Rahasia Di Balik Cadar

Rahasia Di Balik Cadar
Chapter. 38


__ADS_3

Beberapa hari kemudian.


“Jadi Sesha benar tidak tinggal bersama dengan temannya itu? Dia benar-benar pergi tanpa jejak dan tidak ada satu pun yang tahu dimana keberadaannya?” tanya Alfa pada Daffa.


Mereka kini tengah berada di ruang kerja yang ada di rumah Alfa.


Pria itu sengaja datang ke rumah Alfa untuk memberikan informasi yang diminta oleh Alfa beberapa hari yang lalu.


Daffa yang mendengar pertanyaan dari Alfa itu memberikan anggukan kepala pada Alfa yang terduduk di kursi yang berseberangan dengannya.


“Aku sudah meminta orang untuk berpura-pura ingin memesan katering pada Lita dan dia berbasa-basi dengan bertanya langsung pada Lita kemana Sesha. Lita mengatakan kalau Sesha pergi untuk menenangkan diri karena bayinya tiada dan butuh waktu untuk sendiri. Lita juga tidak tahu di mana Sesha sekarang berada. Aku juga meminta orangku untuk bertanya pada orang yang bekerja di katering itu dan mereka juga sama tidak tahu. Aku juga tidak berhasil mendapatkan informasi apa pun karena Sesha pergi tanpa jejak, sama sekali tidak terekam CCTV.”


Alfa mengusap wajahnya karena frustasi, kini rasa bersalah benar-benar bersarang di dadanya. Ia memikirkan bagaimana nasib Sesha sekarang, apakah baik-baik saja atau malah sebaliknya.


“Astagfirullahaladzim Ya Allah ....”


“Kenapa?” tanya Daffa, ia duduk bersandar pada kursi yang sedang ia diduduki dengan kedua tangan yang terlipat di bawah dada. “Kamu menyesal sudah membuat hidup seseorang menderita?” tanya Daffa.


Alfa menatap Daffa dengan raut wajah yang terlihat penuh penyesalan. Yang dikatakan Daffa benar adanya, ia menyesal sudah memisahkan Sesha dengan baby Abi. Dia menyesal sudah membuat kebohongan pada Sesha dengan mengatakan kalau baby Abian sudah tiada.


Harusnya waktu itu ia mendengarkan saran dari Daffa yang mengatakan jika ia sebaiknya menikahi Sesha demi baby Abian. Jika keluarganya tak setuju, ia bisa membawa Sesha dan baby Abi pergi dan tinggal bersama di tempat lain.


“Entah bagaimana sekarang nasib gadis malang itu," ucap Daffa lagi, "Selama hidupnya aku rasa dia tidak pernah bahagia. Dia bekerja tapi uangnya diberikan pada ibu tirinya. Dia bahkan terpaksa jual diri untuk membayar hutang yang ia sendiri tidak menikmati uangnya. Terus dia diusir oleh ibu tirinya dan sekarang, dia menderita karena bayinya kamu ambil! Kamu memang orang yang jahat, Al. Sangat tidak berperasaan. Si Sesha itu pasti pergi ke tempat lain untuk membuang rasa sakitnya.”


“Sudah! Cukup! Tidak usah di perjelas aku juga sudah tau dan jujur saja aku juga memang sangat menyesal! Aku tidak tahu kalau dia akan sehancur itu dan pergi tanpa jejak.”

__ADS_1


“Aku memperjelas agar perasaan bersalahmu pada Sesha semakin besar!” sahut Daffa dengan mata yang memicing. Ia lantas langsung beranjak dari duduknya dan berdiri tegak. “Aku akan kembali ke perusahaan dan pencariannya selesai ya, aku sudah tidak akan mencari Sesha lagi karena tidak tahu harus mencari kemana juga.”


“Kamu usahakan dong!” ucap Alfa.


