
Fery memukul pundak Mesya dari belakang “Mesya, kurasa lemak di tubuhmu itu membuatmu mmanjadi bodok” Cibir Fery.
Fery merasa tidak enak untuk membahas Nasibb Nadia, saat Mesya mau bicara < Fery terlebih dulu menyela dia berkata “Bos, aku mempercayaimu, jika aku melihat ada orang yang menginamu sekarang aku akan mematahkan kedua tangannya dan membuat mereka menginap dirumah sakit!”
Suasana kelas yang sunyi membuat para murid lainnya mendengar dengan jelas ucapan Mesya dan Fery. Teman sekelas yang lainnya mulai membela Nadia.
“Nadia kami semua percaya denganmu”
“Ketua, kamu sangat hebat dalam banyak hal, aku yakin jika kamu bukan Wanita seperti itu”
“Benar kurasa orang yang iri denganmu membuat gosip jelek tentangmu”
“Aku setuju…”
Semua teman sekelas Nadia tidak ada yang percaya tentang rumor yang beredar tentangnya. Mereka telah menghabiskan waktu selama seminggu dan mereka sangat mengagumminya dari berbagai aspek.
Fery menatap mereka dengan tatapan tajam, dia baru saja mengatakan kesetiaannya, lantas mengapa mereka semua ikut-ikutan melakukannya?
__ADS_1
Menerima tatapan tajam Fery nyali mereka menjadi ciut , dan Fery dengan sombong menatap mereka ‘Kalian ingin bersaing denganku, jangan harap!’
Namun detik berikutnya para siswa mulai mengelilingi Nadia, mereka mulai menanyakan banyak hal, Fery melihat jika tidak ada yang memperdulikannya.
Dia menarik seorang siswa kemudian bertanya “Apa kau ingin berkelahi denganku?” tatapan matanya sangat tajam.
Siswa itu mengatakan dengan jujur “Bos, Bukannya saat ini saudari kita sedang dalam masalah, sudah menjadi kewajiban kita untuk menghiburnya.”
Dia ingin sekali membantik siswa itu kelantai, namun dia menahan diri, dia melepaskannya bergitu saja namun dia measih memelototinya.
Di kehidupan sebelumya Nadia masuk kekelas A, dia belum oernah bertemu dengan siswa klas D sebelumnya, dia hanya mendengar jika mereka memiliki reputasi yang sangat buruk. Dan saat itu tidak ada teman sekelasnya yang mau berteman dengannya.
Mendegar bunyi bel semua siswa Kembali ketempat duduk mereka. Pak Sigit masuk dia melirik Nadia dan memanggilnya “Ayo ke kantorku sebentar.” Setelah mengatakan itu, dia berjalan keluar dari kelas.
Para siswa menatap Nadia dengan ntatapan simpati, pasalnya Pak Sigit adalah orang yang lebih menakutkan dari pada guru disiplin, bergitupun dengan Fery.
‘Bos semoga kau beruntung! Saat ini aku tidak dapat berbuat apa-apa untuk mu!’
__ADS_1
Hanya sedikit guru yang di takuti oleh Fery. Pak Sigit adalah satu satunya guru yang paling dia takuti, melihat Pak Sigit saja sudah membuatnya ketakutan.
Pak Sigit memasuki kantor dan diikuti oleh Nadia, dia menutup pintu dan memberi Nadia air mineral “duduklah”
Saat ini Pak Sigit satu-satunya guru yang berada di kantor, sementara guru lainnya sudah pergi kekelas.
Nadia dengan patuh duduk di kursi, Pak Sigit tersenyum tak berdaya saat melihat tubuh siswinya yang kurus dan terlihat sangat lemat itu.
Jika dia tidak tahu bahwa dia telah memukul Fery saat dia baru saja tiba di Kelas D, dia akan berpikir bahwa Nadia adalah murid yang baik dan lemah.
"Apakah kamu sudah beradaptasi dengan keadaa sekolahan?" Tanya Pak Sigit.
“Ya” Sahut Nadia sambil mengangguk kecil.
Pak Sigit berpikir sejenag kemudian bertanya “Bagaimana penjelasanmu mengenai apa yang terjadi hari ini?”
Pak Sigit percaya dengan Nadia. Nadia tipe orang yang sangat sombong dan pintar. Sudah pasti dia tidak akan menjadi Wanita simpanan. Dia juga tahu identitas aslinya, sangat wajar bagi keluarganya ingin membuat putrinya berada di kelas terbaik.
__ADS_1