malam, tapi setelah ketahuan oleh Bastian, Cucunya yang durhaka itu mengingatkannya untuk tidak selelu mengganggu Nadia, dia juga menerima batas maksimal menelepon Nadia hanya 30 menit, hanya bisa menelepon 2 kali selama satu minggu.
Jika dia melanggar, Bastian berjanji tidak akan pernah membawa Nadia kerumahnya.
Tentu saja hal itu memicu perdebatan antara cucu dan nenek, nyonya Sinta menggunakan identitasnya untuk menekan Bastian. Jika dia adalah neneknya, Bastian harus oatuh dan menghormatinya.
Tapi pada akhirnya perlawanannya berakhir sia- sia, dia terpaksa mengalah menerima ancaman Bastian dengan sedih.
Saat ini dia mangambil kesempatan untuk menelepon Nadia “Nadia” Ucap nyonya Sinta dengan senyum cerah.
Melihat hal itu Leo tercengang, karena neneknya yang galak, bisa menjadi orang yang lembut dihadapan Nadia.
Neneknya selalu memperlakukan Nadia dengan sangat baik, tapi saat melihat dirinya neneknya itu selelu menatap dengan tatapan tak suka. Dia sempat berpikir jika dia hanya cucu pungut.
“Nenek” Nadia sedang Bersiap kekamar mandi.
Seperti biasa Nyonya Sinta mengoceh terlebih dulu, setelah beberapa menit berlalu dia akhirnya membahas tujuan awalnya. “Nadia apa kamu sudah melihat hasil kompetisi melukis?”
Nadia menautkan alisnya, dia lupa dengan masalah ini “Apa hasilnya keluar hari ini?”
Nyonya Sinta tersenyum “Coba tebak, siapa yang memenangkan posisi pertama?”
__ADS_1
“Jika tidak ada hakangan dari orang dalam, aku pasti bisa masuk.” Dia berpikir sejenak “ dengan bimbinganmu selama ini, lukisanku tidak buruk.”
Mendengar hal itu, hati Nyonya Sinta seperti diremas, karena terlelu bahagia, seperti yang diharapkan dari cucu perempuannya yang bijak sana. Pandangannya tertuju ke Leo, dia menantap dengan tatapan tajam.
“…” Leo yang sedang mengunyah buah berpikir, apa dia melakukan kesalahan lagi?
Saat nenek Sinta memperhatikan wajah Nadia dilayar ponsel, dia tersenyum dan mulai memuji diri sendiri “Tentu saja, nenekmu ini adalah serang seniman Lukis legendaris, banyak pelukis terkenal yang memanggilku dengan sebutan guru, saat mereka melihatku”
“Nadia menyipit matanya sediki, dia memberi pujian kepada Nyonya Sinta “Iya, Nenek sangat luar biasa.
Senyuman di wajah Nyonya Sinta semakin lebar- dari waktu kewaktu. Dia memberi tahu hasil kopetisi kepada Nadia “Nadia kau juga sangat luar bisa, kandidat utama kompetisi pelukis tahun ini diraih olehmu dan Vivi.
Nadia tidak terkejut oleh hasilnya.
Nyonya Sinta Kembali mengajak Nadia berbincang lagi, dia tidak ingin segera mengakhiri panggilan telepon.
Senyum nyonya Sinta memudar, dia menatap Leo dengan tatapan jijik, semakin dia memandangnya semakin dia kesal, cucunya yang satu ini hanya datang untuk mengambil keuntungan, dia ingin sekali memasukkan Leo kedalam Rahim ibunya.
Nyonya Sinta melempar Leo dengan buah “Pergi”
Leo segera berlari keatas, tidak lupa dia mengejek neneknya “nenek jangan lupa minum obatmu, jika kakak ipar mengetahui jika kau memiliki dua wajah dia akan memberncimu.”
“Leo!” Seru Nyonya Sinta kesal.
__ADS_1
Hari berikutnya.
Semalam setelah pengumuman hasil kompetisi Lukis, Gatot menghubungi Elisa, dia meminta Elisa untuk ikut dengannya ke Asosiasti Pelukis.
Nama Gatot memenag tidak sebaik dulu, tapi saat dia lingkaran seniman banyak orang yang harus memnaggilnya senior. Tapi dimata master pelukis yang di segani sampai saat ini, mereka tidak menghormatinya.
Saat Gatot dan Elisa datang di Gedung Asosiasi pelukis, seorang setaf yang mengenalnya segera menyapanya dengan hormat.
“Panggil ketua Asosiasi kesini” Ucap Gatot dengan nada memerintah.
“Ketua tidak ada disini” Ucap staf itu, dia berada diposisi terjepit.
Hari ini adalah hari libur, hanya sedikit orang yang bertugas di sini. Sebagian dari mereka sedang menikmati hari libur di rumah. Jika tidak ada situasi khusus ketua Asosiasi tidak akan datang.
“Hubungi dia, katakana jika Gatot Subroto ada disini” Ucapnya dengan tegas.
“Baik, aku akan segera menghubungi beliau” staf itu segera pergi, dia sangat tidak suka dengan sikap buruk Gatot, bisa- bisanya dia memasang wajah sombong seperti itu?
“Baiklah, aku akan segera datang” sahut Gunawan sambil menautkan Alisnya, saat ini dia sedang menikmati secangkir kopi dan memabca kopi di teras rumahnya.
Dia tahu maksud kedatangan Gatot, pasti dia akan mengintrogasinya karena pilihannya kemarin dan dia akan menyangjung muridnya sampai kelangit, jika itu orang lain sangat mudah untuk di tangani, tapi ini Gatot sedikit sulit untuk berhadapan dengannya.
Maaf kak ada perubahan nama karakter.
__ADS_1
ketua asosiasi: Hendra gunawan.
guru lukis Elisa: Gatot subroto.