Rahasia Di Balik Cadar

Rahasia Di Balik Cadar
Chapter. 48


__ADS_3

"Saya sudah tahu kamu siapa," ucap Alfa pada Sesha.


"Apa? Tahu apa?" tanya Sesha dengan raut wajah yang terlihat tegang.


Sedangkan Alfa, dia memasang wajah datar, menatap Sesha dengan kedua tangan yang terlipat di bawah dada. "Mau say— hmmm ... aku Maksudnya, mau aku yang membuka penyamaran kamu itu, atau kamu sendiri yang jujur?" Alfa balik bertanya.


Mendengar ucapan Alfa, Sesha sontak kaget. Ia menelan salivanya bingung harus menjawab apa. 'Apa dia tahu siapa aku sebenarnya? Penyamaranku terbongkar? Tapi dari siapa dia tahu?' ucap Sesha di dalam hati.


"Saya gak ngerti apa maksud, Tuan," ucap Sesha. "Sa–saya ... mau bantu Abian ganti bajunya terus mau siapin dia makan siang. Permisi," ucap Sesha lagi berusaha menghindar dengan meninggalkan Alfa, ia berjalan melewati Alfa hendak menyusul Abian.


"Mau sampai kapan kamu nyamar, Sesha," ucap Alfa.


Langkah Sesha sontak langsung terhenti saat sang majikan tak memanggilnya dengan panggilan Sasa, tetapi dengan nama aslinya. Nama yang hampir 5 tahun ini tak pernah ia dengar.


Sesha berbalik dan menatap Alfa, begitu pun dengan Alfa. Ia juga berbalik dan menatap Sesha lagi, "Mau sampai kapan kamu nyamar kayak begitu hm?" tanya Alfa, dia berjalan menghampiri Sesha hingga akhirnya berdiri satu langkah di depan wanita itu lagi. "Kan barusan saya udah bilang kalau saya udah tau siapa kamu, kenapa malah pergi? Berusaha menghindar?" tanya Alfa.


Mulut Sesha terasa terkunci rapat tak bisa bicara, jantungnya berdegup lebih kencang dari biasanya dan tengkuk lehernya terasa panas.

__ADS_1


Sedang Alfa, ia merogoh saku celananya mengambil ponsel, kemudian tak lama memperlihatkan layar ponselnya. Sebuah video dimana Sesha melepas kain cadar yang selama ini menutup wajahnya terlihat di video itu.


"Anda diam-diam mengambil video ini?" tanya Sesha.


"Iya," jawab Alfa, "Kemarin siang Abi tidak sengaja melihat foto yang ada di dompet," ucap Alfa berbohong.


Alfa sudah memikirkannya secara matang jika nantinya Sesha banyak bertanya, ia tidak mungkin berkata jujur jika ia mulai curiga setelah memberikan Abian sebuah foto yang ada di dompetnya dan mengatakan kalau wanita di foto itu adalah ibu kandung Abian. Karena jika mengatakan dengan jujur, Sesha pasti akan marah dan bisa saja pergi. Jadi ia mengatakan alasan sedemikian rupa pada Sesha, ia akan mengatakan kejujurannya nanti saat Sesha sudah terikat dengannya.


"Sama seperti kamu yang tanya siapa foto itu, Abi juga tanya hal yang sama. Dia tanya kenapa foto Ibu Sasanya ada di dompet aku. Aku bingung, kenapa Abi tanya seperti itu? Karena jelas-jelas foto itu adalah foto wanita yang aku cintai, foto itu aku sendiri yang ambil secara diam-diam sekitar 5 tahun yang lalu. Tapi Abi kekeuh kalau itu foto Ibu Sasa, terus belum lagi malam sebelumnya kamu tanya siapa foto itu dan kenapa foto itu ada di dompetku. Aku ingat jelas kalau kamu terlihat aneh saat melihat aku yang simpan foto itu, jadi aku semakin curiga dan diam-diam menaruh kamera tersembunyi di kamar ini," jelas Alfa.


"Itu tidak sopan! Bagaimana kalau saya berganti pakaian di kamar ini, huh?"


"Itu dulu!" sela Sesha memotong, "Itu saat saya masih menjadi manusia yang bodoh! Sekarang saya sudah berubah dan sedang berusaha menjadi orang yang baik," ucap Sesha lagi.


"Tapi kalau tidak begitu, selamanya aku tidak akan pernah tahu kalau ternyata orang yang selama ini aku cari ada di rumah ini!" ucap Alfa, "Kenapa harus menyamar segala, huh? Apa kamu tidak tahu kalau 5 tahun lalu aku mati-matian mencarimu?"


"Saya punya alasan," jawab Sesha.

__ADS_1


"Apa alasannya?" tanya Alfa.


"Ya ada pokoknya," jawab Sesha, "Lagian kalau sudah tahu saya ini siapa memangnya kenapa? Selama di sini kan saya tidak pernah melakukan yang aneh-aneh, terus mau apa? Mau pecat saya?"


"Pecat? Mana mungkin aku pecat kamu. Kamu gak denger tadi waktu di depan aku ngomong apa dengan ibuku, huh? Aku akan menikahimu," ucap Alfa, "Dan satu lagi, jangan saya, saya, saya! Terlalu kaku!" ucap Alfa.


Sesha menelan salivanya. "Say— aku ... tidak mau menikah denganmu!" jawab Sesha.


"Kenapa tidak mau? Masih belum yakin? Kemarin, sebelum aku tahu kalau kamu itu Sesha yang selama ini aku cari, aku bercerita padamu kalau aku mencintai wanita yang fotonya aku simpan di dompet dan foto itu adalah kamu. Lima tahun aku mencintaimu, apa cinta saja masih belum cukup?" tanya Alfa.


Sesha diam sebentar, jujur saja hati kecilnya ingin sekali mengatakan iya dan bersedia, tapi ia tak berani mengatakannya karena respon Mama Mila padanya tidak begitu baik.


"Lima tahun, Sha. Kamu dicintai oleh seorang pria lima tahun lamanya, sampai detik ini aku masih setia mencintai kamu dan bahkan fotomu masih aku simpan. Apa itu saja belum cukup? " tanya Alfa lagi.


"Menikah itu bukan hanya perihal cinta saja! Tapi ada keluarga! Mamamu tidak menyukaiku!" sahut Sesha, "Aku tidak mau membuat masalah di keluarga ini!"


"Masalah Mama itu urusanku," ucap Alfa.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2