
Layar besar didepan yang akan memperlihatkan soal ujian, para siswa harus menulis isi jawaban kemudian menyerahkannya, yang menjawab paling awal dan jawabannya benar akan mendapatkan poin tambahan dan jika jawaban salah akan di lempar ke peserta berikutnya.
Sementara para juri dan reporter berada di bawah panggung, begitupun dengan para guru dari universitas besar tanah air, mereka meluangkan waktu untuk mendapatkan siswa yang akan menempati peringkat pertama, karena mereka membutuhkan siswa dengan bakat luar biasa.
Juara satu dan dua selalu dibawa pergi oleh Universitas Indonesian dan Universitas Gajah Mada, sementara guru dari universitas lain tidak mampu bersaing melawan mereka.
Tujuan mereka kesini untuk mencari bakat terbaik di sekolah mereka, karena mereka membutuhkan siswa dengan kemampuan yang bagus.
Semua siswa yang ikut serta dalam Olimpiade merasa minder saat melihat Nadia, mereka mulai meragukan kemampuan mereka sendiri di hadapan jinius yang mendapatkan nilai penuh, namun tidak dengan Jeni dia merasa sangat kesal, dia yakin jika kali ini, dia akan menang dari Nadia.
Kompetisi di mulai.
Pertanyaan di Muncul.
Jumblah bilangan ganjil antara 75 dan 150 adalah….
Semua siswa yang berpartisipasi menanggapi soal ini tidak terlalu sulit hanya saja membutuhkan waktu yang cukup lama.
Saat ini beberapa kamere tertuju ke Nadia kerena ini pertema kalinya dalam sejar seseorang mendapatkan nilai penuh saat olimpiade matematika hanya dalam setengah jam. Dan beberapa kamere tertuju ke wajah para siswa yang binggung.
Saat ini perorter yang mewawancarai Nadia kemarin juga datang, dia merasa sangat malu karena mereka juga sempat menghina Nadia karena tidak mengerjakan ujian dengan benar. mereka bilang jika Nadia datang hanya untuk mengisi bangku yang kosong.
Saat ini kedua reporter itu penasaran apa kali ini Nadia akan memecahkan rekor baru seperti kemarin.
Nadia menyipitkan matanya, kemudian dengan cepat menulis jawabannya di atas kertas.
Semua siswa masih berpikir begitupun dengan Leni, sementara Nadia sudah selesai menulisa jawban, dan leni baru saja menulis jawaban.
Jawaban Nadia dan Leni dikirim dengan waktu yang terpisah.
Saat ini beberapa ahli masih belum menemukan jawaban dari pertanyaan itu, beberapa ahli menghitung dengan cara manual, dan yang lain menghitung menggunakan computer, beberapa detik telah berlalu.
__ADS_1
“Jawaban Nadia benar” ucap hos yang memimpin acara.
Para Ahli yang sedang mengerjakan soal tidak gentar sedikitpun saat mengetahui Nadia lebih baik dari mereka.
“Siswa Anda sangat luar biasa, kami menghabiskan waktu tiga puluh menit untuk menghitung dengan computer, sementara kamu hanya butuh tiga detik untuk menjawab pertanyaan itu”
Semua orang yang berada di ruangan itu terkejut.
Benar?
Tiga detik?
Bahkan saat ini rekor dunia tidak secepat itu. walau pertanyaan ini tidak digunakan untuk kelas dunia, namun dalam kemampuan menghitung Nadia sangat hebat.
Saat ini penontot yang ragu dengan Nilai sempurna NAdia kemarin, ragu saat melihat sendiri bagaimana dengan cepat menjawab pertanyaan.
Tania bersyukur karena Nadia tidak gugup seperi yang dia takut kan, dia juga bersyukur karena Nadia menjadi siswa di sekolahnya.
Sementara Jeni yang menyaksikan itu terteguh tangannya berkeringat, tatapan matanya sangat tajam, amarahnya meluap.
Dia mendapatkan jawaban, tapi saat itu jawaban Nadia sudah di umumkan. Jeni tidak berani menunjukkan ketidak sukaannya karena saat ini kamera berada dimana- mana, olimpiade ini akan disiarakan dia televisi, hampir seluruh masyarakat akan menyaksikan olimpiade ini.
