
Raut wajah Elisa juga tidak terlihat jauh beda dengan Lidia, semua orang di keluarga Kusuma sangat menyayanginya, tapi tidak dengan nyonya tua Kusuma, dia selalu membuat alasan untuk memearahinya.
Elisa sangat kesal, dia sudah melakukan segala untuk mengadudomba Wahyu dan nyonya tua agar kedepannya hubungan mereka memburuk.
Tapi sayang Wahyu adalah orang yang sangat menyayangi ibunya, dia selalu membelanya dengan dalih jika nyonya tua adalah cucunya, jadi Elisa harus bersabar saat menghadapinya.
Wahyu sama seklai tidak memikirkan apa yang di rasakan oleh Lidia dan Elisa, dia hanya menyuruh Lidia untuk menjemput Nyonya Tua Kusuma, kemudian pergi keperusahaan.
Elisa berangkat sekolah setelah sarapan. Saat ini Lidia adalah satu- satunya orang yang harus menjemput nyonya tua Kusuma.
Lidia dengan enggan pergi menjemput nyonya tua Kususm setelah berdandan ke bandara. Saat ini Nyonya tua melihatnya, begitupun dengan dirinya.
Lidia mengenakan gaun potongan pendek yang menutupi lututnya, dia juga mengenakan riasan.
Nyonya tua memelototinya dan mulai mengkritiknya dari ujung kaki dampai kepala “Lidia, apa kau pikir kau itu seorang remaja? Bisa bisa nya kau berpenampilan seperti seorang anak gadis? Apa kau keluar untuk menggoda pria? Seharusnya jika kau ingin merayu seorang pria lakukan dari dulu bukannya malah melekat kepada putraku! Selama ini aku salah menilaimu, tidak hanya tidak bisa memberikan penerus untuk anakku, kau juga Wanita seperti ini.”
“Apa kau tidak mengaca sebelumnya? Kau terlalu banyak menggunakan riasan, penampilanmu seperti sundel bolong, sangat putih!”
__ADS_1
“dan lihat ini, kau mengenakan gaun yang sangat pendek, kau memamerkan pahamu yang mulus!”
Wajah Lidia memerah, saat ini dia sangat malu, banyak orang yang memperhatikan dirinya “Ma, ini tempat umum, ayo pulang dulu.”
Lidia berniat untuk mengambil koper yang dibawa mertuanya, dan pulang, jika diteruskan seperti ini, dia akan kehilangan harga dirinya.
Nyonya Tua Kusuma memegang kopernya dan berbicara dengan sangat keras “Kau merasa malu? Kau bahkan tidak bisa melahirkan seorang penerus untuk anakku, dan kau menikmati kenyamanan ini begitu saja!”
Saat ini semua orang di sekitar menghentikan langkahnya, mereka mulai memperhatikan Lidia dan Nyonya tua Kusuma.
meninggalkan nyonya tua. Lidia sangat memperdulikan harga dirinya.
Sementara nyonya tua Kusuma mengikutinya dari belakang sambil mengumpat!nya.
“Lidia aku peringatkan kamu, jika kamu melarang putraku untuk berhubungan dengan Wanita lain aku tidak akan melepaskanmu.”
“Kalian sudah menukah selama 20 tahun, tapi kau hanya melahirkan anak tidak berguna, bagaimana bisa dulu aku membiarkanmu menikah dengan putraku?”
__ADS_1
“Lidia kau sudah terlalu lama tinggal dengan putraku tapi sampai saat ini aku tidak pernah melihat keluarga Ramlan mengunjungimu? Jangan bilang jika mereka sudah membuangku karena kamu tidak berguna?”
“Aku akan menyuruh putraku untuk segera menceraikanmu, aku tidak bisa terus- terusan membuatmu berada di sisinya.”
Lidia sangat malu saat ini, dia ingin membuat lubang dan bersembunyi didalamnya. Ini sangat memalukan untuknya.
Dia sangat ingin melawan nyonya tua Kusuma, tapi dia tidak berani untuk melakukan hal itu, dia takut jika Wahyu akan marah kepadanya.
EQ Nyonya Tua Kusuma sangat buruk, jika dia tidak suka dengan seseorang dia akan mempermalukan mereka.
Selama satu jam perjalan dari bandara ke rumah keluarga Kusuma, dia tidak berhenti mengkritik dan menilai penampilan Lidia.
Jangan lupa komen sesuka kalian, like dan vote juga jangan ketinggalan, untuk mendukung novel ini lanjut apa tidak, dukungan kakak pembaca sangat berarti untuk kelanjutan novel ini.
Beri mawar sesekali ya kakak. Jangan lupa follow ya, Follow me follow back
Makasih banyak, sehat selalu penulis, banyak rejeki. Amiin
__ADS_1