Putri Yang Terabaikan

Putri Yang Terabaikan
Elisa gigit jari


__ADS_3

Selama beberapa hari Elisa tidak langsung pulang kerumah setelah sekolah, setelah mendapatkan alamat rumah nyonya tua Sinta dia menghabiskan waktunya untuk menunggu Nyonya tua sinta keluar rumah, tapi sayang dalam penantian yang cukup lama dia tidak pernah melihat nyonya tua Sinta keluar rumah.


Sementara Bastian mengetahui jika Elisa selama beberapa hari berkeliaran di depan rumah Neneknya, dia memberitahu Nyonya tua Sinta perihal itu, mendengar hal itu Nyonya tua tidak pernah keluar rumah, karena dia tidak mau berurusan dengan hal- hal merepotkan serti Elisa.


Semala beberapa hari ini kehidupan nyonya tua yang tenang dan damai sudah di ganggu oleh Hendra Kusuma karena, Nadia yang yang menolah tawarannya untuk bergabung dengan asosiasi pelukis, hal itu membuatnya pusing.


Setelah mendapatkan penolakan dari Nadia, kepala Asosiasi Lukis berusaha keras untuk mengajak Nadia bergabung dengan Asosiasi, namun usahanya gagal dan dia memutuskan untuk mengganggu Nadia sampai nadia mau bergabung.


Karena merasa kehidupannya yang damai terganggu oleh kepala Asosiasi Nadia dengan terpaksa menerima tawarannya, NAmun dia memiliki banyak syarat yang harus di penuhi, seperti Nadia tidak mau jika identitasnya di publikasi tanpa sepengetahuannya, dia tidak mau pergi keasosiasi untuk mengikuti petemuan atau untuk berpartisipasi dalam kompetisi.


Nadia adalah Anggota Asosiasi yang tersembunyi, dia tidak akan menunjukkan dirinya ke public jika bukan masalah yang mendesak.


Sementara Hendra Gunawan memberinya identitas sebai wakilnya di asosiasi pelukis.


Nadia dengan keras menolak tawarannya,  tapi Hendra Gunawan memberinya alasan jika itu hanya identitas biasa, dan Nadia dengan berat hati menerimanya.


Jika itu orang lain Nadia tidak akan membiarkannya begitu saja, dia telah mengancam kenyamannaya. Dia akan membuatnya menyesali pilihannya. Hnaya saja dia letah mendengar dari nyonya Tua Sinta Jika Hendra Gunawan telah membelanya saat Elisa dan Gatot Subroto datang untuk menjatuhkannya.


Jadi setelah mendengar hal itu Nadia berpikir untuk membalas kebaikannya, itu hanya sebuah Nama di asosiasi tidak lebih.


Kelas 1A


Saat ini Aliwafa memasuki ruang kelas, dia melirik setiap siswanya dengan lirikan tajam, saat ini semua siswa tahu jika Aliwafa akan mengumumkan siapa yang akan menjadi perwakilan sekolah untuk Olimpiade Matematika Nasional sudah pasti jika Elisa dan Leni yang akan maju.


Banyak siswa yang menghabiskan waktu untuk membaca buku, hanya Elisa dan Rindi yang memperhatikan Aliwafa.

__ADS_1


Murid lain tidak sempat untuk mempehatikan hal sepele seperti itu, mereka memilih untuk fokus belajar karena sebentar lagi dalam beberapa bulan mereka akan mengikuti ujian akhir.


“Elisa kau pasti akan menjadi perwakilan kali ini” Ucap Rindi dengan suara rendah.


Saat mendengar ucapan Rindi Hati Elisa menjadi lebih baik, dengan rendah hati dia menjawab “Kau tahukan ada banyak siswa pintar di kelas kita.”


“Nilaimu yang terbaik dari pada mereka, Elisa aku yakin kau akan ikut olimpiade itu.” Ucap Rindi.


Mereka berbicara dengan nada yang sangat rendah, tetapi Aliwafa mendengar percakapan mereka, Aliwafa menatap tajam Elisa dan Rindi, dia telah kehilangan kesabaran dan langsunng berteriak “Elisa, Rindi kalian sangat berisik, jika kalian ingin terus berbincang keluar, cepat”


Saat ini semua siswa menoleh kearah Elisa dan Rindi secara bersamaan.


Elisa sangat malu, dia langsung menundukkan kepalanya, dia snagat membenci Aliwafa.


