
Hari berikutnya.
Seperti biasa Bastian memarkirkan mobilnya jauh dari gerbang masuk keluarga Kusuma, Nadia segera berjalan kearahnya, sementara dari kejauhan Elisa menikuti Nadia dari belakang, dia ingin tahu siapa orang yang ditemui Nadia, dia melihat dengan jelas jika Pria pujaannyalah yang menjemput Nadia.
Melihat hal itu membuat Elisa sangat kesal, dia memperhatikannya sampai mobil mewah itu membawa Nadia pergi, dia menggengam tangannya erat-erat sampai tercipta bekas kuku di telapat tangannya “Berani- beraninya kau merebut semuanya dariku dasar Gadis udik” gerutunya kesal. Setelah melihat Nadia pergi, dia Kembali ke kediaman Kusuma.
Di rumah mewah nenek Sinta. Leo sedang duduk diruang tamu sambil menikmati cemilan, sementara Nenek Sita baru saja menuruni anak tangga “Bocah nakal apa yang kau lalukan disini?” Ucap Nenek Sita dengan nada tak suka.
Leo melihat kearahnya, sambil memasukkan cemilan kedalam mulutnya, dengan mulut penuh dia berkata “Nene kapa maksudmu, aku juga cucumu mengapa kau melarangku kesini?” Ucapnya tak terima.
Dengan sinis Nenek Sinta menjawab “Aku tidak pernah menginginkan cucu laku- laki sepertimu.”
“Nenek Kak Bastian juga laki-laki, mengapa kau sangat pili kasih, kau memperbolehkan dia kesini setiap saat, tapi aku berada disini satu menit sudah kau usir” Ucap Leo dengan tatapan mata tak suka.
“Jangan kau samakan dirimu dengan Bastian” Ucap Nenek Sinta, dia duduk di sofa “Aku lebih suka jika kau terlahir sebagai seorang gadis.”
__ADS_1
Ini bukan rahasia umum lagi, dari Dulu nenek Sinta berharap jika Ibu Leo akan melahirkan cucu perempuan untuk dirinya, dia memperlakukan ibu Leo dengan sangat baik saat masih hamil. Tapi tang lahir malah anak laki-laki.
Saat Leo masih kecil Nenek Sinta sering mendandaninya seperti anak perempuan, dia akan membelikan gaun gaun cantik dan segala macam sepatu, jepit cantik untuk Leo kenakan, dia juga akan membawa Leo kecil kepertemuan dan memamerkan cucunya yang cantik kepada semua orang.
“Nenek dari dulu kau sudah bersikap pilih kasih denganku, kau selalu mendandaniku seperti anak gadis dan memamerkannya kesetiap orang yang bertemu, sementara kau tidak pernah melakukan hal itu kepada kak Bastian” Keluhnya.
Nenek Sintapun sangat sedih kerena dia tidak bisa memperlakukan Bastian seperti Leo saat masih kecil, dari dulu sikap Bastian sangat dingin, dan tidak mudah di dekati.
Sinta mendengus kesal “Bocah Nakal aku ingin kau melakukan sesuatu untuk ku”
“Jika tidak ada upahnya aku tidak akan melakukannya” Sahut Leo.
“Tidak ada yang geratis didunia ini nenek” Ejek Leo.
“Cepat kau pulang, aku tidak mau melihatmu lebih lama lagi” Ucap Sinta dengan wajah kesal.
__ADS_1
“Tanpa disuruhpun aku memang mau pergi” Sahut Leo, saat dia berdiri dia melihat Bastian dan Nadia Masuk. Dia mengurungkan niatnya.
Sementara Nenek Sinta segera menghampiri Nadia sikapnya berubah drastic saat bertemu dengan Nadia, dia segera memberi Nadia pelukan dan ciuman manis“Nadia sayang akhirnya kau kesini, aku sangat merindukanmu”
Nadia terseyum Ramah “Aku juga, bagaimana kabar nenek selama ini?”
“Aku baik- baik saja, selama ini Bastian merawatku dengan baik” Ucapnya antusias, dia ingin memamerkan kebaikan Bastian kepada Nadia “Ayo cepat duduk, kau pasti sangat Lelah setelah perjalanan jauh.”
Melihat hal itu Leo sangat terkejut, Selama ini neneknya tidak memperlakkukannya dengan begitu lembut seperti itu, tapi semua berubah saat berhadpan dengan Nadia. Begitupun dengan kakak sepupunya dia tidak pernah melihat Bastian dekat dengan seorang Wanita, dia selalu berpikir jika kakak sepupunya itu akan melajang seumur hidup.
“Nene kapa kau tidak mau memperkenalkannya kepadaku” Ucap Leo.
“Bocah nakal bukannya kau sudah pergi” Sahut Nenek Sinta dengan wajah tanpa dosa. “Nadia dia saudara sepupu Bastian kalian juga satu sekolah Namanya leo, leo karena kau seorang laki- laki kau harus menjaga Nadia dengan baik saat disekolah”
“Aku mengerti nek” Sahut Leo, dia tidak pernah menyangka jika bukan hanya Bastian saja yang memperlakukan Nadia dengan baik,
__ADS_1
neneknyapun sama, jadi kedepannya Bastian akan menjaga Nadia dengan baik, karena dia adalah kunci kebahagiaannya di masa depan.
Setelah perkenalan sinkat yang dilakukan oleh Nenek Sinta dia segera memonopoli Nadia, menghabiskan banyak waktu dengannya.