
Lidia terdiam tidak mau membantah karena dia sadar jika dia bersalah.
Wahyu manatap Elisa dengan tatapan tajam “Elisa jelaskan apa yang telah kau lakukan akhir-akhir ini, sampai-sampai kau menyinggung orang itu”
Elisa sangat gugup, sebelumnya dia sangat terkejut dengan tuduhan yang dilakukan oleh ketua group BA, satu- satunya kesalahannya hanyalah menyebarkan rumor tentang Nadia, dengan tertatih dia menjawab “Ayah aku tidak pernah menyinggung siapapun.”
“Lantas kau pikir orang berkuasa aka nasal- asalan menyebut namamu”Celetu Nadia “Karena ini tidak ada hubungannya denganku, aku akan Kembali kemarku.”
Wahyu memberinya isyarat menyuruh Naida Pergi, Nadia menaiki anak tangga meninggalkan ketiga orang itu begitu saja.
Mendengar ucapan Nadia, Elisa merasa sangat kesal dia tidak pernah mengira jika Nadia akan menyudutkan dirinya “Ayah karena semua telah terjadi, yang bisa kita lakukan hanya menyenangkan ketua Group BA, Bagaimana jika kita mengirim Wanita kepadanya, sebagai tanda permintaan maaf” saat dia bicara dia melihar kearah Nadia yang menaiki anak tangga.
“Kau tidak tahu apa- apa tentangnya, selama ini banyak orang yang ingin menyenangkannya mengirim banyak Wanita cantik tapi ditolak mentah-mentah.”
“Mungkin para wanita itu kurang cantik” Ucap Elisa.
__ADS_1
Wahyu tahu maksud ucapannya, gadis licik dihadapannya itu menjadikan pputri kandungnya sebagai hadiah untuk Ketua Group BA, dengan senyum licik dia berkata “Baiklah, pergola kesana untuk meminta pengampunannya.”
Elisa sangat terkejut dengan apa yang dikatakan Wahyu “Ayah menapa harus aku.”
“Karena kau yang telah menyinggungnya” Ucap wahyu dengan tatapan tajam, setelah itu dia mengalihkan tatapannya ke Lidia “Kau harus mendidik anak kesayanganmu ini dengan baik, begitupun dengan dirimu.” Setelah mengatakan itu wahyu pergi menuju kamarnya.
Semantara Lidia memberi Elisa saran “Elisa kau harus bersikapp baik kedepannya, aku akan menenangkan ayahmu terlebih dulu”Ucapnya kemudian menyusul Wahyu.
Elisa terpaku saat melihat Lidia menaiki anak tangga, dia tidak pernah berpikir jika sikap kedua orang tuanya akan berubah secepat ini.
Saat ini Nadia berencana meminta bantuan Bastian, karena hanya dia satu- satunya orang padat dipercaya dan akan membantunya “Kak Tian” Ucap Nadia setelah panggilan telepon tersambung.
“Iya, ada apa?”
“Bisahkah kau membantuku?” Tanya Nadia.
__ADS_1
“Tentu, katakanlah”
“Aku berencana membuat perusahaan, bersama dengan Hery Supomo namun saat mau mendaftarkan perusahaan tapi Herman menghalaginya, sebelumnya Herman telah menghianati Hery dengan menggadaikan perusahaan Hery, saat ini herman tidak ingin Hery bangkit, jadi bisakah kau membantuku?”
“Tentu aku akan membantumu, Nenek sangat emrindukanmu dia selalu membahas tentang dirimu setiap ada kesempatan, maukah kau mengunjunginya?”
“Besok aku akan kesana!” Sahut Nadia antusias.
“Baiklah kalau bergitu aku akan menjemputmu besok pagi”
Setelah berbicara beberapa kata panggilan telepon berakhir. Bastian tidak pernah menyangka jika Nadia akan membuka Perusahaan, dan bisa-bisanya dia tidak tahu apapun, namun walaupun bagaimanapun dia merasa bangka kepada gadis kecil itu, diusianya yang masih muda dia sudah bisa membangun usahanya sendiri.
‘Dia memang wanitaku’
Bastian saat ini sedang membahas pekerjaan dengan Asisten Aris, Asiten Aris yang menyaksikan perubahan sikap bosnya, tidak menyangka jika bosnya itu bisa bersikap penuh kasih seperti manusia pada umumnya. Yang dia tahu jika bosnya itu sangat dingin seperti kutub.
__ADS_1
“Asisten Aris, aku ingin kau menyelidiki tentang Herman orang dari perusahaan Lestari Jaya Group, buat dia jatuh dari posisinya saat ini” Ucap Bastian, dia tidak akan membiarkan orang yang mengganggu wanitanya berakhir begitu saja.