Jika dia menunjukkan sikap jeleknya itu hanya akan mempermalukan diri sendiri, Jeni hanya bisa menelan kemarahannya di dalam hatinya.
Pertanyaan berikutnya adalah soal singkat, saat ini semua kamere tertuju ke Nadia, Nadia sangat cepat dalam menulis jawaban, dia menjadi orang pertama yang menyelesaikan pertanyaan.
Dua menit berlalu begitu saja, Nadia menjawab pertanyaan dengan benar tanpa kehilangan satu skorpun, menit berikutnya pertanyaan semakin sulit, tapi Nadia tidak terpengaruh sama sekali, sekali lagi Nadia membuat jawaban yang benar, semua teori pengerjaannya sangat lengkap.
Saat ini para penonton benar- benar terteguh dengan pa yang mereka lihat, sementara para juru mulai meragukan kemampuan mereka sendiri.
Bagaimana bisa mereka tidak bisa dibandingkan dengan siswa SMA?
__ADS_1
beberapa ahli bekerja sama untuk menyelesaikan soal mereka membutuhkan dua menit untuk berpikir, sementara Nadia dalam waktu dua menit telah menulis semua rumus dengan benar!
Sepuluh jawaban yang di tulis Nadia benar, jawaban Leni juga benar hanya saja dia selalu terlambar beberapa detik dari Nadia.
Salah satu juri membuka mulut dan berkata “Aku menyarankan untuk kompetisi siswa Nadia tidak perlu ikut, dia akan mendapatkan peringkat pertama dan peringkat berikutnya akan di susul oelh para peserta lainnya.”
Kali ini mereka hanya menyiapkan tiga puluh pertanyaan, dan sepuluh pertanyaan lainnya telah di jawab oleh Nadia. Nadia menjawb semua pertanyaan dengan benar sementara para peserta lainnya mendapatkan nilai nol, jika Nadia terus mengikuti kompetisi tidak akan ada kesempatan untuk siswa lian.
Para juri mengangguk setuju “Setuju, Nadia kamu boleh pergi untuk istirahat.”
Nadia dengan patuh meninggalkan kursi panggung dan pindah kekursi penonton.
Saat ini semua peserta berpikir dengan kepergian Nadia mereka akan mendapatkan kesempatan, namun saat soal pertanyaan mencapai nomor lima belas mereka tekejut untuk kedua kalinya.
Leni juga seorang jinius, kecepatannya dalam mengerjakan soal hanya beberapa detik lebih lambat dari Nadiam dan dia menjawab kelima pertanyaan sebelumnya dengan benar. namun data ini para peserta tidak terlalu terkejut dengan hal itu, karena sejak awal mereka tahu jika Leni adalah seorang jinius, dan mereka menerimanya dengan lapang hati.
Sebelumnya mereka melupakan keberadaan Leni dan hanya fokus kepada Nadia, mereka baru sadar jika keberadaan Leni masih sangat kuat.
Saat ini para penonton mulai berdiskusi.
“Apa dia akan mendapatkan tempat kedua, dia hanya lebih lemah sedikit dibandingkan dengan Nadia.”
“Dia adalah Leni, tidak adal orang yang tidak mengenalnya, selama ini dia selalu mengikuti olimpiade Nasional dan dia selalu mendapatkan peringkat pertama dalam setiap olimpiade yang dia ikuti.”
“Bukannya Nadia dan Leni adalah siswa dari SMA Tunas BAngsa, mereka benar- benar beruntung memiliki dua jinius!”
saat ini Leni telah menyelesaikan sepuluh pertanyaan, Leni dan Nadia kedua siswa itu sangat jinius, saat paraahil mengerjakan pertanyaan Leni Sudah selesai menjawabnya.
Saat ini para juri sibuat tidak berdaya oelh dua siswa jinius ini.
Olimpiade ini sudah diselenggarakan lebih dari dua puluh tahun dan ini pertama kalinya peserta di olimpiade di izinkan untuk meninggalkan panggung lebih awal! Hal sepert ini tidak pernah terjadi sebelumnya.
__ADS_1
Dan pada akhirnya juri menyuruh Leni untuk menyusul Nadia pergi dari panggung.
Jangan lupa Folw sebagai bentuk dukungan pada novel ini, jangan lupa like komen dan terbangin mawar yang banyak biar harum hehehe