Putri Yang Terabaikan

Putri Yang Terabaikan
Sibucin


__ADS_3

Tiba- tiba Leo merasakan hawa dingin di belakang lehernya, dia segera menyentuh lehernya kemudian bicara dengan cepat “Kakak kau jangan khawatir, itu sudah pasti rumor, dengan wajah cantik seperti dia pastinya banyak orang yang iri dengannya, dan sengaja mennyebarkan rumor buruk tentang kakak ipar.”


Ucapan Leo jujur apa adanya, saat dia pertama kali melihat Nadia dia sangat terkejut dengan kecantikannya.


Bastian menautkan alisnya dan dengan santai mengetuk ngetuk meja dengan jarinya “Baiklah, jika ada sesuatu yang terjadi kepada Nadia segera hubungi aku.”


Leo merasa muak saat mendengar Bastian menyebut Nadia, pria dingin itu setiap kali menyebutnya namanya menjadi pria penuh kasih sanyang. Dia bahakan tidak pernah dekat dengan seorang Wanita, dia akan memberi jarak sejauh mungkin saat bertemu dengan Wanita, dia bahkan cendrung mengabaikan mereka. Leo sempat berpikir jika kakak sepupunya itu akan melajang selamanya.


Dia tidak pernah berpikir jika Nadia akan muncul dan mengubah sikap kakak sepupunya.


Nadia masih sangat muda, dia bahkan masih duduk di bangku klas tiga SMA. Sementara Sepupunya sudah tua, bukannya wajar jika orang lain melihat Bastian dan Nadia bersama akan berpikir jika Bastian Sugar dady Nadia?


Semua itu hanya dapat dia sampaikan diotaknya dia tidak berani mengatakan apa yang dia pikirkan dengan lantang. Dia mengangguk setuju dan senyuman menghiasi wajahnya.

__ADS_1


Setelah mengakhiri panggilan telepon, Bastian mengusap layar ponselnya dia membuka daftar kontak, dia berencana menghubungi Nadia. Dia tahu jika SMA di ibu kota tidak ketat, jadi para siswa diperbolehkan membawa ponsel.


Tapi Bastian mengurungkan niatnya, dia khawatir jika akan mengganggu Nadia, dia sangat cemas namun dia segera mengendalikan emosinya.


Setelah mendengar dari kepala sekolah, Wahyu mengintrogasi Nadia, Nadia menjelaskan jika semua itu hanyalah rumor belaka tidak ada hubungannya dengan dirinya, sementara Wahyu dan Lidia tidak mau menerima penjelasannya.


Wahyu yang marah karena nama baiknya telah tercoreng, menyebut jika nadia adalah anak pembangkang tidak dapat diatur,


Selama beberapa hari Nadia tidak pernah makan di rumah, dia memutuskan makan diluar, dan tidak memperdulikan keberadaan tiga orang itu.


Tapi Nadia bertinda jika hinaan dan makian yang dia terima hanya angin belaka.


‘Aku yakin jika Nadia pura- pura tidak baik- baik saja’ Elisa mencoba menghibur dirinya sendiri. Tapi dia masih merasa tidak nyaman dengan fakta bahwa Nadia tidak sedih dan hancur.

__ADS_1


Nadia bebaring diatas ranjang, saat mendengar ponselnya berdering dia duduk dan menganggat pangilan telepon “Kak Tian” sapanya.


Nadia yang biasanya bersikap dingin dengan orang lain, berubah 180 drajat saat berurusan dengan Bastian, di dunia ini hanya Bastian dan neneknya yang dapat dipercaya .


“Nadiaa”Bastian keluar kebalkon, dia berjalan kepagar “Apa kamu baik- baik saja?”


Sesaat dia terteguh, dia tahu arah pertanyaannya mengacu pada kejadian di sekolah, dia tidak ingin membuat Bastian khawatir, dengan santai dia menjawab “Ini bukan masalah besar, semua akan berhenti seiring berjalannya waktu.”


Mendengar itu Bastian bernafas lega “Apa kamu membutuhkan bantuanku untuk mengurus masalah ini?


“Tidak perlu kak Tian” Nadia tersenyum sinis sesaat kemudian bicara “aku tahu siapa dalang diballik semua ini.”


Bastian mengangguk paham “Jika kmu tidak bisa mengurus hal ini, ingat segera hubungi aku.”

__ADS_1


“Siap” UCap Nadia sambil tertawa kecil, dia tidak membutuhkan bantuan Bastian untuk menyingkirkan Elisa. Keduanya mengobrol sebentar lagi sebelum mengakhiri panggilan telepon.


__ADS_2