
“cepat bawa mereka” ucap Asisten Aris.
Sementara Bastian belum juga tenang setelah apa yang terjadi dengan Nadia, dia takut jika Nadia tidak bisa melawan mereka dan dia terlambat datang, dia tidak bisa membayangkan jiaka sesuatu yang buruk menimpa Nadia.
“Nadia di masa depan jangan melakukan hal seperti ini lagi” Ucap Bastian dengan srius, terlihat jelas dari sorot matanya jika dia sangat khawatir.
Tempat ini adalah tempat yang sangat kumuh dan terpencil, jelas Nadia tidak pernah datang kesini, para preman itu sengaja menargetkannya.
Nadia dapat dengan jelas melihat kehawatiran Bastian, dengan patuh dia mengangguk “Ok”
Saat ini Bastian melirik ke sebuah arah, saat ini Aliwafa dan beberapa murid telah berlari kearah mereka.
Beberapa waktu lalu Aliwafa mendapatkan pesan yang mengatakan jika Nadia di kroyok oleh beberapa berandalan, dia membawa beberapa murid yang tinggal di asramah.
Dia datang bukan untuk menolong Nadia melainkan dia ingin mempermalukan Nadia, semakin banyak orang yang ikut maka semakin cepat berita akan beredar, Nadia tidak akan memiliki keberanian untuk memperlihatkan wajahnya ke sekolah.
Aliwafa sangat membenci Nadia, dia berharap jika sesuatu yang buruk akan menimpa Nadia.
Hanya ada bekas darah di lantai, tidak ada satu orangpun disana, dia berpikir jika Darah itu milik Nadia.
“Cepat temukan Nadia, jangan biarkan sesuatu terjadi kepadanya” Perintahnya, tanpa ada yang menyadari Bibir Aliwafa melengkung keatas.
Aliwafa sangat yakin jika Nadia dalam masalah, dia menyuruh murid- murid mencari dengan seksama.
Aliwafa tidak menyerah, ini adalah kesempatan baginya untuk menjatuhkan Nadia, jadi dia terus mencari.
Sementara Bastian dan Nadia sudah di mobil. Bastian menautkan Alisnya “Nadia aku akan menyelidiki masalah ini, aku tidak akan melepaskan siapapun yang terlibat dengan kejadian ini.”
“Kak Tyan, lebih fokuslah kepada Rindi dan Aliwafa, jika Elisa terlibat dalam masalah ini biar aku yang menanganinnya” Ucap Nadia setuju dengan rencana Bastian.
Elisa selalu mejadai musuh dalam kehidupannya.
Nadia berencana untuk menangani Elisa dengan tangannya sendiri, dia akan membuat Nadia terbang ke langit ketuju kemudian menjatuhkannya kedasar jurang.
__ADS_1
Elisa adalah orang yang sangat suka menjadi sorot perhatian, dia sangat suka melihat orang lain merasa iri karena kecantikan dan kebaikannya, soala dia memiliki wajah yang canti yang patut membuat orang ini.
Nadia sangat membenci Elisa, dia tidak akan melepaskan Elisa begitu saja.
“Ok” Sahut Bastian.
Di rumah keluarga Kusuma, mereka sudah selesai makan malam.
Setelah selesai makan malam, nyonya tua mnyuruh Elisa membersihkan piring kotor, semntara dia beridir di pintu seperti mandor, selama beberapa hari ini para pelayan telah di pulangkan, saat ini orang yang bertugas membersihkan rumah dan memasak adalah Elisa dan Lidia.
Saat ini bel berbunyi.
Nyonya tua yang sedang menikmati Buah di sofa berteriak “Elisa buka pintunya”.
Elisa mengelap tangannya ‘siapa sih yang datang malam- malam’ setelah itu dia segera pergi membuka pintu.
Elisa terkejut saat melihat Nadia berdiri tegak di depan pintu “Kamu…”
Mereka bertiga bukan orang yang dapat dikalahkan oleh gadis kurus seperti Nadia, bagaimana caranya dia melarikan diri?
Apa mereka bertiga membawa kabur uangku?
Nadia dapat melihat dengan jelas reaksi yang ditunjukkan Elisa, dia yakin jika para preman itu dikirim oleh Elisa. Nadia tersenyum kemudian berkata “Bukannya ini memang rumahku?”