Setelah itu Aliwafa melanjutkan pidatonya “Saat ini hanya ada satu perwakilan dari kelas kita. Kepala sekolah secara langsung meminta leni untuk berpartisipasi dalam Olimpiade ini.”


Hanya Leni yang terpilih, lalu siapa siswa yang akan berpartisipasi? Leo atau Nadia?


Elisa telah mengasah kemampuannya untuk ikut kompetisi, tahun lalu Nilainnya tidak terlalu buruk tapi dia sudah melakukan yang terbaik untuk bisa mengikuti kompetisi ini, apalagi setelah Leo pindah kelas, dia sangat yakin jika dia akan di pilih sebagi perwakilan sekolah untuk olimpiade matematika kali ini.


Dia tidak mau menerima begitu saja, dia sudah menantikan ini sudah sejak lama, dia sudah tidak perduli dengan Aliwafa dengan berani dia bertanya “Siapa yang satunya?”


Aliwafa menatap Elisa dengan tatapan tajam “Nadia”


Elisa merasa sangat kecewa, dia mengepalkan tangannya, baginya tidak masalah jika itu leo, tapi mengapa harus Nadia?

__ADS_1


Dia sangat tajut jika Wahyu dan Lidia mengetahui jika putri kandung mereka bukan orang bodoh seperti yang mereka pikirkan.


dia berencana untuk melanjutkan rencananya, sudur bibir Elisa terangkat dari sorot matanya menunjukkan perasaan sinis.


‘Nadia mengapa kau merebut apa yang menjadi milikku, jika kamu tidak serakah kau tidak akan celaka’


‘jangan salahkan aku, semua ini kesalahanmu karena berusaha untuk merebut semua dariku.’


__


Saat ini Aliwafa masih bersikeras untuk menolah Nadia menjadi peserta Olimpiade Matemati kepada kepala sekolah, dia bersikeras mengatakan jika Nadia memiliki seseorang di belakangnya dan membeli jawaban soal ujian ini.


Aliwafa sudah sekian kalinya memfitnah Nadia karena curang, dia sama sekali tidak mempercayai walau melihat sendiri seberapa cakap Nadia menjawab pertanyaan saat itu.


Saat ini kepala sekolah dengan tidak sabar berkata “Guru Ali, sebagiknya kau jangan menuduh tanpa bukti lagi, setiap hari kau selalu memfitnah Nadia dengan ini dan itu, apa kau tidak sadar jika dirimu adalah seorang guru? Tugasmu adalah mengajar siswa agar menjadi lebih baik, bukannya malah menjelek jelekkan orang sesikamu, sebagai seorang guru kelakuanmu sangat buruk.”


“Jika kau terus menerus menuduh Nadia tanpa bukti lagi, jangan salahkan aku jika aku memecatmu dengan cara tidak hormat.” Nada suara Kepala sekolah sangat serius, dia menatap Aliwafa dengan tatapan tajam.


Aliwafa tertekan, tapi dia masih tidak percaya jika Nadia sangat pintar, meski semua guru lainnya dan Kepala sekolah yakin jika Nadia memang sangat pintar. Dengan berani dia mengangkat kepalanya dan berkata “Kepala sekolah ini masih belum terlambat, jika kecurangan Nadia terungkan saat olimpiade Matematika, nama sekolahan baik sekolah juga akan tercemar.” Ucap Aliwafa kekeh dengan pilihannya.


Kepala sekolah menjadi sangat kesal, dia menggebrak meja kemudian berkata “jika kau terus terusan berkata jika Nadia curang, aku akan melaporkanmu kepada polisi atas tuduhan pencemaran nama baik.”


Aliwafa menelan ludah, dia tiak berani untuk membuka mulut, dengan enggan dia pergi dari ruang kepala sekolah.


Setelah jam sekolah selesai Nadia dan Leni harus mengikitu kursus Matematika di kantor guru, saat ini yang menjadi pembimbing mereka adalah Tania guru matematika kelas 3A.

__ADS_1


Tania memiliki pengalaman yang sangat banyak mengenai ujian olimpiade, selama beberapa tahun dia telah menjadi totur untuk kelas 3A, selama itu pula yang selalu menjadi perwalikan sekolah adalah siswa dari kelas 3A, ini adalah pertama kalinya kelas lain tepatnya murid kelas 3D menjadi perwakilan dari sekolah.


Setelah dia melihat Nilai matematika Nadia dan Leni hampir mendekati nilai sempurna, dia merasa jika Nadia dan Leni jauh lebih baik dari pada dirinya.


__ADS_2