
Sesha terbangun dari tidurnya saat mendengar suara adzan. Ia memang terbiasa bangun tepat waktu saat shubuh tiba.
Saat ia membuka mata, matanya langsung tertuju pada Alfa yang sedang tertidur dengan posisi terduduk dan dengan kepala yang berada di atas ranjang. Juga melihat jari telunjuk Alfa yang di genggam oleh baby Abi.
Ia lalu melihat ke arah tangannya juga saat merasakan jari telunjuknya yang di genggam juga oleh baby Abi.
“Kenapa ayah dan anak ini terlihat menggemaskan?” batin Sesha berucap, namun setelah itu ia langsung menggelengkan kepalanya menyadarkan diri dari pikirannya itu.
Matanya kembali melihat ke arah Alfa lagi yang masih tertidur dengan posisi yang sama. ‘Ternyata, sebagai ayah dia cukup bertanggung jawab juga, tidak terlalu buruk,' batin Sesha berucap lagi.
Seulas senyum tiba-tiba saja terlukis di balik cadar yang Sesha kenakan. Sejak semalam ia memang sengaja memakai cadarnya karena menakuti seseorang masuk ke dalam kamar. Apalagi kamar itu milik Alfa dan tidak di kunci.
Dan benar saja kan dugaannya? Saat bangun, matanya malah langsung tertuju pada Alfa. Entah kapan pria itu masuk ke kamar. Untung saja ia sudah berjaga-jaga dengan tak melepas cadarnya.
Suara rengekan baby Abi terdengar, terlihat Alfa yang bergerak dari tidurnya. Sesha lantas langsung memejamkan mata berpura-pura tidur lagi.
Dengan mata yang sayu setengah terbuka, Alfa menepuk pelan paha baby Abi. “Ssshh ... ssshhh ....”
Sesha mengintip sedikit, ia yang melihat raut wajah Alfa yang terlihat masih mengantuk namun tetap berusaha membuat baby Abi tertidur. Sesha yang melihatnya kembali tersenyum lagi. Entah mengapa raut wajah Alfa terlihat sangat menggemaskan di matanya.
.
.
__ADS_1
“Sasa? Abi sudah kamu susui?” tanya Mama Mila tiba-tiba pada Sesha yang tengah mengumpulkan baju-baju kotor baby Abi karena baru saja selesai mandi.
“Sudah, Nyonya. Sudah saya mandikan juga dan sekarang sedang tidur. Kenapa memangnya?” tanya Sesha.
“Kebetulan. Kamu ikut saya ke rumah Bu Rika sebentar ya, lagi mau ada arisan. Nanti kamu bantu-bantu di sana, soalnya kata dia di rumahnya dia lagi gak ada ART, bibi-nya pulang kampung dulu.”
“Gak bisa!” sahut Alfa tiba-tiba hingga membuat Mama Mila dan Sesha menoleh melihat ke arah Alfa, “Sasa kerja di sini cuma untuk ngurusin Abian, jadi dia tidak boleh kemana-mana. Lagian ada Mbok! Mama minta tolong aja sama Mbok, kenapa harus Sasa?”
“Mbok lagi Mama suruh belanja bulanan sama Mang Ari. Tidak ada yang lain lagi selain Sasa! Lagian Abian sedang tidur juga kok,” ucap Mama Mila.
“Kalau Abian bangun terus nanti nangis bagaimana?” tanya Alfa.
“Saya sudah siapkan ASI kok, udah saya taruh di kulkas,” sahut Sesha.
Alfa mendengus kesal. “Ya sudah, tapi beneran ya, Ma. Jangan lama!” ucap Alfa.
“Iyaaaa ....” jawab Mama Mila.
Selang beberapa menit kemudian, Sesha akhirnya ikut bersama dengan Mama Mila untuk bantu membantu di rumah Bu Rika. Sedangkan Alfa, karena weekend ia jadi diam di rumah dengan berduduk santai di balkon kamarnya seraya memainkan ponsel.
1 setengah jam kemudian, suara rengekan baby Abi terdengar. Alfa yang sejak tadi sibuk dengan ponselnya itu sontak beranjak dari duduknya dan menghampiri baby Abi.
Dia menggendong baby Abi, namun bayi itu malah semakin merengek sampai akhirnya menangis.
__ADS_1
“Kaaann ... apa aku bilang! Nangis kan!” Alfa keluar dari kamar untuk mengambil ASI yang sudah Sesha siapkan. Ia menghangatkannya sebentar kemudian memberikannya pada baby Abi.
Tapi, sayangnya baby Abi tidak mau menghisap ASI di dalam botol itu.
“Loh kok gak mau? Apa harusnya jangan di hangatkan? Atau ini bagaimana sih? Aku kan gak paham! Biasanya Mama atau Mbok yang urus. Ck!” Alfa bingung harus bagaimana. Ia menghubungi sang ibu tapi hanya terdengar nada dering tersambung yang tak kunjung di angkat juga.
Ia ingin menelfon Sesha, tetapi tidak tahu nomornya.
Huwa huwaaaa ....
Tangis baby Abi semakin menjadi, membuat Alfa kembali panik seperti hari-hari sebelumnya saat Abi rewel.
“Perasaan tadi pagi Papa lihat kamu mau menyusu dengan botol, terus kenapa sekarang malah gak mau sih, Nak? Kan ini sama aja, sumbernya dari Ibu Sasa juga kok.” ucap Alfa pada Abian yang masih menangis.
Alis Alfa bertaut saat memikirkan sesuatu, ia lantas langsung berjalan ke kamar Sesha hendak mencari parfum milik Sesha, siapa tau jika mencium aroma harum dari parfum yang biasa Sesha pakai, baby Abi akan jauh lebih tenang dan mau meminum susunya karena berpikir jika Sesha ada di dekatnya.
30 menit kemudian.
Sesha yang baru saja kembali menemani Mama Mila itu berjalan ke arah kamarnya, berniat akan mandi dan berganti pakaian agar kotoran yang menempel pada bajunya tidak terkena baby Abi saat menggendongnya nanti.
Namun, tiba-tiba saja ia dibuat kaget saat melihat Alfa yang berada di dalam kamarnya.
“Tu–Tuan ....”
__ADS_1
Bersambung