Rahasia Di Balik Cadar

Rahasia Di Balik Cadar
Bab 13. Hasil Testpack


__ADS_3

Pikiran Sesha sama sekali tidak bisa tenang setelah berbicara dengan Lita tadi siang. Lita mengatakan untuk langsung mengeceknya saja setelah pulang kerja dari pabrik.


Sesha mengikuti apa yang Lita katakan, setelah jam kerjanya selesai, ia tak langsung kembali pulang ke rumah tetapi pergi ke apotik terlebih dahulu untuk membeli alat testpack kehamilan.


Sesampainya di rumah, Sesha langsung berjalan ke arah kamar mandi karena begitu sangat penasaran dengan hasilnya. Ia berharap apa yang di katakan Lita tidak benar, ia berharap jika ia hanya tidak enak badan karena lelah bekerja dan bukan karena sedang mengandung.


“Semoga hasilnya negatif,” gumam Sesha, ia yang kini sedang berada di dalam kamar mandi itu begitu sangat gusar menunggu hasil dari alat test itu.


Sesha sampai membeli 2 alat testpack kehamilan untuk memastikan hasilnya akurat atau tidak.


Tak berselang lama kemudian, alat test itu sudah memperlihatkan hasilnya. Sesha memejamkan mata dan membuka matanya perlahan. Matanya dengan seketika langsung berkaca-kaca saat melihat hasil dari test itu.


Saking terkejutnya, tubuhnya sampai begitu lemas hingga ia kini langsung terduduk di atas lantai kamar mandi yang dingin.


Bagaimana tidak kaget, 2 alat test pack kehamilan itu menunjukkan jika dirinya memang sedang mengandung. 1 alat memperlihatkan 2 garis merah dan 1 alat lagi memperlihatkan tulisan dengan kata ‘YES’

__ADS_1


“Aku ... beneran, hamil?” gumam Sesha lagi. Ia menutup wajah dengan telapak tangannya, juga memejamkan mata hingga air mata menetes begitu saja.


Sesha lantas langsung mengambil tasnya untuk mengambil handphone, ia harus segera menghubungi Lita untuk bertanya harus bagaimana. Langkah apa yang harus ia lakukan setelah ini, ia begitu sangat kebingungan.


Namun, belum sempat ia menelpon Lita, suara ketukan pintu dari luar terdengar.


“SESHAAAA ... BUKA! KAMU SEDANG APA SIH? LAMA BANGET! BUKA! MAMA SAKIT PERUT! MULES INI!” teriak Ika dari luar sana.


Sesha mulai panik, ia langsung memasukkan 2 alat testpack yang ia coba tadi ke dalam tasnya dan langsung menyeka air mata di pipi.


“Lama banget! Kamu ngapain, huh?” tanya Ika dengan nada suara yang cukup tinggi dan juga ketus.


“A–aku ... aku sakit perut, Mah,” jawab Sesha.


“Alasan!” jawab Ika, ia sedikit mengerutkan alis karena melihat wajah Sesha yang nampak begitu sangat berantakan, “Cih! Kamu tuh dandan sedikit kenapa sih jadi perempuan, kucel banget! Kalau penampilan kamu tiap hari kayak begitu, mana ada laki-laki yang mau sama kamu! Perawan kok gak bisa dandan, gak enak di pandang! Lama-lama kamu jadi perawan tua! Kayak Dewi dong, dia cantik, pinter cari laki-laki, gak kayak kamu!”

__ADS_1


Sesha menunduk tak menatap Ika. Saat Ika mengatakan kata p*erawan, hatinya begitu sangat teriris, karena faktanya sekarang ia sudah tak lagi p*erawan dan bahkan di rahimnya kini sedang tumbuh janin.


Setelah puas mencaci Sesha, Ika langsung masuk ke kamar mandi untuk mengeluarkan isi perutnya. Saat sudah selesai dan hendak membuang tissu, matanya langsung tertuju pada bungkusan yang berada di dalam tempat sampah. Karena sangat penasaran, Ika akhirnya mengambil bungkusan itu dan matanya langsung terbuka sempurna kaget saat membaca bungkus kemasan itu.


Ika langsung teringat wajah Sesha yang nampak terlihat aneh tadi, ia jadi curiga pada Sesha karena yang terakhir berada di dalam kamar mandi juga adalah Sesha. Yang membuatnya semakin curiga ialah tadi Sesha begitu lama berada di dalam kamar mandi.


“SESHAAAAA ...,” teriak Ika, dia keluar dari kamar mandi dan langsung berjalan ke arah kamar Sesha. “SESHAAAAA ....” teriaknya lagi.


“Ada apa sih, Mah? Kenapa teriak-teriak?” tanya Rafa tiba-tiba, dia yang baru saja pulang dari kerjanya itu kebingungan karena sang ibu terus berteriak memanggil nama Sesha.


Ika sama sekali tak menanggapi pertanyaan Rafa, ia langsung berjalan ke arah kamar Sesha dan membuka pintu kamar itu dengan sangat kasar.


“Ke–kenapa, Mah?” tanya Sesha dengan nada suara yang gugup gelagapan.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2