Elisa sadar jika reaksinya terlihat sangat jelas dia segera berkata “Tidak, akuhanya ingin bertanya, kenapa kamu telat, ini sudah jam tuju lebih.”
Nadia tidak ingin beradu ekting dengan Elisa dia berkata dengan lembut “Aku baik- baik saja, kenapa kamu begitu terkejut, jangan- jangan..”
Elisa menautkan Alisnya “Kakak apa yang kamu bicarakan? Aku tidak mengerti?” ucapnya dengan senyum bodoh.
"aku tidak perlu menjelaskan, karena kau sudah cukup pintar.” Nadia menatapnya dengan tatapan tajam kemudian melewatinya begitu saja.
Sementara Elisa membatu di tempat, tubuhnya terasa tegang.
__ADS_1
Melihat Nadia, nyonya tua segera menyapanya “Nadia kamu adalah putri keluarga ini, kamu jangan bersikap baik kepada orang yang bertahan untuk keluarga Kusuma, jika mereka melakukan kesalahan, marahi mereka sepuasmu, kau bisa memukulnya jika itu dibutuhkan, jangan bersikap lunang kepada orang asing, jika tidak seseorang akan mengambil semuanya darimu.”
Terlihat sangat jelas jika Nyonya tua menyondir Elisa, yang tidak tahu diri.
Nadia hanya tersenyum mendengar ucapan nyonya tua. Nyonya tua tidak pernah memperlakukannya dengan buruk, dia juga tidak memperlakukannya dengan baik, mereka seperti orang asing walaupun memiliki ikatan darah.
Setelah apa yang terjadi, Nadia tidak dapat dengan mudah menerima hubungan yang di debut kerabat dengan mudah.
Setelah Nyonya tua selesai bicara dengan Nadia, dia melirik Elisa yang masih berada di depan pintu, dia dengan tidak sabar berteriak “Apa yang aku lakukan disana, apa kau pikir piring kotor itu akan selesai dengan sendirinya?”
Elisa segera Kembali kedapur mencuci piring kotor dengn enggan, dia sangat berharap sesuatu yang buruk terjadi kepada Nadia, dia tidak menyangka jika Nadia dapat melarikan diri dengan mudah, bagaimana Nadia bisa begitu beruntung?
Detik berikutnya piring yang di cuci Elisa jatuh kelantai tanpa di sadari.
Prangg.
Nyonya tua saat ini berjalan kearah dapur melihat masalah yang di timbukan Elisa, dia mulai memarahi Elisa dengan semangat “aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan kepadamu! Kau berasal dari keluarga miskin, siapa yang mau menikah denganmu, cuci biring, masak, bersih-bersih saja tidak bisa.”
“Wahyu memperlakukanmu sebagai putri kandungnya, aku tidak tahu sampai kapan kau akan bertahan dengan ekting mu yang yang pura-pura rapuh, baik, apa kau pikir mereka akan terus tertipu dengan ekting burukmu itu!”
Elisa merasa dikulit, nyonya tua sangat membencinya dan dia juga mengetahui kelebihannya (Akting). Elisa sangat membenci nyonya tua, dia berharap jika Wanita tua itu segera mati.
dia segera minta maar “Nenek, aku tidak akan melakukan kesalahan lagi, aku minta maaf” Ucapnya sambil menundukkan kepada.
Nyonya tua menatap Elisa dengan tatapan tidak senang “Elisa siapa yang kau panggil nenek? Aku tidak ada hubungan darah denganmu, kau jangan berlebihan hanya karena Wahyu dan Lidia memperlakukanmu dengan sangat baik dari pada putri kandung mereka, aku tidak pernah menganggapmu sebagai cucuku.”
Elisa sama sekali tidak berani membantah. Saat ini tidak ada seorangpun di lantai bawah, setelah makan malam wahyu Kembali kekamarnya begitupun dengan Lidia, tidak ada orang yang akan membelanya.
“kenapa kau masih berdiri? Cepat bersihkan kekacauan ini!”
Bantu suportnya ya kak untuk perkembangan Novel ini, jangan lupa like, komen, vote dan mamwarnya yang banyak, makasih
novel baru Pernikahan kontrak
__ADS_1