“Ya kemarin-kemarin juga aku udah usaha, tapi ya mau dicari kemana? Dia pergi saat masih tinggal di kost-kostan dan di sana tidak ada CCTV Alfa. Di jalan utama keluar dari rumah kost itu juga sama tidak ada CCTV-nya. Satpam saja lupa kapan terakhir dia melihat Sesha terakhir kalinya. Jadi mau dicari kemana lagi?”


“Ck!” Alfa berdecak kesal.


Daffa tak menanggapi ucapan Alfa lagi, ia langsung keluar dari ruang kerja Alfa dan pergi begitu saja.


Sedangkan Alfa, ia memegang kepalanya yang terasa begitu sangat berat.


.


.


Ia yang baru saja menidurkan Abian itu kini berada di balkon kamar dan tengah berbincang dengan Lita melalui panggilan telepon.


“Jadi beberapa hari yang lalu dia datang mencariku? Untuk apa?” tanya Sesha dengan ponsel yang berada di telinganya.


[Aku tidak tahu, Sha. Dia hanya bertanya kamu dimana dan memaksa aku mengatakan keberadaan kamu. Tapi tenang aja, aku gak kasih tau kok kamu ada di mana dan kayaknya dia percaya. Waktu itu aku juga nyuruh dia masuk dan periksa rumah. Aku rasa dia cukup yakin kalau kamu gak tinggal sama aku setelah tidak melihat keberadaan kamu di rumah ini.]


“Pokoknya jangan beritahu pada siapa pun aku ada di mana ya, Ta. Aku ingin hidup tenang tanpa harus diusik oleh orang lain. Termasuk keluargaku sendiri! Jujur saja aku masih dendam pada kakak tiriku karena aku masih belum ikhlas, gara-gara dia anakku jadi meninggal.”


[Kamu kan sekarang satu kerjaan sama dia, katamu dia satpam di rumah majikan kamu kan? Gak ada niat balas dendam?]

__ADS_1


“Balas dendam kan dosa, jadi aku gak ada niat sama sekali untuk balas dendam sama dia, tapi demi apa pun aku tidak akan pernah memaafkan dia. Ada bagusnya juga sih aku nyamar kayak begini, setidaknya hidup aku tenang tanpa harus takut dicelakai lagi.”


[Balas Dendam emang gak boleh, tapi kalau di kerjain tipis-tipis kayaknya gak masalah kali, Sha.]


Dahi Sesha mengernyit. “Hm? Kerjain?”


[Iya, kerjain aja dia sedikit. Kek bikinin dia kopi tapi campur obat mules, biar perutnya melilit.]


“Pffftt ... jahat banget.”


[Lah dia hampir bunuh kamu dengan nabrak kamu sampe anak kamu gak ada, lebih jahat mana, huh?]


“Iya juga sih,” jawab Sesha.


[Ya udah, kali-kali mah gak masalah kalau ngerjain dia, Sha. Eehh, tapi ... BTW ini balik ke pembahasan awal. Setelah aku pikir-pikir kok agak lucu ya, bapaknya anak kamu nemuin aku untuk nyari kamu. Lah padahal orang yang dia cari kan ada di rumahnya sendiri, ada di depan matanya sendiri. Kan lucu ya! Pffftt kasian banget.]


“Iya juga sih kalau dipikir-pikir, tapi serius deh, ada apa ya dia nyariin aku?”


[Dia masih penasaran kali kamu hamil anak dia atau bukan. Kan waktu itu dia sempat nanya sama kamu kayak begitu. Iya, kan? Tapi dia belum puas sama jawaban kamu. Ini udah hampir 1 bulan lebih setelah dia nemuin kamu terakhir kali, jadi dia mikir kalau kamu pasti udah melahirkan. Dia pasti mau memastikan dengan tes DNA. Setelah itu, dia nikahin kamu deh.]


“Dih! Ogah! Aku gak suka sama laki-laki yang suka nanam benih di mana-mana ya!” sahut Sesha.


Ceklek.


Suara pintu tiba-tiba saja terbuka, Sesha yang kaget sontak langsung menoleh melihat ke arah belakang.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2